Rabu, 24 Juni 2026

TINJAUAN ISLAMI KEFARMASIAN

 

Uji Aktivitas Daya Hambat Biofilm Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia)

Tinjauan Islami

Manusia dan tumbuh-tumbuhan sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Keberadan tumbuh-tumbuhan merupakan keberkahan dan nikmat dari Allah Swt yang diberikan kepada seluruh makhluknya (Rizal, 2020). Keanekaragaman tumbuhan merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak manfaat sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah di atas bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan, dengan itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah SWT. terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani, 2014).

Allah SWT berfirman dalam surah Thaha ayat 20/ 53 :

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ مَهۡدًا وَّسَلَكَ لَـكُمۡ فِيۡهَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰى    

Terjemahnya :

“(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama, 2019).

Berkenan ayat diatas M.Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa yakni Allah SWT. “Yang telah menjadikan bagi kamu”, wahai Fir’aun dan seluruh manusia sebagian besar “bumi sebagai hamparan” dan menjadikan sebagian kecil lainnya gunung-gunung untuk menjaga kestabilan bumi “Yang telah menjadikan bagi kamu di bumi itu jalan jalan yang mudah kamu tempuh, dan menurunkan dari langit air”, yakni hujan, sehingga tercipta sungai-sungai dan danau, “maka kami tumbuhkan dengannya”, yakni dengan perantara hujan itu, “berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan serta bentuk, rasa, warna dan manfaatnya (Shihab, 2002).

Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwa salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yaitu menciptakan berbagai macam-macam tumbuhan yang didalamnya terdapat banyak manfaat baik sebagai makanan dan sebagai pengobatan penyakit. Masyarakat Indonesia sendiri banyak memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan untuk pengobatan dan juga sebagai bahan makanan. Termasuk daun binahong yang digunakan pada penelitian ini merupakan anugerah Allah yang memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan. Daun binahong mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai agen antibiofilm dan antibakteri.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’la/87 : 2-3

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَّٰيى وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَىَٰدى

Terjemahnya :

“Yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya) (2). Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (3)” (Kementerian Agama, 2019).

Berdasarkan hadits diatas menurut tafsir Al-Mishbah yaitu mengenai kemahatinggian Allah SWT. kemahatinggian Allah adalah Dia yang menciptakan semua mahluk dan menyempurnakannya juga menentukan kadar masing-masing serta memberi petunjuk. Atas kuasa-Nya segala mahluk dapat melaksanakan fungsi yang dituntut darinya dalam rangka tujuan penciptanya. Sejalan dengan hal ini, tafsir An-Nuur (Ash Shiddieqy, 2000) menyebutkan bahwa Allah SWT telah menentukan jangka jangka segala sesuatu sehingga tiap-tiap mahluk dapat memberikan manfaat kepada mahluk yang lainnya.

Makna ayat di atas dari sisi biologi melalui fenomena dalam mikrobiologi masing- masing mikroorganisme memiliki peran yang melekat pada dirinya masing- masing sehingga dapat tercipta suatu keseimbangan di alam. Dalam penelitian ini, bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli merupakan bakteri penyebab penyakit yang dapat membentuk biofilm.

Ketika sakit manusia diperintahkan Allah untuk senantiasa bertawakal dan berikhtiar. Salah satu bentuk ikhtiar sedang berusaha mencari pengobatan yang tepat hingga mendapatkan rahmat kesembuhan dari Allah. Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk berobat tatkala ditimpa penyakit.

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ      

Artinya :

"Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu Ibnu  Al  Harits  dari 'Abdu  Rabbih  bin  Sa'id dari Abu  Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala" (HR. Muslim no 4084).

Dari hadis tersebut Rasulullah menjelaskan bahwa semua penyakit ada obatnya. Obat yang digunakan tepat dengan sumber penyakitnya maka dengan izin Allah penyakit tersebut akan sembuh. Untuk menemukan suatu obat yang tepat diperlukan berbagai penelitian dan percobaan. Pemilihan obat yang tepat diawali dengan memilih bahan yang potensial, diantaranya dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber obat yang tersedia melimpah di alam dan memiliki berbagai kandungan senyawa aktif dengan aktivitas farmakologis yang luas. Semua bagian dari tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai obat, tergantung kebutuhan yang diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar