Kamis, 25 Juni 2026

Pengembangan Profesionalitas Guru dan Literasi Digital

 


















Integrasi ayat ttg aktivitas antioksidan Buah sebagai Penyembuh terhadap Penyakit

 

Tinjauan Islami Tentang Manfaat Tumbuhan

Allah Swt. telah menciptakan seluruh alam semesta, termasuk bumi dan segala isinya, dalam bentuk yang paling sempurna. Proses penciptaan segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, memiliki maksud dan manfaat tertentu yang tidak sepenuhnya dapat dipahami oleh akal manusia. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt. dalam QS. Thaha/20:53


 

 

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْرَْْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًً وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًًۗ فَاَخْرَجْنَا بِ ,هٖٓ اَزْوَاجًا ِ'منْ نَّبَاتٍ شَّٰتى

Terjemahnya :

“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam tumbuh-tumbuhan.” (Thaha/20:53) (Kemenag, 2019).

Menurut Tafsir Quraish Shihab, segala jenis tumbuhan merupakan ciptaan Allah Swt. sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Allah menunjukkan kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan-Nya, termasuk bumi dan seluruh isinya. Hanya Allah pula yang menurunkan hujan dari langit dan dengan itu menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda dalam bentuk, warna, aroma, khasiat, dan manfaat. Oleh karena itu, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk meneliti serta menggali potensi tumbuhan guna pengobatan dan menjaga kesehatan. Setiap penyakit memiliki obatnya, sehingga manusia dituntut untuk terus mengkaji  kandungan  dan  manfaat  tumbuhan  sebagai  bahan dasar pembuatan obat. (Shihab, 2002).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan tumbuhan dengan berbagai manfaat, termasuk untuk kesehatan. Menurut Tafsir Quraish Shihab, keberagaman bentuk, warna, aroma, khasiat, dan kegunaan tumbuhan merupakan bukti dari kebesaran-Nya. Dalam kaitannya dengan penelitian ini, daun jeruk bali termasuk salah satu tumbuhan yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan, seperti sebagai sumber antioksidan. Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir, Allah menurunkan hujan yang memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman. Penelitian ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan perintah Allah untuk menggali dan memanfaatkan ciptaan-Nya secara ilmiah, berdasarkan keyakinan bahwa “setiap penyakit ada obatnya.” Dengan demikian, studi terhadap komponen kimia dalam daun jeruk bali mencerminkan usaha manusia dalam memahami manfaat yang Allah


sediakan     melalui     tumbuhan     untuk      menunjang                        kesejahteraan                  dan kesehatan umat manusia.

Allah SWT berfirman di dalam QS. An-Nahl/16:11

يُنْْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْعَْْنَابَ وَمِنْ كُ ِ'ل الثَّمَٰرتًِۗ اِنَّ فِيْ ٰذلِكَ َٰليَْةً لِ'قَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

 

Terjemahnya :

Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untukmu tumbuh-tumbuhan, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (An-Nahl/16:11)

Ayat ini menyebut beberapa jenis tumbuhan yang memiliki manfaat besar dan dikenal luas oleh masyarakat Arab, tempat turunnya Al-Qur’an. Allah SWT menumbuhkan berbagai tanaman dengan perantara air hujan, mulai dari tumbuhan yang cepat layu hingga yang berumur panjang dan banyak kegunaannya. Di antara tumbuhan tersebut adalah pohon zaitun yang terkenal dengan umur panjangnya, pohon kurma yang dapat dikonsumsi dalam kondisi mentah maupun matang, mudah dipanen, serta kaya akan nutrisi dan energi. Juga disebutkan anggur, yang dapat diolah menjadi makanan yang halal atau bahkan minuman yang haram jika disalahgunakan, serta beragam jenis buah-buahan lainnya. Semua itu merupakan bukti nyata dari kekuasaan Allah yang Maha Tunggal dan Maha Kuasa, sebagaimana tampak dari proses turunnya hujan dan hasil-hasil yang ditumbuhkannya (Shihab, 2002).

Ayat tersebut memberikan dorongan kepada manusia untuk meneliti, memanfaatkan, dan memahami berbagai jenis tumbuhan yang telah Allah ciptakan sebagai bentuk rezeki, yaitu sesuatu yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Tumbuhan berperan penting sebagai sumber pangan, sandang, papan, hingga obat-obatan. Seperti halnya zaitun dan kurma yang dikenal memiliki manfaat besar bagi manusia, daun jeruk bali juga diyakini memiliki


potensi kesehatan, khususnya sebagai sumber antioksidan. Pesan dalam tafsir menyiratkan bahwa setiap tumbuhan mengandung hikmah dan manfaat yang dapat diungkap melalui penelitian ilmiah. Oleh karena itu, studi ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya ilmiah, tetapi juga merupakan bentuk perenungan dan penghayatan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah yang menciptakan dan mengatur alam semesta dengan penuh kebijaksanaan.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah haditsnya,

bersabda;

 

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُو ف وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْ ب أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَ ِ'بهِ بْنِ سَعِي د عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِ ر عَنْ رَسُولِ اَِّللّ صَلَّى اَّللُّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُ ِ'ل دَا ء دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اَِّللّ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari 'Abdu Rabbih bin Sa'id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).

 

Hadis tersebut memberikan isyarat bahwa seorang muslim diperbolehkan untuk berupaya mengobati penyakit yang dideritanya. Karena pada dasarnya, setiap penyakit pasti memiliki obatnya. Apabila pengobatan yang dilakukan sesuai dan tepat sasaran terhadap penyebab penyakit, maka dengan izin Allah swt., kesembuhan akan diperoleh. Namun, proses penyembuhan bisa saja memerlukan waktu lebih lama apabila penyebab penyakit belum teridentifikasi secara jelas atau obat yang sesuai belum ditemukan (Badrudin, 2019).

Hadis tersebut menggarisbawahi bahwa setiap penyakit pasti memiliki penawarnya, dan kesembuhan merupakan hasil dari ikhtiar manusia yang disertai dengan izin Allah swt. Penelitian ini menjadi salah satu bentuk usaha


manusia dalam menggali potensi penyembuhan dari alam, khususnya melalui identifikasi senyawa aktif yang terdapat dalam daun jeruk bali. Dengan melakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidannya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuannya dalam melawan radikal bebas, yang diketahui sebagai pemicu utama berbagai penyakit degeneratif. Upaya ini mencerminkan komitmen ilmiah dalam mencari dan mengembangkan solusi pengobatan yang mendukung proses penyembuhan.

Rabu, 24 Juni 2026

TINJAUAN ISLAMI KEFARMASIAN

 

Uji Aktivitas Daya Hambat Biofilm Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia)

Tinjauan Islami

Manusia dan tumbuh-tumbuhan sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Keberadan tumbuh-tumbuhan merupakan keberkahan dan nikmat dari Allah Swt yang diberikan kepada seluruh makhluknya (Rizal, 2020). Keanekaragaman tumbuhan merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak manfaat sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah di atas bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan, dengan itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah SWT. terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani, 2014).

Allah SWT berfirman dalam surah Thaha ayat 20/ 53 :

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ مَهۡدًا وَّسَلَكَ لَـكُمۡ فِيۡهَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰى    

Terjemahnya :

“(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama, 2019).

Berkenan ayat diatas M.Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa yakni Allah SWT. “Yang telah menjadikan bagi kamu”, wahai Fir’aun dan seluruh manusia sebagian besar “bumi sebagai hamparan” dan menjadikan sebagian kecil lainnya gunung-gunung untuk menjaga kestabilan bumi “Yang telah menjadikan bagi kamu di bumi itu jalan jalan yang mudah kamu tempuh, dan menurunkan dari langit air”, yakni hujan, sehingga tercipta sungai-sungai dan danau, “maka kami tumbuhkan dengannya”, yakni dengan perantara hujan itu, “berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan serta bentuk, rasa, warna dan manfaatnya (Shihab, 2002).

Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwa salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yaitu menciptakan berbagai macam-macam tumbuhan yang didalamnya terdapat banyak manfaat baik sebagai makanan dan sebagai pengobatan penyakit. Masyarakat Indonesia sendiri banyak memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan untuk pengobatan dan juga sebagai bahan makanan. Termasuk daun binahong yang digunakan pada penelitian ini merupakan anugerah Allah yang memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan. Daun binahong mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai agen antibiofilm dan antibakteri.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’la/87 : 2-3

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَّٰيى وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَىَٰدى

Terjemahnya :

“Yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya) (2). Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (3)” (Kementerian Agama, 2019).

Berdasarkan hadits diatas menurut tafsir Al-Mishbah yaitu mengenai kemahatinggian Allah SWT. kemahatinggian Allah adalah Dia yang menciptakan semua mahluk dan menyempurnakannya juga menentukan kadar masing-masing serta memberi petunjuk. Atas kuasa-Nya segala mahluk dapat melaksanakan fungsi yang dituntut darinya dalam rangka tujuan penciptanya. Sejalan dengan hal ini, tafsir An-Nuur (Ash Shiddieqy, 2000) menyebutkan bahwa Allah SWT telah menentukan jangka jangka segala sesuatu sehingga tiap-tiap mahluk dapat memberikan manfaat kepada mahluk yang lainnya.

Makna ayat di atas dari sisi biologi melalui fenomena dalam mikrobiologi masing- masing mikroorganisme memiliki peran yang melekat pada dirinya masing- masing sehingga dapat tercipta suatu keseimbangan di alam. Dalam penelitian ini, bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli merupakan bakteri penyebab penyakit yang dapat membentuk biofilm.

Ketika sakit manusia diperintahkan Allah untuk senantiasa bertawakal dan berikhtiar. Salah satu bentuk ikhtiar sedang berusaha mencari pengobatan yang tepat hingga mendapatkan rahmat kesembuhan dari Allah. Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya untuk berobat tatkala ditimpa penyakit.

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ      

Artinya :

"Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu Ibnu  Al  Harits  dari 'Abdu  Rabbih  bin  Sa'id dari Abu  Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala" (HR. Muslim no 4084).

Dari hadis tersebut Rasulullah menjelaskan bahwa semua penyakit ada obatnya. Obat yang digunakan tepat dengan sumber penyakitnya maka dengan izin Allah penyakit tersebut akan sembuh. Untuk menemukan suatu obat yang tepat diperlukan berbagai penelitian dan percobaan. Pemilihan obat yang tepat diawali dengan memilih bahan yang potensial, diantaranya dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan merupakan sumber obat yang tersedia melimpah di alam dan memiliki berbagai kandungan senyawa aktif dengan aktivitas farmakologis yang luas. Semua bagian dari tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai obat, tergantung kebutuhan yang diperlukan.

Selasa, 16 Juni 2026

Tinjauan Islam Tumbuhan Sebagai Obat

 

Tinjauan Islam

Keanekaragaman tumbuhan merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak manfaat sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah di atas bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan, dengan itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah SWT. terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani, 2014). Berdasarkan hal tersebut, Allah swt. berfirman dalam QS. Thaha/20:53 yang berbunyi:

 

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى

Terjemahnya:

(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama, 2019)

Berdasarkan ayat tersebut, Allah swt. Menciptakan hamparan yang luas dengan macam tumbuh-tumbuhan untuk dimanfaatkan manusia. Tumbuhan menjadi rezeki bagi makhluk hidup karena merupakan bahan pangan, bahan sandang, papan dan bahan obat-obatan. Begitu banyak manfaat tumbuh-tumbuhan bagi makhluk hidup lain, sedangkan tumbuhan adalah makhluk yang tidak pernah mengharapkan balasan dari makhluk lain. Oleh sebab itu, pada penelitian yang akan dilakukan adalah memanfaatkan tumbuhan parang romang sebagai upaya pengobatan antidiabetes. penelitian ini dapat terjadi dengan adanya izin Allah swt.

Dalam Islam, manusia yang sakit dianjurkan untuk berobat kepada yang ahlinya. Obat yang dianjurkan oleh syariat islam ialah obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita. Sebagaimana sebuah ayat yang sering dikaitkan dengan konsep penyembuhan dan pengobatan adalah QS.  Al-Isra, ayat 82:

 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا      

Terjemahnya:

Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan    rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim, selain kerugian” (Kementerian Agama, 2019).

Ayat ini menyatakan bahwa Al-Quran bukan hanya sekadar kitab petunjuk, tetapi juga merupakan sumber penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Pengertian ini dapat dipahami secara harfiah dalam arti spiritual, bahwa ajaran-ajaran Al-Quran memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan rohani, serta memberikan ketenangan dan harapan kepada orang-orang yang mempercayainya (Kemenag, 2019)

Selain surat di atas, penanganan berbagai jenis penyakit juga telah diperjelas oleh hadits Rasulullah saw:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا وَقَدْ أَنْزَلَ

                         مَعَهُ دَوَاءً ، جَهِلَهُ مِنْكُمْ مَنْ جَهِلَهُ ، وَعَلِمَهُ مِنْكُمْ مَنْ عَلِمَهُ                                 

 

Artinya:

Rasulullah saw. bersabda: sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui bagi orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui bagi orang yang mengetahuinya.” (HR.Ahmad no. 413 dan 453)

Hadits di atas menjelaskan bahwa Allah swt telah menurunkan penyakit di muka bumi ini disertai dengan obat penawarnya, tidak ada penyakit yang diciptakan olehnya tanpa ada obatnya. Tetapi ada beberapa umat yang mengetahui obat dari penyakit tersebut dan ada pula yang tidak mengetahuinya. Tergantung bagaimana manusia memahami obat dari penyakit tersebut. Hubungan hadits ini dengan penelitian yaitu pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas untuk mengetahui apakah tumbuhan bunga parang romang tersebut dapat mengobati penyakit Diabetes Melitus. Inilah salah satu upaya yang dilakukan untuk menemukan obat dari penyakit tersebut (Ar-Rumaikhon, 2008).

 

Integrasi ayat terkait kemanfaatan tumbuhan

 

Tinjauan Islami Terkait Tumbuhan Obat

Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu dan memanfaatkannya demi kemaslahatan umat, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan alam seperti penelitian terhadap tumbuhan obat. Islam memandang bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk tumbuh-tumbuhan, merupakan ciptaan Allah SWT yang mengandung hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia. Upaya memahami kandungan dan khasiat tumbuhan melalui penelitian ilmiah, seperti pengkajian aktivitas antioksidan wortel (Daucus carota L.), merupakan bentuk nyata dari rasa syukur dan pengamalan perintah Allah SWT untuk mempelajari tanda-tanda kebesaran-Nya di alam. Dengan memanfaatkan tumbuhan secara bijaksana dan sesuai tuntunan syariat, manusia tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan di dunia, tetapi juga pahala dan kebahagiaan di akhirat karena telah menjaga dan mengelola ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab.

Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh ciptaan Allah di bumi diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka dapat mengambil pelajaran dan mensyukurinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Thaha/20: 53.

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰ۝٥٣

Terjemahnya :

“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kemenag, 2023).

Menurut Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab Volume 8, firman Allah bagian ayat “Dia menurunkan dari langit air; maka Kami tumbuhkan dengannya berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” menggambarkan kasih sayang dan bimbingan Allah SWT. kepada manusia serta makhluk lainnya, agar mereka dapat memanfaatkan hasil bumi seperti buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidup. Di dalamnya tersirat bahwa Allah SWT. memberi hidayah kepada langit agar menurunkan hujan, kepada hujan agar turun dengan teratur, dan kepada tumbuh-tumbuhan agar tumbuh serta berkembang sesuai ketentuan-Nya. Adapun pada firman – Nya “Dia yang telah menjadikan bagi kamu bumi sebagai hamparan” menunjukkan keagungan dan keajaiban ciptaan Allah dalam menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan dengan bentuk, warna, dan rasa yang berbeda-beda. Hal ini agar manusia merenungkan kebesaran Allah SWT serta memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya melalui tumbuh-tumbuhan yang telah diciptakan-Nya (Shihab, 2002).

Ayat ini menggambarkan keteraturan sistem alam yang diciptakan Allah, di mana setiap unsur seperti air, tanah, dan cahaya berperan dalam menentukan pertumbuhan serta sifat tumbuhan. Makna ini memiliki keterkaitan erat dengan penelitian ilmiah terhadap tumbuhan, termasuk kajian terhadap wortel yang tumbuh pada kondisi lingkungan berbeda. Perbedaan lokasi tumbuh yang memengaruhi kadar metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan wortel menunjukkan adanya sunnatullah atau hukum alam yang Allah tetapkan dalam proses penciptaan makhluk hidup. Dengan meneliti perbedaan aktivitas antioksidan wortel berdasarkan  tumbuh, manusia sebenarnya sedang mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tampak melalui variasi biologis dan kimiawi ciptaan-Nya.

Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya memperhatikan, meneliti, dan memanfaatkan tumbuhan sebagai salah satu tanda kebesaran serta kekuasaan Allah SWT. Prinsip ini menjadi dasar bagi manusia untuk terus meneliti keanekaragaman hayati, baik untuk kebutuhan pangan maupun pengobatan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Asy - Syu’araa/26:7.

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ۝٧

Terjemahnya:

‘’Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh- tumbuhan yang baik?’’  (Kemenag, 2023).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT., telah menumbuhkan berbagai macam tumbuhan untuk dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya. Menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah edisi 10 tahun 2002 dijelaskan bahwa di awal ayat ini, beliau berkata: "awalam yara ila al-ardh", yang berarti mereka tidak melihat ke bumi. Kata “ila” mengandung makna batas akhir. Ia berfungsi untuk memperluas pandangan hingga batas akhir, jadi ayat ini mengundang manusia untuk mengarahkan pandangan mereka hingga batas kemampuan mereka untuk melihat seluruh bumi dengan semua jenis tumbuhan dan tanahnya, serta semua keajaiban yang ada di dalamnya. Kata ”karim” digambarkan sebagai segala sesuatu yang baik bagi setiap objek yang disifatinya. Subur dan bermanfaat merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang baik (Shihab, 2002).

Makna QS. Asy-Syu’araa/26:7 tidak hanya menegaskan keindahan dan keberagaman tumbuhan ciptaan Allah SWT, tetapi juga mengandung pesan agar manusia merenungi manfaat yang tersimpan di dalamnya. Setiap tumbuhan yang tumbuh di bumi membawa kebaikan, baik sebagai sumber pangan maupun pengobatan, sesuai dengan kehendak Allah. Dalam konteks ilmiah, salah satu bentuk kebaikan tersebut terwujud dalam kandungan senyawa antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian terhadap aktivitas antioksidan wortel (Daucus carota L.) merupakan wujud nyata dari upaya manusia dalam menggali hikmah di balik penciptaan tumbuhan yang “baik” sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut. Variasi aktivitas antioksidan yang dihasilkan dari perbedaan lokasi tumbuh menunjukkan bagaimana Allah SWT menanamkan keseimbangan dan keberagaman potensi dalam ciptaan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga menjadi bentuk pengamalan perintah Allah untuk memperhatikan dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan-Nya sebagai sarana menjaga kesehatan dan kehidupan manusia.

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tidak hanya selaras dengan ajaran Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk memanfaatkan ciptaan Allah SWT secara bijaksana, tetapi juga sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya ikhtiar dalam mencari kesembuhan dan pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi salah satu cara dalam memerolah kesembuhan.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Muslim Nomor 4084 yang berbunyi.

 

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya :

“Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu Ibnu Al Harits dari 'Abdu Rabbih bin Sa'id dari Abu Az - Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." (HR. Muslim Nomor 4084).

Hadis tersebut mengandung pesan mendalam bahwa Allah SWT tidak menurunkan suatu penyakit kecuali telah menyediakan obatnya di muka bumi. Prinsip ini mendorong manusia untuk terus berikhtiar melalui penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan guna menemukan serta memanfaatkan berbagai potensi yang terdapat di alam. Dalam konteks kesehatan, salah satu bentuk ikhtiar tersebut adalah penelitian terhadap tanaman yang mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.

Wortel merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini diketahui bahwa aktivitas antioksidan ekstrak wortel berbeda berdasarkan lokasi tumbuhnya, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan dapat memengaruhi potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciptaan Allah SWT sangat bermanfaat dapat dikaji dan dibuktikan melalui pendekatan ilmiah. Dengan demikian, hadis ini relevan dimana upaya manusia dalam menggali, memahami, dan memanfaatkan potensi alam yang telah Allah SWT sediakan sebagai salah satu tumbuhan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.