Tinjauan Islami Tentang
Manfaat Tumbuhan
Allah Swt.
telah menciptakan seluruh alam semesta, termasuk bumi dan segala isinya,
dalam bentuk yang paling sempurna. Proses penciptaan segala sesuatu yang ada di
bumi, termasuk makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, memiliki maksud dan
manfaat tertentu yang tidak sepenuhnya dapat
dipahami oleh akal manusia. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt.
dalam QS. Thaha/20:53
الَّذِيْ جَعَلَ
لَكُمُ الْرَْْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ
فِيْهَا سُبُلًً وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ
مَاۤءًًۗ فَاَخْرَجْنَا بِ ,هٖٓ اَزْوَاجًا ِ'منْ نَّبَاتٍ
شَّٰتى

“(Dialah Tuhan)
yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di
atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami
menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka
macam tumbuh-tumbuhan.” (Thaha/20:53) (Kemenag, 2019).
Menurut Tafsir Quraish Shihab, segala jenis tumbuhan
merupakan ciptaan Allah Swt. sebagai bagian
dari tanda-tanda kekuasaan
dan kebesaran-Nya. Allah
menunjukkan kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan-Nya, termasuk bumi dan
seluruh isinya. Hanya Allah pula yang menurunkan hujan dari langit dan dengan
itu menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda dalam bentuk, warna, aroma, khasiat,
dan manfaat. Oleh karena
itu, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki
tanggung jawab untuk meneliti
serta menggali potensi tumbuhan guna pengobatan dan menjaga kesehatan. Setiap
penyakit memiliki obatnya, sehingga manusia dituntut untuk terus mengkaji kandungan dan manfaat tumbuhan sebagai bahan
dasar pembuatan obat. (Shihab, 2002).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan
tumbuhan dengan berbagai manfaat,
termasuk untuk kesehatan. Menurut Tafsir Quraish Shihab, keberagaman bentuk, warna,
aroma, khasiat, dan kegunaan tumbuhan merupakan bukti dari kebesaran-Nya. Dalam kaitannya dengan
penelitian ini, daun jeruk
bali termasuk salah satu tumbuhan yang memiliki potensi besar untuk
dimanfaatkan, seperti sebagai sumber antioksidan. Sebagaimana dijelaskan dalam
tafsir, Allah menurunkan hujan yang memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis
tanaman. Penelitian ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan perintah
Allah untuk menggali dan memanfaatkan ciptaan-Nya secara ilmiah, berdasarkan keyakinan bahwa “setiap
penyakit ada obatnya.” Dengan
demikian, studi terhadap
komponen kimia dalam
daun jeruk bali mencerminkan usaha manusia dalam memahami manfaat
yang Allah
sediakan melalui tumbuhan untuk menunjang kesejahteraan dan kesehatan umat manusia.

يُنْْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْعَْْنَابَ وَمِنْ كُ ِ'ل الثَّمَٰرتًِۗ اِنَّ فِيْ ٰذلِكَ َٰليَْةً لِ'قَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Terjemahnya :
Dengan (air hujan)
itu Dia menumbuhkan untukmu
tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Allah) bagi orang yang berpikir. (An-Nahl/16:11)
Ayat ini menyebut beberapa jenis tumbuhan yang memiliki
manfaat besar dan dikenal luas oleh masyarakat Arab, tempat turunnya Al-Qur’an.
Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman dengan perantara air hujan, mulai dari
tumbuhan yang cepat layu hingga yang berumur panjang dan banyak kegunaannya. Di antara tumbuhan
tersebut adalah pohon zaitun yang terkenal dengan umur panjangnya,
pohon kurma yang dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah maupun matang, mudah
dipanen, serta kaya akan nutrisi dan energi. Juga disebutkan anggur, yang dapat
diolah menjadi makanan yang halal atau bahkan minuman yang haram jika
disalahgunakan, serta beragam jenis buah-buahan lainnya. Semua itu merupakan
bukti nyata dari kekuasaan Allah yang Maha Tunggal dan Maha Kuasa, sebagaimana
tampak dari proses turunnya hujan dan hasil-hasil yang ditumbuhkannya (Shihab, 2002).
Ayat tersebut memberikan dorongan kepada manusia untuk
meneliti, memanfaatkan, dan memahami berbagai jenis tumbuhan yang telah Allah
ciptakan sebagai bentuk
rezeki, yaitu sesuatu yang memberikan manfaat bagi
kehidupan. Tumbuhan berperan penting sebagai sumber pangan, sandang, papan,
hingga obat-obatan. Seperti halnya zaitun dan kurma yang dikenal memiliki
manfaat besar bagi manusia, daun jeruk bali juga diyakini memiliki

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah haditsnya,
bersabda;
حَدَّثَنَا هَارُونُ
بْنُ مَعْرُو „ف وَأَبُو
الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى
قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْ „ب أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَ ِ'بهِ بْنِ سَعِي „د عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِ „ر عَنْ رَسُولِ اَِّللّ صَلَّى
اَّللُّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
لِكُ ِ'ل دَا „ء دَوَاءٌ فَإِذَا
أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ
اَِّللّ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya:
Telah menceritakan
kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka
berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu
Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari 'Abdu
Rabbih bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya.
Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah
penyakit itu dengan
izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).
Hadis tersebut memberikan isyarat bahwa seorang muslim
diperbolehkan untuk berupaya
mengobati penyakit yang dideritanya. Karena
pada dasarnya, setiap penyakit pasti memiliki obatnya. Apabila pengobatan yang
dilakukan sesuai dan tepat sasaran terhadap penyebab penyakit, maka dengan izin
Allah swt., kesembuhan akan diperoleh. Namun, proses penyembuhan bisa saja
memerlukan waktu lebih lama apabila penyebab penyakit belum teridentifikasi secara jelas atau obat yang sesuai belum ditemukan (Badrudin, 2019).
Hadis tersebut menggarisbawahi bahwa setiap penyakit
pasti memiliki penawarnya,
dan kesembuhan merupakan hasil dari ikhtiar manusia yang disertai dengan izin
Allah swt. Penelitian ini menjadi salah satu bentuk usaha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar