Rosdiana Rasyid
Kamis, 25 Juni 2026
Integrasi ayat ttg aktivitas antioksidan Buah sebagai Penyembuh terhadap Penyakit
Tinjauan Islami Tentang
Manfaat Tumbuhan
Allah Swt.
telah menciptakan seluruh alam semesta, termasuk bumi dan segala isinya,
dalam bentuk yang paling sempurna. Proses penciptaan segala sesuatu yang ada di
bumi, termasuk makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, memiliki maksud dan
manfaat tertentu yang tidak sepenuhnya dapat
dipahami oleh akal manusia. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt.
dalam QS. Thaha/20:53
الَّذِيْ جَعَلَ
لَكُمُ الْرَْْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ
فِيْهَا سُبُلًً وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ
مَاۤءًًۗ فَاَخْرَجْنَا بِ ,هٖٓ اَزْوَاجًا ِ'منْ نَّبَاتٍ
شَّٰتى

“(Dialah Tuhan)
yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di
atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami
menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka
macam tumbuh-tumbuhan.” (Thaha/20:53) (Kemenag, 2019).
Menurut Tafsir Quraish Shihab, segala jenis tumbuhan
merupakan ciptaan Allah Swt. sebagai bagian
dari tanda-tanda kekuasaan
dan kebesaran-Nya. Allah
menunjukkan kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan-Nya, termasuk bumi dan
seluruh isinya. Hanya Allah pula yang menurunkan hujan dari langit dan dengan
itu menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda dalam bentuk, warna, aroma, khasiat,
dan manfaat. Oleh karena
itu, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki
tanggung jawab untuk meneliti
serta menggali potensi tumbuhan guna pengobatan dan menjaga kesehatan. Setiap
penyakit memiliki obatnya, sehingga manusia dituntut untuk terus mengkaji kandungan dan manfaat tumbuhan sebagai bahan
dasar pembuatan obat. (Shihab, 2002).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan
tumbuhan dengan berbagai manfaat,
termasuk untuk kesehatan. Menurut Tafsir Quraish Shihab, keberagaman bentuk, warna,
aroma, khasiat, dan kegunaan tumbuhan merupakan bukti dari kebesaran-Nya. Dalam kaitannya dengan
penelitian ini, daun jeruk
bali termasuk salah satu tumbuhan yang memiliki potensi besar untuk
dimanfaatkan, seperti sebagai sumber antioksidan. Sebagaimana dijelaskan dalam
tafsir, Allah menurunkan hujan yang memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis
tanaman. Penelitian ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan perintah
Allah untuk menggali dan memanfaatkan ciptaan-Nya secara ilmiah, berdasarkan keyakinan bahwa “setiap
penyakit ada obatnya.” Dengan
demikian, studi terhadap
komponen kimia dalam
daun jeruk bali mencerminkan usaha manusia dalam memahami manfaat
yang Allah
sediakan melalui tumbuhan untuk menunjang kesejahteraan dan kesehatan umat manusia.

يُنْْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْعَْْنَابَ وَمِنْ كُ ِ'ل الثَّمَٰرتًِۗ اِنَّ فِيْ ٰذلِكَ َٰليَْةً لِ'قَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Terjemahnya :
Dengan (air hujan)
itu Dia menumbuhkan untukmu
tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Allah) bagi orang yang berpikir. (An-Nahl/16:11)
Ayat ini menyebut beberapa jenis tumbuhan yang memiliki
manfaat besar dan dikenal luas oleh masyarakat Arab, tempat turunnya Al-Qur’an.
Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman dengan perantara air hujan, mulai dari
tumbuhan yang cepat layu hingga yang berumur panjang dan banyak kegunaannya. Di antara tumbuhan
tersebut adalah pohon zaitun yang terkenal dengan umur panjangnya,
pohon kurma yang dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah maupun matang, mudah
dipanen, serta kaya akan nutrisi dan energi. Juga disebutkan anggur, yang dapat
diolah menjadi makanan yang halal atau bahkan minuman yang haram jika
disalahgunakan, serta beragam jenis buah-buahan lainnya. Semua itu merupakan
bukti nyata dari kekuasaan Allah yang Maha Tunggal dan Maha Kuasa, sebagaimana
tampak dari proses turunnya hujan dan hasil-hasil yang ditumbuhkannya (Shihab, 2002).
Ayat tersebut memberikan dorongan kepada manusia untuk
meneliti, memanfaatkan, dan memahami berbagai jenis tumbuhan yang telah Allah
ciptakan sebagai bentuk
rezeki, yaitu sesuatu yang memberikan manfaat bagi
kehidupan. Tumbuhan berperan penting sebagai sumber pangan, sandang, papan,
hingga obat-obatan. Seperti halnya zaitun dan kurma yang dikenal memiliki
manfaat besar bagi manusia, daun jeruk bali juga diyakini memiliki

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah haditsnya,
bersabda;
حَدَّثَنَا هَارُونُ
بْنُ مَعْرُو „ف وَأَبُو
الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى
قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْ „ب أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَ ِ'بهِ بْنِ سَعِي „د عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِ „ر عَنْ رَسُولِ اَِّللّ صَلَّى
اَّللُّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
لِكُ ِ'ل دَا „ء دَوَاءٌ فَإِذَا
أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ
اَِّللّ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya:
Telah menceritakan
kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka
berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu
Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari 'Abdu
Rabbih bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya.
Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah
penyakit itu dengan
izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).
Hadis tersebut memberikan isyarat bahwa seorang muslim
diperbolehkan untuk berupaya
mengobati penyakit yang dideritanya. Karena
pada dasarnya, setiap penyakit pasti memiliki obatnya. Apabila pengobatan yang
dilakukan sesuai dan tepat sasaran terhadap penyebab penyakit, maka dengan izin
Allah swt., kesembuhan akan diperoleh. Namun, proses penyembuhan bisa saja
memerlukan waktu lebih lama apabila penyebab penyakit belum teridentifikasi secara jelas atau obat yang sesuai belum ditemukan (Badrudin, 2019).
Hadis tersebut menggarisbawahi bahwa setiap penyakit
pasti memiliki penawarnya,
dan kesembuhan merupakan hasil dari ikhtiar manusia yang disertai dengan izin
Allah swt. Penelitian ini menjadi salah satu bentuk usaha

Rabu, 24 Juni 2026
TINJAUAN ISLAMI KEFARMASIAN
Uji
Aktivitas Daya Hambat Biofilm Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera
cordifolia)
Tinjauan Islami
Manusia dan tumbuh-tumbuhan sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Keberadan
tumbuh-tumbuhan merupakan keberkahan dan nikmat dari Allah Swt yang diberikan
kepada seluruh makhluknya (Rizal, 2020). Keanekaragaman tumbuhan merupakan
salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat
Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan
pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak manfaat
sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah di atas
bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan, dengan
itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah SWT.
terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani, 2014).
Allah SWT berfirman dalam surah Thaha ayat 20/ 53 :
الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ
مَهۡدًا وَّسَلَكَ لَـكُمۡ فِيۡهَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً
ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Terjemahnya :
“(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai
hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang
menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air
hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama,
2019).
Berkenan ayat diatas M.Quraish Shihab dalam
tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa yakni Allah SWT. “Yang telah menjadikan bagi
kamu”, wahai Fir’aun dan seluruh manusia sebagian besar “bumi sebagai hamparan”
dan menjadikan sebagian kecil lainnya gunung-gunung untuk menjaga kestabilan
bumi “Yang telah menjadikan bagi kamu di bumi itu jalan jalan yang mudah kamu
tempuh, dan menurunkan dari langit air”, yakni hujan, sehingga tercipta
sungai-sungai dan danau, “maka kami tumbuhkan dengannya”, yakni dengan perantara
hujan itu, “berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan serta bentuk, rasa, warna dan
manfaatnya (Shihab, 2002).
Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui
bahwa salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yaitu menciptakan berbagai
macam-macam tumbuhan yang didalamnya terdapat banyak manfaat baik sebagai
makanan dan sebagai pengobatan penyakit. Masyarakat Indonesia sendiri banyak
memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan untuk pengobatan dan juga sebagai bahan
makanan. Termasuk daun binahong yang digunakan pada penelitian ini merupakan
anugerah Allah yang memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan. Daun
binahong mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat
dimanfaatkan sebagai agen antibiofilm dan antibakteri.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’la/87 : 2-3
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَّٰيى وَالَّذِيْ
قَدَّرَ فَىَٰدى
Terjemahnya
:
“Yang menciptakan dan menyempurnakan
(penciptaan-Nya) (2). Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi
petunjuk (3)” (Kementerian Agama, 2019).
Berdasarkan hadits
diatas menurut tafsir Al-Mishbah yaitu mengenai kemahatinggian Allah SWT.
kemahatinggian Allah adalah Dia yang menciptakan semua mahluk dan
menyempurnakannya juga menentukan kadar masing-masing serta memberi petunjuk.
Atas kuasa-Nya segala mahluk dapat melaksanakan fungsi yang dituntut darinya
dalam rangka tujuan penciptanya. Sejalan dengan hal ini, tafsir An-Nuur (Ash
Shiddieqy, 2000) menyebutkan bahwa Allah SWT telah menentukan jangka jangka
segala sesuatu sehingga tiap-tiap mahluk dapat memberikan manfaat kepada mahluk
yang lainnya.
Makna ayat di atas
dari sisi biologi melalui fenomena dalam mikrobiologi masing- masing
mikroorganisme memiliki peran yang melekat pada dirinya masing- masing sehingga
dapat tercipta suatu keseimbangan di alam. Dalam penelitian ini, bakteri Staphylococcus
aureus dan Eschericia coli merupakan bakteri penyebab penyakit yang
dapat membentuk biofilm.
Ketika sakit manusia
diperintahkan Allah untuk senantiasa bertawakal dan berikhtiar. Salah satu
bentuk ikhtiar sedang berusaha mencari pengobatan yang tepat hingga mendapatkan
rahmat kesembuhan dari Allah. Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk berobat
tatkala ditimpa penyakit.
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ
وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ
أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ
عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ
الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya
:
"Telah menceritakan kepada kami Harun bin
Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah
menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu
Ibnu Al
Harits dari 'Abdu Rabbih
bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Setiap penyakit pasti memiliki
obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan
seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala" (HR. Muslim no 4084).
Dari hadis tersebut
Rasulullah menjelaskan bahwa semua penyakit ada obatnya. Obat yang digunakan
tepat dengan sumber penyakitnya maka dengan izin Allah penyakit tersebut akan
sembuh. Untuk menemukan suatu obat yang tepat diperlukan berbagai penelitian dan
percobaan. Pemilihan obat yang tepat diawali dengan memilih bahan yang
potensial, diantaranya dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber obat
yang tersedia melimpah di alam dan memiliki berbagai kandungan senyawa aktif
dengan aktivitas farmakologis yang luas. Semua bagian dari tumbuhan dapat
dimanfaatkan sebagai obat, tergantung kebutuhan yang diperlukan.
Selasa, 16 Juni 2026
Tinjauan Islam Tumbuhan Sebagai Obat
Tinjauan Islam
Keanekaragaman
tumbuhan merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai
bahan pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak
manfaat sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah
di atas bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan,
dengan itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah
SWT. terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani,
2014). Berdasarkan hal tersebut, Allah swt. berfirman dalam QS. Thaha/20:53 yang berbunyi:
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ
فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ
اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Terjemahnya:
“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan
meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari
langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam
tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama, 2019)
Berdasarkan
ayat tersebut, Allah swt. Menciptakan hamparan yang luas dengan macam
tumbuh-tumbuhan untuk dimanfaatkan manusia. Tumbuhan menjadi rezeki bagi
makhluk hidup karena merupakan bahan pangan, bahan sandang, papan dan bahan
obat-obatan. Begitu banyak manfaat tumbuh-tumbuhan bagi makhluk hidup lain,
sedangkan tumbuhan adalah makhluk yang tidak pernah mengharapkan balasan dari
makhluk lain. Oleh sebab itu, pada penelitian yang akan dilakukan adalah
memanfaatkan tumbuhan parang romang sebagai upaya pengobatan antidiabetes.
penelitian ini dapat terjadi dengan adanya izin Allah swt.
Dalam Islam,
manusia yang sakit dianjurkan untuk berobat kepada yang ahlinya. Obat yang
dianjurkan oleh syariat islam ialah obat yang sesuai dengan penyakit yang
diderita. Sebagaimana sebuah ayat yang sering dikaitkan dengan konsep
penyembuhan dan pengobatan adalah QS. Al-Isra,
ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Terjemahnya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman. Dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim,
selain kerugian” (Kementerian Agama, 2019).
Ayat ini
menyatakan bahwa Al-Quran bukan hanya sekadar kitab petunjuk, tetapi juga
merupakan sumber penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Pengertian
ini dapat dipahami secara harfiah dalam arti spiritual, bahwa ajaran-ajaran
Al-Quran memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan
rohani, serta memberikan ketenangan dan harapan kepada orang-orang yang
mempercayainya (Kemenag, 2019)
Selain
surat di atas, penanganan berbagai jenis penyakit juga telah diperjelas oleh
hadits Rasulullah saw:
قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا وَقَدْ أَنْزَلَ
مَعَهُ دَوَاءً ، جَهِلَهُ مِنْكُمْ مَنْ جَهِلَهُ ، وَعَلِمَهُ
مِنْكُمْ مَنْ عَلِمَهُ
Artinya:
“Rasulullah saw. bersabda: sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit
kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui
bagi orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui bagi orang yang
mengetahuinya.” (HR.Ahmad no. 413 dan 453)
Hadits di
atas menjelaskan bahwa Allah swt telah menurunkan penyakit di muka bumi ini
disertai dengan obat penawarnya, tidak ada penyakit yang diciptakan olehnya
tanpa ada obatnya. Tetapi ada beberapa umat yang mengetahui obat dari penyakit
tersebut dan ada pula yang tidak mengetahuinya. Tergantung bagaimana manusia
memahami obat dari penyakit tersebut. Hubungan hadits ini dengan penelitian
yaitu pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas untuk mengetahui apakah tumbuhan
bunga parang romang tersebut dapat mengobati penyakit Diabetes Melitus. Inilah
salah satu upaya yang dilakukan untuk menemukan obat dari penyakit tersebut
(Ar-Rumaikhon, 2008).
Integrasi ayat terkait kemanfaatan tumbuhan
Tinjauan Islami Terkait Tumbuhan Obat
Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk
menuntut ilmu dan memanfaatkannya demi kemaslahatan umat, termasuk dalam bidang
ilmu pengetahuan alam seperti penelitian terhadap tumbuhan obat. Islam
memandang bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk tumbuh-tumbuhan,
merupakan ciptaan Allah SWT yang mengandung hikmah dan manfaat bagi kehidupan
manusia. Upaya memahami kandungan dan khasiat tumbuhan melalui penelitian
ilmiah, seperti pengkajian aktivitas antioksidan wortel (Daucus carota L.),
merupakan bentuk nyata dari rasa syukur dan pengamalan perintah Allah SWT untuk
mempelajari tanda-tanda kebesaran-Nya di alam. Dengan memanfaatkan tumbuhan
secara bijaksana dan sesuai tuntunan syariat, manusia tidak hanya memperoleh
manfaat kesehatan di dunia, tetapi juga pahala dan kebahagiaan di akhirat
karena telah menjaga dan mengelola ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab.
Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh ciptaan
Allah di bumi diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka dapat mengambil
pelajaran dan mensyukurinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.
Thaha/20: 53.
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا
وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ
السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰ٥٣
Terjemahnya
:
“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi
sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan
air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu)
beraneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kemenag, 2023).
Menurut Tafsir
Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab Volume 8, firman Allah bagian ayat “Dia
menurunkan dari langit air; maka Kami tumbuhkan dengannya berjenis-jenis
tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” menggambarkan kasih sayang dan bimbingan
Allah SWT. kepada manusia serta makhluk lainnya, agar mereka dapat memanfaatkan
hasil bumi seperti buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidup. Di
dalamnya tersirat bahwa Allah SWT. memberi hidayah kepada langit agar
menurunkan hujan, kepada hujan agar turun dengan teratur, dan kepada
tumbuh-tumbuhan agar tumbuh serta berkembang sesuai ketentuan-Nya. Adapun pada
firman – Nya “Dia yang telah menjadikan bagi kamu bumi sebagai hamparan”
menunjukkan keagungan dan keajaiban ciptaan Allah dalam menumbuhkan berbagai
jenis tumbuhan dengan bentuk, warna, dan rasa yang berbeda-beda. Hal ini agar
manusia merenungkan kebesaran Allah SWT serta memperhatikan tanda-tanda
kekuasaan-Nya melalui tumbuh-tumbuhan yang telah diciptakan-Nya (Shihab, 2002).
Ayat ini menggambarkan
keteraturan sistem alam yang diciptakan Allah, di mana setiap unsur seperti
air, tanah, dan cahaya berperan dalam menentukan pertumbuhan serta sifat
tumbuhan. Makna ini memiliki keterkaitan erat dengan penelitian ilmiah terhadap
tumbuhan, termasuk kajian terhadap wortel yang tumbuh pada kondisi lingkungan
berbeda. Perbedaan lokasi tumbuh yang memengaruhi kadar metabolit sekunder dan
aktivitas antioksidan wortel menunjukkan adanya sunnatullah atau hukum alam
yang Allah tetapkan dalam proses penciptaan makhluk hidup. Dengan meneliti
perbedaan aktivitas antioksidan wortel berdasarkan tumbuh, manusia sebenarnya sedang mempelajari
tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tampak melalui variasi biologis dan
kimiawi ciptaan-Nya.
Al-Qur’an juga
menegaskan pentingnya memperhatikan, meneliti, dan memanfaatkan tumbuhan
sebagai salah satu tanda kebesaran serta kekuasaan Allah SWT. Prinsip ini
menjadi dasar bagi manusia untuk terus meneliti keanekaragaman hayati, baik
untuk kebutuhan pangan maupun pengobatan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah
SWT dalam QS. Asy - Syu’araa/26:7.
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ
اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ٧
Terjemahnya:
‘’Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi,
berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh- tumbuhan
yang baik?’’ (Kemenag, 2023).
Ayat tersebut
menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT., telah menumbuhkan berbagai macam
tumbuhan untuk dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya. Menurut Quraish Shihab
dalam tafsir Al-Misbah edisi 10 tahun 2002 dijelaskan bahwa di awal ayat ini,
beliau berkata: "awalam yara ila al-ardh", yang berarti mereka tidak
melihat ke bumi. Kata “ila” mengandung makna batas akhir. Ia berfungsi untuk
memperluas pandangan hingga batas akhir, jadi ayat ini mengundang manusia untuk
mengarahkan pandangan mereka hingga batas kemampuan mereka untuk melihat
seluruh bumi dengan semua jenis tumbuhan dan tanahnya, serta semua keajaiban
yang ada di dalamnya. Kata ”karim” digambarkan sebagai segala sesuatu yang baik
bagi setiap objek yang disifatinya. Subur dan bermanfaat merupakan salah satu
bagian dari tumbuhan yang baik (Shihab, 2002).
Makna QS. Asy-Syu’araa/26:7
tidak hanya menegaskan keindahan dan keberagaman tumbuhan ciptaan Allah SWT,
tetapi juga mengandung pesan agar manusia merenungi manfaat yang tersimpan di
dalamnya. Setiap tumbuhan yang tumbuh di bumi membawa kebaikan, baik sebagai
sumber pangan maupun pengobatan, sesuai dengan kehendak Allah. Dalam konteks
ilmiah, salah satu bentuk kebaikan tersebut terwujud dalam kandungan senyawa
antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat
radikal bebas. Penelitian terhadap aktivitas antioksidan wortel (Daucus
carota L.) merupakan wujud nyata dari upaya manusia dalam menggali hikmah
di balik penciptaan tumbuhan yang “baik” sebagaimana disebutkan dalam ayat
tersebut. Variasi aktivitas antioksidan yang dihasilkan dari perbedaan lokasi
tumbuh menunjukkan bagaimana Allah SWT menanamkan keseimbangan dan keberagaman
potensi dalam ciptaan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bernilai
ilmiah, tetapi juga menjadi bentuk pengamalan perintah Allah untuk memperhatikan
dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan-Nya sebagai sarana menjaga
kesehatan dan kehidupan manusia.
Pemanfaatan tumbuhan
sebagai obat tidak hanya selaras dengan ajaran Al-Qur’an yang mendorong manusia
untuk memanfaatkan ciptaan Allah SWT secara bijaksana, tetapi juga sejalan
dengan ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya ikhtiar dalam mencari kesembuhan
dan pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi salah satu cara dalam memerolah
kesembuhan.
Hal
ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Muslim Nomor 4084
yang berbunyi.
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ
وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ
أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ
عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ
الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya
:
“Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin
'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku
'Amru yaitu Ibnu Al Harits dari 'Abdu Rabbih bin Sa'id dari Abu Az - Zubair dari Jabir dari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap
penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu
penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza
wajalla." (HR. Muslim Nomor 4084).
Hadis tersebut mengandung pesan mendalam bahwa Allah SWT tidak
menurunkan suatu penyakit kecuali telah menyediakan obatnya di muka bumi.
Prinsip ini mendorong manusia untuk terus berikhtiar melalui penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan guna menemukan serta memanfaatkan berbagai
potensi yang terdapat di alam. Dalam konteks kesehatan, salah satu bentuk
ikhtiar tersebut adalah penelitian terhadap tanaman yang mengandung senyawa
bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Wortel merupakan
salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan antioksidan yang berperan
dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini diketahui bahwa aktivitas antioksidan ekstrak wortel
berbeda berdasarkan lokasi tumbuhnya, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan
dapat memengaruhi potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciptaan Allah SWT sangat bermanfaat dapat
dikaji dan dibuktikan
melalui pendekatan ilmiah. Dengan demikian, hadis ini relevan dimana upaya manusia
dalam menggali, memahami, dan memanfaatkan potensi alam yang telah Allah SWT
sediakan sebagai salah satu tumbuhan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
-
KUIS MODUL 13 Apa yang dimaksud dengan blog dan apa tujuan utama pembuatan blog? Sebutkan dua platform blog populer yang dapat digunakan...
-
TUGAS MID MEDIA KLP ( A B C D) 1. Buat tulisan sebanyak 700 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2. Tugas mi...
-
TUGAS MID AKIDAH AKHLAK PGMI KLP ( A B C D) 1. Ketik buat tulisan sebanyak 500 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2...


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
