Rosdiana Rasyid
Rabu, 01 Juli 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Media Sederhana ( Media Karton Bekas ) VS Media Digital ( Mall Sampah )
A. Media Pembelajaran Sederhana Berbahan Bekas
Media pembelajaran adalah segala bentuk alat
bantu yang digunakan guru untuk menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami
oleh peserta didik. Media sederhana berbahan bekas merupakan salah satu
alternatif media pembelajaran yang dirancang dengan memanfaatkan barang-barang
yang sudah tidak terpakai, seperti karton, botol plastik, kardus, kain perca,
dan sejenisnya. Penggunaan bahan bekas ini didasarkan pada prinsip efisiensi
biaya, ketersediaan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar peserta didik,
serta nilai edukatif terkait kepedulian lingkungan.
Pemanfaatan bahan bekas sebagai media
pembelajaran memberikan beberapa keuntungan, antara lain mendekatkan peserta
didik pada benda-benda konkret di kehidupan sehari-hari, melatih kreativitas
guru maupun peserta didik dalam proses pembuatannya, serta menumbuhkan
kesadaran akan pentingnya mengelola sampah dan barang bekas secara bijak.
Karton
Bekas sebagai Media Edukasi Pemilahan Sampah
Karton bekas dipilih sebagai bahan utama media
dalam makalah ini karena memiliki sejumlah karakteristik yang menguntungkan,
yaitu mudah dipotong dan dibentuk, ringan, aman bagi peserta didik, serta mudah
dihias menggunakan cat, kertas warna, atau stiker. Media yang dirancang berupa
miniatur tiga kotak tempat sampah dari karton yang masing-masing diberi label
dan warna berbeda untuk mewakili kategori sampah, misalnya sampah organik,
sampah anorganik, dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) atau dapat
disesuaikan dengan kategori yang berlaku di sekolah masing-masing.
Pada setiap kotak ditempelkan gambar contoh
sampah yang sesuai dengan kategorinya, sehingga peserta didik dapat secara
visual mengaitkan jenis sampah dengan tempat pembuangannya yang tepat. Media
ini dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah
secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkannya secara langsung melalui
kegiatan simulasi membuang sampah pada kotak yang sesuai.
C. Langkah Pembuatan
Media Tempat Sampah Edukatif dari Karton
1.
Menyiapkan alat dan bahan, yaitu
kardus/karton bekas, gunting atau cutter, penggaris, lem atau lakban, cat atau
kertas warna, serta gambar-gambar contoh sampah.
2.
Memotong karton menjadi tiga kotak
berbentuk kubus atau balok dengan ukuran yang sama sebagai badan tempat sampah.
3.
Melubangi bagian atas
masing-masing kotak sebagai lubang untuk memasukkan sampah.
4.
Melapisi dan menghias setiap kotak
dengan warna yang berbeda sesuai kategori sampah, misalnya hijau untuk sampah
organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk sampah B3.
5.
Menempelkan label nama kategori
serta gambar contoh sampah pada setiap kotak agar mudah dikenali peserta didik.
6.
Menyusun ketiga kotak secara
berdampingan sehingga membentuk satu set media pemilahan sampah yang siap
digunakan dalam pembelajaran.
D. Cara
Penggunaan dalam Pembelajaran
Media ini digunakan dengan cara guru terlebih
dahulu menjelaskan konsep dan jenis-jenis sampah kepada peserta didik.
Selanjutnya, guru menyediakan beberapa contoh benda atau kartu bergambar yang
merepresentasikan sampah organik, anorganik, dan B3. Peserta didik diminta
secara bergiliran untuk mengelompokkan dan memasukkan benda atau kartu tersebut
ke dalam kotak karton yang sesuai dengan kategorinya.
Kegiatan ini dapat dikemas dalam bentuk
permainan atau kompetisi kelompok untuk meningkatkan antusiasme peserta didik,
misalnya dengan memberikan poin bagi kelompok yang berhasil memilah sampah
dengan benar dalam waktu tercepat. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik
tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga melalui pengalaman langsung
(learning by doing) yang lebih berkesan dan mudah diingat.
E. Kelebihan
dan Kekurangan Media
Media tempat sampah edukatif berbahan karton
bekas ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
1.
Biaya pembuatan relatif murah
karena menggunakan bahan bekas yang mudah ditemukan.
2.
Mudah dibuat dan dimodifikasi
sesuai kebutuhan dan tema pembelajaran.
3.
Menumbuhkan kesadaran peserta
didik terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.
4.
Bersifat konkret dan interaktif
sehingga sesuai dengan karakteristik belajar peserta didik usia dini hingga
sekolah dasar.
Selain kelebihan tersebut, media ini juga
memiliki beberapa kekurangan, antara lain:
1.
Daya tahan bahan karton relatif
terbatas sehingga mudah rusak jika sering digunakan atau terkena air.
2.
Ukuran media yang dibuat secara
manual terkadang kurang presisi dibandingkan produk media pembelajaran
pabrikan.
3.
Media ini lebih efektif digunakan
untuk simulasi dalam skala kelas dan belum dapat menggantikan fasilitas tempat
sampah sesungguhnya di lingkungan sekolah.
Senin, 29 Juni 2026
-
KUIS MODUL 13 Apa yang dimaksud dengan blog dan apa tujuan utama pembuatan blog? Sebutkan dua platform blog populer yang dapat digunakan...
-
TUGAS MID MEDIA KLP ( A B C D) 1. Buat tulisan sebanyak 700 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2. Tugas mi...
-
TUGAS MID AKIDAH AKHLAK PGMI KLP ( A B C D) 1. Ketik buat tulisan sebanyak 500 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2...


.jpeg)

.jpeg)





.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)









.jpeg)









.jpeg)
.jpeg)






.jpeg)



.jpeg)

