Uji
Aktivitas Daya Hambat Biofilm Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera
cordifolia)
Tinjauan Islami
Manusia dan tumbuh-tumbuhan sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Keberadan
tumbuh-tumbuhan merupakan keberkahan dan nikmat dari Allah Swt yang diberikan
kepada seluruh makhluknya (Rizal, 2020). Keanekaragaman tumbuhan merupakan
salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat
Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan
pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak manfaat
sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah di atas
bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan, dengan
itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah SWT.
terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani, 2014).
Allah SWT berfirman dalam surah Thaha ayat 20/ 53 :
الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ
مَهۡدًا وَّسَلَكَ لَـكُمۡ فِيۡهَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً
ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Terjemahnya :
“(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai
hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang
menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air
hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama,
2019).
Berkenan ayat diatas M.Quraish Shihab dalam
tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa yakni Allah SWT. “Yang telah menjadikan bagi
kamu”, wahai Fir’aun dan seluruh manusia sebagian besar “bumi sebagai hamparan”
dan menjadikan sebagian kecil lainnya gunung-gunung untuk menjaga kestabilan
bumi “Yang telah menjadikan bagi kamu di bumi itu jalan jalan yang mudah kamu
tempuh, dan menurunkan dari langit air”, yakni hujan, sehingga tercipta
sungai-sungai dan danau, “maka kami tumbuhkan dengannya”, yakni dengan perantara
hujan itu, “berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan serta bentuk, rasa, warna dan
manfaatnya (Shihab, 2002).
Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui
bahwa salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yaitu menciptakan berbagai
macam-macam tumbuhan yang didalamnya terdapat banyak manfaat baik sebagai
makanan dan sebagai pengobatan penyakit. Masyarakat Indonesia sendiri banyak
memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan untuk pengobatan dan juga sebagai bahan
makanan. Termasuk daun binahong yang digunakan pada penelitian ini merupakan
anugerah Allah yang memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan. Daun
binahong mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat
dimanfaatkan sebagai agen antibiofilm dan antibakteri.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’la/87 : 2-3
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَّٰيى وَالَّذِيْ
قَدَّرَ فَىَٰدى
Terjemahnya
:
“Yang menciptakan dan menyempurnakan
(penciptaan-Nya) (2). Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi
petunjuk (3)” (Kementerian Agama, 2019).
Berdasarkan hadits
diatas menurut tafsir Al-Mishbah yaitu mengenai kemahatinggian Allah SWT.
kemahatinggian Allah adalah Dia yang menciptakan semua mahluk dan
menyempurnakannya juga menentukan kadar masing-masing serta memberi petunjuk.
Atas kuasa-Nya segala mahluk dapat melaksanakan fungsi yang dituntut darinya
dalam rangka tujuan penciptanya. Sejalan dengan hal ini, tafsir An-Nuur (Ash
Shiddieqy, 2000) menyebutkan bahwa Allah SWT telah menentukan jangka jangka
segala sesuatu sehingga tiap-tiap mahluk dapat memberikan manfaat kepada mahluk
yang lainnya.
Makna ayat di atas
dari sisi biologi melalui fenomena dalam mikrobiologi masing- masing
mikroorganisme memiliki peran yang melekat pada dirinya masing- masing sehingga
dapat tercipta suatu keseimbangan di alam. Dalam penelitian ini, bakteri Staphylococcus
aureus dan Eschericia coli merupakan bakteri penyebab penyakit yang
dapat membentuk biofilm.
Ketika sakit manusia
diperintahkan Allah untuk senantiasa bertawakal dan berikhtiar. Salah satu
bentuk ikhtiar sedang berusaha mencari pengobatan yang tepat hingga mendapatkan
rahmat kesembuhan dari Allah. Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk berobat
tatkala ditimpa penyakit.
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ
وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ
أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ
عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ
الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya
:
"Telah menceritakan kepada kami Harun bin
Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah
menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu
Ibnu Al
Harits dari 'Abdu Rabbih
bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Setiap penyakit pasti memiliki
obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan
seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala" (HR. Muslim no 4084).
Dari hadis tersebut
Rasulullah menjelaskan bahwa semua penyakit ada obatnya. Obat yang digunakan
tepat dengan sumber penyakitnya maka dengan izin Allah penyakit tersebut akan
sembuh. Untuk menemukan suatu obat yang tepat diperlukan berbagai penelitian dan
percobaan. Pemilihan obat yang tepat diawali dengan memilih bahan yang
potensial, diantaranya dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber obat
yang tersedia melimpah di alam dan memiliki berbagai kandungan senyawa aktif
dengan aktivitas farmakologis yang luas. Semua bagian dari tumbuhan dapat
dimanfaatkan sebagai obat, tergantung kebutuhan yang diperlukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar