Rosdiana Rasyid
Senin, 29 Juni 2026
Kamis, 25 Juni 2026
Integrasi ayat ttg aktivitas antioksidan Buah sebagai Penyembuh terhadap Penyakit
Tinjauan Islami Tentang
Manfaat Tumbuhan
Allah Swt.
telah menciptakan seluruh alam semesta, termasuk bumi dan segala isinya,
dalam bentuk yang paling sempurna. Proses penciptaan segala sesuatu yang ada di
bumi, termasuk makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, memiliki maksud dan
manfaat tertentu yang tidak sepenuhnya dapat
dipahami oleh akal manusia. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt.
dalam QS. Thaha/20:53
الَّذِيْ جَعَلَ
لَكُمُ الْرَْْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ
فِيْهَا سُبُلًً وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ
مَاۤءًًۗ فَاَخْرَجْنَا بِ ,هٖٓ اَزْوَاجًا ِ'منْ نَّبَاتٍ
شَّٰتى

“(Dialah Tuhan)
yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di
atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami
menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka
macam tumbuh-tumbuhan.” (Thaha/20:53) (Kemenag, 2019).
Menurut Tafsir Quraish Shihab, segala jenis tumbuhan
merupakan ciptaan Allah Swt. sebagai bagian
dari tanda-tanda kekuasaan
dan kebesaran-Nya. Allah
menunjukkan kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan-Nya, termasuk bumi dan
seluruh isinya. Hanya Allah pula yang menurunkan hujan dari langit dan dengan
itu menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda dalam bentuk, warna, aroma, khasiat,
dan manfaat. Oleh karena
itu, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki
tanggung jawab untuk meneliti
serta menggali potensi tumbuhan guna pengobatan dan menjaga kesehatan. Setiap
penyakit memiliki obatnya, sehingga manusia dituntut untuk terus mengkaji kandungan dan manfaat tumbuhan sebagai bahan
dasar pembuatan obat. (Shihab, 2002).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan
tumbuhan dengan berbagai manfaat,
termasuk untuk kesehatan. Menurut Tafsir Quraish Shihab, keberagaman bentuk, warna,
aroma, khasiat, dan kegunaan tumbuhan merupakan bukti dari kebesaran-Nya. Dalam kaitannya dengan
penelitian ini, daun jeruk
bali termasuk salah satu tumbuhan yang memiliki potensi besar untuk
dimanfaatkan, seperti sebagai sumber antioksidan. Sebagaimana dijelaskan dalam
tafsir, Allah menurunkan hujan yang memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis
tanaman. Penelitian ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan perintah
Allah untuk menggali dan memanfaatkan ciptaan-Nya secara ilmiah, berdasarkan keyakinan bahwa “setiap
penyakit ada obatnya.” Dengan
demikian, studi terhadap
komponen kimia dalam
daun jeruk bali mencerminkan usaha manusia dalam memahami manfaat
yang Allah
sediakan melalui tumbuhan untuk menunjang kesejahteraan dan kesehatan umat manusia.

يُنْْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْعَْْنَابَ وَمِنْ كُ ِ'ل الثَّمَٰرتًِۗ اِنَّ فِيْ ٰذلِكَ َٰليَْةً لِ'قَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Terjemahnya :
Dengan (air hujan)
itu Dia menumbuhkan untukmu
tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Allah) bagi orang yang berpikir. (An-Nahl/16:11)
Ayat ini menyebut beberapa jenis tumbuhan yang memiliki
manfaat besar dan dikenal luas oleh masyarakat Arab, tempat turunnya Al-Qur’an.
Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman dengan perantara air hujan, mulai dari
tumbuhan yang cepat layu hingga yang berumur panjang dan banyak kegunaannya. Di antara tumbuhan
tersebut adalah pohon zaitun yang terkenal dengan umur panjangnya,
pohon kurma yang dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah maupun matang, mudah
dipanen, serta kaya akan nutrisi dan energi. Juga disebutkan anggur, yang dapat
diolah menjadi makanan yang halal atau bahkan minuman yang haram jika
disalahgunakan, serta beragam jenis buah-buahan lainnya. Semua itu merupakan
bukti nyata dari kekuasaan Allah yang Maha Tunggal dan Maha Kuasa, sebagaimana
tampak dari proses turunnya hujan dan hasil-hasil yang ditumbuhkannya (Shihab, 2002).
Ayat tersebut memberikan dorongan kepada manusia untuk
meneliti, memanfaatkan, dan memahami berbagai jenis tumbuhan yang telah Allah
ciptakan sebagai bentuk
rezeki, yaitu sesuatu yang memberikan manfaat bagi
kehidupan. Tumbuhan berperan penting sebagai sumber pangan, sandang, papan,
hingga obat-obatan. Seperti halnya zaitun dan kurma yang dikenal memiliki
manfaat besar bagi manusia, daun jeruk bali juga diyakini memiliki

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah haditsnya,
bersabda;
حَدَّثَنَا هَارُونُ
بْنُ مَعْرُو „ف وَأَبُو
الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى
قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْ „ب أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَ ِ'بهِ بْنِ سَعِي „د عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِ „ر عَنْ رَسُولِ اَِّللّ صَلَّى
اَّللُّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
لِكُ ِ'ل دَا „ء دَوَاءٌ فَإِذَا
أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ
اَِّللّ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya:
Telah menceritakan
kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka
berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu
Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari 'Abdu
Rabbih bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya.
Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah
penyakit itu dengan
izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).
Hadis tersebut memberikan isyarat bahwa seorang muslim
diperbolehkan untuk berupaya
mengobati penyakit yang dideritanya. Karena
pada dasarnya, setiap penyakit pasti memiliki obatnya. Apabila pengobatan yang
dilakukan sesuai dan tepat sasaran terhadap penyebab penyakit, maka dengan izin
Allah swt., kesembuhan akan diperoleh. Namun, proses penyembuhan bisa saja
memerlukan waktu lebih lama apabila penyebab penyakit belum teridentifikasi secara jelas atau obat yang sesuai belum ditemukan (Badrudin, 2019).
Hadis tersebut menggarisbawahi bahwa setiap penyakit
pasti memiliki penawarnya,
dan kesembuhan merupakan hasil dari ikhtiar manusia yang disertai dengan izin
Allah swt. Penelitian ini menjadi salah satu bentuk usaha

Rabu, 24 Juni 2026
TINJAUAN ISLAMI KEFARMASIAN
Uji
Aktivitas Daya Hambat Biofilm Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera
cordifolia)
Tinjauan Islami
Manusia dan tumbuh-tumbuhan sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Keberadan
tumbuh-tumbuhan merupakan keberkahan dan nikmat dari Allah Swt yang diberikan
kepada seluruh makhluknya (Rizal, 2020). Keanekaragaman tumbuhan merupakan
salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat
Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan
pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak manfaat
sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah di atas
bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan, dengan
itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah SWT.
terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani, 2014).
Allah SWT berfirman dalam surah Thaha ayat 20/ 53 :
الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ
مَهۡدًا وَّسَلَكَ لَـكُمۡ فِيۡهَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً
ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Terjemahnya :
“(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai
hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang
menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air
hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama,
2019).
Berkenan ayat diatas M.Quraish Shihab dalam
tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa yakni Allah SWT. “Yang telah menjadikan bagi
kamu”, wahai Fir’aun dan seluruh manusia sebagian besar “bumi sebagai hamparan”
dan menjadikan sebagian kecil lainnya gunung-gunung untuk menjaga kestabilan
bumi “Yang telah menjadikan bagi kamu di bumi itu jalan jalan yang mudah kamu
tempuh, dan menurunkan dari langit air”, yakni hujan, sehingga tercipta
sungai-sungai dan danau, “maka kami tumbuhkan dengannya”, yakni dengan perantara
hujan itu, “berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan serta bentuk, rasa, warna dan
manfaatnya (Shihab, 2002).
Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui
bahwa salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yaitu menciptakan berbagai
macam-macam tumbuhan yang didalamnya terdapat banyak manfaat baik sebagai
makanan dan sebagai pengobatan penyakit. Masyarakat Indonesia sendiri banyak
memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan untuk pengobatan dan juga sebagai bahan
makanan. Termasuk daun binahong yang digunakan pada penelitian ini merupakan
anugerah Allah yang memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan. Daun
binahong mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat
dimanfaatkan sebagai agen antibiofilm dan antibakteri.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’la/87 : 2-3
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَّٰيى وَالَّذِيْ
قَدَّرَ فَىَٰدى
Terjemahnya
:
“Yang menciptakan dan menyempurnakan
(penciptaan-Nya) (2). Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi
petunjuk (3)” (Kementerian Agama, 2019).
Berdasarkan hadits
diatas menurut tafsir Al-Mishbah yaitu mengenai kemahatinggian Allah SWT.
kemahatinggian Allah adalah Dia yang menciptakan semua mahluk dan
menyempurnakannya juga menentukan kadar masing-masing serta memberi petunjuk.
Atas kuasa-Nya segala mahluk dapat melaksanakan fungsi yang dituntut darinya
dalam rangka tujuan penciptanya. Sejalan dengan hal ini, tafsir An-Nuur (Ash
Shiddieqy, 2000) menyebutkan bahwa Allah SWT telah menentukan jangka jangka
segala sesuatu sehingga tiap-tiap mahluk dapat memberikan manfaat kepada mahluk
yang lainnya.
Makna ayat di atas
dari sisi biologi melalui fenomena dalam mikrobiologi masing- masing
mikroorganisme memiliki peran yang melekat pada dirinya masing- masing sehingga
dapat tercipta suatu keseimbangan di alam. Dalam penelitian ini, bakteri Staphylococcus
aureus dan Eschericia coli merupakan bakteri penyebab penyakit yang
dapat membentuk biofilm.
Ketika sakit manusia
diperintahkan Allah untuk senantiasa bertawakal dan berikhtiar. Salah satu
bentuk ikhtiar sedang berusaha mencari pengobatan yang tepat hingga mendapatkan
rahmat kesembuhan dari Allah. Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk berobat
tatkala ditimpa penyakit.
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ
وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ
أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ
عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ
الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya
:
"Telah menceritakan kepada kami Harun bin
Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah
menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu
Ibnu Al
Harits dari 'Abdu Rabbih
bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Setiap penyakit pasti memiliki
obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan
seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala" (HR. Muslim no 4084).
Dari hadis tersebut
Rasulullah menjelaskan bahwa semua penyakit ada obatnya. Obat yang digunakan
tepat dengan sumber penyakitnya maka dengan izin Allah penyakit tersebut akan
sembuh. Untuk menemukan suatu obat yang tepat diperlukan berbagai penelitian dan
percobaan. Pemilihan obat yang tepat diawali dengan memilih bahan yang
potensial, diantaranya dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber obat
yang tersedia melimpah di alam dan memiliki berbagai kandungan senyawa aktif
dengan aktivitas farmakologis yang luas. Semua bagian dari tumbuhan dapat
dimanfaatkan sebagai obat, tergantung kebutuhan yang diperlukan.
Selasa, 16 Juni 2026
Tinjauan Islam Tumbuhan Sebagai Obat
Tinjauan Islam
Keanekaragaman
tumbuhan merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai
bahan pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak
manfaat sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah
di atas bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan,
dengan itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah
SWT. terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani,
2014). Berdasarkan hal tersebut, Allah swt. berfirman dalam QS. Thaha/20:53 yang berbunyi:
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ
فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ
اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Terjemahnya:
“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan
meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari
langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam
tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama, 2019)
Berdasarkan
ayat tersebut, Allah swt. Menciptakan hamparan yang luas dengan macam
tumbuh-tumbuhan untuk dimanfaatkan manusia. Tumbuhan menjadi rezeki bagi
makhluk hidup karena merupakan bahan pangan, bahan sandang, papan dan bahan
obat-obatan. Begitu banyak manfaat tumbuh-tumbuhan bagi makhluk hidup lain,
sedangkan tumbuhan adalah makhluk yang tidak pernah mengharapkan balasan dari
makhluk lain. Oleh sebab itu, pada penelitian yang akan dilakukan adalah
memanfaatkan tumbuhan parang romang sebagai upaya pengobatan antidiabetes.
penelitian ini dapat terjadi dengan adanya izin Allah swt.
Dalam Islam,
manusia yang sakit dianjurkan untuk berobat kepada yang ahlinya. Obat yang
dianjurkan oleh syariat islam ialah obat yang sesuai dengan penyakit yang
diderita. Sebagaimana sebuah ayat yang sering dikaitkan dengan konsep
penyembuhan dan pengobatan adalah QS. Al-Isra,
ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Terjemahnya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman. Dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim,
selain kerugian” (Kementerian Agama, 2019).
Ayat ini
menyatakan bahwa Al-Quran bukan hanya sekadar kitab petunjuk, tetapi juga
merupakan sumber penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Pengertian
ini dapat dipahami secara harfiah dalam arti spiritual, bahwa ajaran-ajaran
Al-Quran memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan
rohani, serta memberikan ketenangan dan harapan kepada orang-orang yang
mempercayainya (Kemenag, 2019)
Selain
surat di atas, penanganan berbagai jenis penyakit juga telah diperjelas oleh
hadits Rasulullah saw:
قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا وَقَدْ أَنْزَلَ
مَعَهُ دَوَاءً ، جَهِلَهُ مِنْكُمْ مَنْ جَهِلَهُ ، وَعَلِمَهُ
مِنْكُمْ مَنْ عَلِمَهُ
Artinya:
“Rasulullah saw. bersabda: sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit
kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui
bagi orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui bagi orang yang
mengetahuinya.” (HR.Ahmad no. 413 dan 453)
Hadits di
atas menjelaskan bahwa Allah swt telah menurunkan penyakit di muka bumi ini
disertai dengan obat penawarnya, tidak ada penyakit yang diciptakan olehnya
tanpa ada obatnya. Tetapi ada beberapa umat yang mengetahui obat dari penyakit
tersebut dan ada pula yang tidak mengetahuinya. Tergantung bagaimana manusia
memahami obat dari penyakit tersebut. Hubungan hadits ini dengan penelitian
yaitu pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas untuk mengetahui apakah tumbuhan
bunga parang romang tersebut dapat mengobati penyakit Diabetes Melitus. Inilah
salah satu upaya yang dilakukan untuk menemukan obat dari penyakit tersebut
(Ar-Rumaikhon, 2008).
-
KUIS MODUL 13 Apa yang dimaksud dengan blog dan apa tujuan utama pembuatan blog? Sebutkan dua platform blog populer yang dapat digunakan...
-
TUGAS MID MEDIA KLP ( A B C D) 1. Buat tulisan sebanyak 700 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2. Tugas mi...
-
TUGAS MID AKIDAH AKHLAK PGMI KLP ( A B C D) 1. Ketik buat tulisan sebanyak 500 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2...


.jpeg)





.jpeg)
.jpeg)






.jpeg)



.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
