Kamis, 25 Juni 2026

Integrasi ayat ttg aktivitas antioksidan Buah sebagai Penyembuh terhadap Penyakit

 

Tinjauan Islami Tentang Manfaat Tumbuhan

Allah Swt. telah menciptakan seluruh alam semesta, termasuk bumi dan segala isinya, dalam bentuk yang paling sempurna. Proses penciptaan segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, memiliki maksud dan manfaat tertentu yang tidak sepenuhnya dapat dipahami oleh akal manusia. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt. dalam QS. Thaha/20:53


 

 

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْرَْْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًً وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًًۗ فَاَخْرَجْنَا بِ ,هٖٓ اَزْوَاجًا ِ'منْ نَّبَاتٍ شَّٰتى

Terjemahnya :

“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam tumbuh-tumbuhan.” (Thaha/20:53) (Kemenag, 2019).

Menurut Tafsir Quraish Shihab, segala jenis tumbuhan merupakan ciptaan Allah Swt. sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Allah menunjukkan kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan-Nya, termasuk bumi dan seluruh isinya. Hanya Allah pula yang menurunkan hujan dari langit dan dengan itu menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda dalam bentuk, warna, aroma, khasiat, dan manfaat. Oleh karena itu, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk meneliti serta menggali potensi tumbuhan guna pengobatan dan menjaga kesehatan. Setiap penyakit memiliki obatnya, sehingga manusia dituntut untuk terus mengkaji  kandungan  dan  manfaat  tumbuhan  sebagai  bahan dasar pembuatan obat. (Shihab, 2002).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan tumbuhan dengan berbagai manfaat, termasuk untuk kesehatan. Menurut Tafsir Quraish Shihab, keberagaman bentuk, warna, aroma, khasiat, dan kegunaan tumbuhan merupakan bukti dari kebesaran-Nya. Dalam kaitannya dengan penelitian ini, daun jeruk bali termasuk salah satu tumbuhan yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan, seperti sebagai sumber antioksidan. Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir, Allah menurunkan hujan yang memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman. Penelitian ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan perintah Allah untuk menggali dan memanfaatkan ciptaan-Nya secara ilmiah, berdasarkan keyakinan bahwa “setiap penyakit ada obatnya.” Dengan demikian, studi terhadap komponen kimia dalam daun jeruk bali mencerminkan usaha manusia dalam memahami manfaat yang Allah


sediakan     melalui     tumbuhan     untuk      menunjang                        kesejahteraan                  dan kesehatan umat manusia.

Allah SWT berfirman di dalam QS. An-Nahl/16:11

يُنْْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْعَْْنَابَ وَمِنْ كُ ِ'ل الثَّمَٰرتًِۗ اِنَّ فِيْ ٰذلِكَ َٰليَْةً لِ'قَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

 

Terjemahnya :

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untukmu tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (An-Nahl/16:11)

Ayat ini menyebut beberapa jenis tumbuhan yang memiliki manfaat besar dan dikenal luas oleh masyarakat Arab, tempat turunnya Al-Qur’an. Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman dengan perantara air hujan, mulai dari tumbuhan yang cepat layu hingga yang berumur panjang dan banyak kegunaannya. Di antara tumbuhan tersebut adalah pohon zaitun yang terkenal dengan umur panjangnya, pohon kurma yang dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah maupun matang, mudah dipanen, serta kaya akan nutrisi dan energi. Juga disebutkan anggur, yang dapat diolah menjadi makanan yang halal atau bahkan minuman yang haram jika disalahgunakan, serta beragam jenis buah-buahan lainnya. Semua itu merupakan bukti nyata dari kekuasaan Allah yang Maha Tunggal dan Maha Kuasa, sebagaimana tampak dari proses turunnya hujan dan hasil-hasil yang ditumbuhkannya (Shihab, 2002).

Ayat tersebut memberikan dorongan kepada manusia untuk meneliti, memanfaatkan, dan memahami berbagai jenis tumbuhan yang telah Allah ciptakan sebagai bentuk rezeki, yaitu sesuatu yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Tumbuhan berperan penting sebagai sumber pangan, sandang, papan, hingga obat-obatan. Seperti halnya zaitun dan kurma yang dikenal memiliki manfaat besar bagi manusia, daun jeruk bali juga diyakini memiliki


potensi kesehatan, khususnya sebagai sumber antioksidan. Pesan dalam tafsir menyiratkan bahwa setiap tumbuhan mengandung hikmah dan manfaat yang dapat diungkap melalui penelitian ilmiah. Oleh karena itu, studi ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya ilmiah, tetapi juga merupakan bentuk perenungan dan penghayatan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah yang menciptakan dan mengatur alam semesta dengan penuh kebijaksanaan.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah haditsnya,

bersabda;

 

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُو ف وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْ ب أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَ ِ'بهِ بْنِ سَعِي د عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِ ر عَنْ رَسُولِ اَِّللّ صَلَّى اَّللُّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُ ِ'ل دَا ء دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اَِّللّ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari 'Abdu Rabbih bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).

 

Hadis tersebut memberikan isyarat bahwa seorang muslim diperbolehkan untuk berupaya mengobati penyakit yang dideritanya. Karena pada dasarnya, setiap penyakit pasti memiliki obatnya. Apabila pengobatan yang dilakukan sesuai dan tepat sasaran terhadap penyebab penyakit, maka dengan izin Allah swt., kesembuhan akan diperoleh. Namun, proses penyembuhan bisa saja memerlukan waktu lebih lama apabila penyebab penyakit belum teridentifikasi secara jelas atau obat yang sesuai belum ditemukan (Badrudin, 2019).

Hadis tersebut menggarisbawahi bahwa setiap penyakit pasti memiliki penawarnya, dan kesembuhan merupakan hasil dari ikhtiar manusia yang disertai dengan izin Allah swt. Penelitian ini menjadi salah satu bentuk usaha


manusia dalam menggali potensi penyembuhan dari alam, khususnya melalui identifikasi senyawa aktif yang terdapat dalam daun jeruk bali. Dengan melakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidannya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuannya dalam melawan radikal bebas, yang diketahui sebagai pemicu utama berbagai penyakit degeneratif. Upaya ini mencerminkan komitmen ilmiah dalam mencari dan mengembangkan solusi pengobatan yang mendukung proses penyembuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar