Rosdiana Rasyid
Rabu, 28 Oktober 2026
Rabu, 21 Oktober 2026
Santri Melek Digital, Pilar Menuju Indonesia Emas 2045
Oleh : Dr. Rosdiana Rasyid. M.Pd.I
Dulu, santri identik dengan sarung, peci, dan kitab kuning. Hari ini adalah hari santri setiap 22 Oktober ,ketiganya tetap melekat, tetapi ada satu tambahan: gawai di genggaman.
Perubahan kecil ini menyimpan pertanyaan besar: akankah santri hanya menjadi
pengguna teknologi, atau justru penggeraknya? Peringatan Hari Santri tahun ini
menjawabnya dengan jelas: santri harus tampil menguatkan negeri, termasuk di
ranah digital.
Dunia kini sedang bergerak cepat. Kecerdasan buatan, platform
pembelajaran daring, dan media sosial telah mengubah cara manusia belajar,
bekerja, dan berkomunikasi. Indonesia Emas 2045 menuntut generasi yang
berpengetahuan luas, terampil, berkarakter kuat, dan mampu berinovasi. Santri,
sebagai bagian penting dari generasi muda bangsa, tidak boleh hanya menjadi
penonton dalam perubahan ini.
Teknologi digital membuka pintu yang sangat lebar bagi santri untuk
belajar dan berdakwah. Kitab-kitab klasik kini dapat diakses secara daring,
kajian keislaman bisa diikuti dari mana saja, dan dakwah dapat menjangkau
jutaan orang melalui satu unggahan. Santri yang kreatif dapat menghasilkan
konten edukatif, video kajian singkat, desain grafis bernuansa islami, hingga
membangun usaha berbasis teknologi.
Namun, setiap peluang selalu membawa tantangan. Ruang digital juga
dipenuhi berita bohong, ujaran kebencian, penipuan, dan konten yang merusak
akhlak. Tanpa literasi digital yang memadai, santri bisa terjebak menjadi
penyebar hoaks atau korban kejahatan siber. Karena itu, kemampuan memeriksa
kebenaran informasi, melindungi data pribadi, dan bermedia sosial secara santun
menjadi keterampilan wajib bagi santri masa kini.
Menariknya, Islam telah lama menyiapkan pedoman untuk menghadapi banjir
informasi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا
بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai
orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita
penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum
karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Ayat ini sejatinya adalah fondasi literasi digital yang paling kokoh.
Prinsip tabayyun mengajarkan agar setiap informasi diperiksa sebelum dipercaya,
apalagi dibagikan. Di era ketika satu sentuhan jari dapat menyebarkan kabar ke
ribuan orang dalam hitungan detik, ajaran ini terasa semakin relevan. Santri
yang memegang teguh prinsip tabayyun akan menjadi penyaring informasi yang
andal di tengah masyarakat. Tabayyun juga menuntut kebiasaan menahan diri:
tidak tergesa-gesa membagikan tangkapan layar, judul provokatif, atau potongan
video tanpa konteks. Kebiasaan sederhana ini, bila dilatih sejak di pesantren,
akan membentuk karakter santri yang jernih berpikir dan tidak mudah
terprovokasi.
Selain waspada, santri juga tidak cukup hanya cakap menggunakan
teknologi. Santri harus mampu menjadi kreator: menghasilkan inovasi, menyebarkan
konten positif, dan mengembangkan potensi lokal. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ
أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ath-Thabrani
dalam Al-Mu'jam Al-Ausath, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih
Al-Jami' no. 3289)
Hadis singkat ini menjadi motivasi kuat agar kecakapan digital santri
diarahkan untuk kemaslahatan. Website pesantren yang informatif, aplikasi
pembelajaran Al-Qur'an, konten dakwah yang menyejukkan, hingga usaha kreatif
berbasis pesantren adalah wujud nyata kebermanfaatan tersebut. Inisiatif Santri
Matic yang diangkat Kementerian Agama pada Hari Santri 2026 menjadi contoh baik
bagaimana literasi digital dan kreativitas santri dapat dikembangkan sekaligus
membuka peluang ekonomi kreatif.
Meski demikian, penguatan kompetensi digital tidak berarti meninggalkan
tradisi pesantren. Justru nilai-nilai pesantren, seperti kedisiplinan,
kejujuran, penghormatan kepada guru, dan pembiasaan akhlak mulia, menjadi modal
berharga dalam memanfaatkan teknologi. Kemajuan digital tanpa akhlak hanya akan
melahirkan kecerdasan yang kehilangan arah. Sebaliknya, akhlak yang dipadukan
dengan kecakapan teknologi akan melahirkan generasi yang unggul dan beradab.
Tentu saja, upaya mewujudkan santri melek digital tidak bisa dibebankan
kepada pesantren semata. Pemerintah perlu memperluas akses infrastruktur
teknologi hingga ke pesantren di pelosok desa dan pulau terpencil. Perguruan
tinggi dapat berperan melalui pelatihan dan pendampingan. Masyarakat dan dunia
usaha dapat membuka ruang kolaborasi bagi karya-karya santri. Para kiai dan
ustaz pun memegang peran kunci sebagai teladan, membimbing santri agar
teknologi digunakan untuk ilmu dan dakwah, bukan sekadar hiburan, pimpinan pondok pesantren Annahdlah makassar Prof.Dr.H. Afifuddin Harisah, Lc,M.Ag., beliau mengatakan bahwa santri yang dulu sudah beda santri yang sekarang sudah saatnya melek digital.
Pada akhirnya, santri masa kini dituntut memadukan kedalaman ilmu agama
dengan kecakapan teknologi. Dengan semangat belajar, kreativitas, kemandirian,
dan akhlak mulia, santri bukan hanya siap menyongsong masa depan, tetapi juga
turut membangun Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadaban pada 2045.
Santri
melek digital, berakhlak mulia, berkarya untuk negeri, menuju Indonesia Emas
2045.
terima kasih sudah membaca
PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL 22 OKTOBER 2026
Jumat, 16 Oktober 2026
Kamis, 01 Oktober 2026
WORHSHOP PENYAMAAN PERSEPSI DOSEN PEMBIMBING ,KORDINATOR SEKOLAH DAN GURU PAMONG PLP2 REGULER FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR TAHUN AKADEMIK 2026/2027
Dalam rangka kegiatan workshop Penyamaaan Persepsi Dosen Pembimbing ,Kordinator sekolah dan Guru Pamong PLP 2 Reguler Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027,mengundang Bpk/Ibu untuk menghadiri acara tersebut yg dilaksanakan pada hari Jumat 02 oktober 2026 pukul 08.00 s.d selesai Tempat Zoom Cloud Meeting ID Rapat 977 3005 0986 kode sandi 263132 link :
https://zoom.us/j/97730050986?pwd=ukG1iLmDaHg6iZoXOJzeMbexanLiBb.1
Link Dokumen : https://drive.google.com/drive/folders/1Chtjv0FpFzYuEIjFuGOUVpWd9nGNLUMz?usp=sharing
Ketua Panitia: Dr.Nursalam ,M.Si.
Narasumber I : Dr.H.Muh.Rapi,M.Pd.(Kebijakan FTK tentang Pelaksanaan Dan Teknis Pelaksanaan PLP 2)
Narasumber II: Dr. Eka Damayanti ,S.Psi.,M.A.( Pengenalan Instrumen PLP 2 )
Narasumber III : Dr.Danial, S.Pd.,M.Pd. ( Pengenalan Instrumen PLP 2 Prodi MPI )
Moderator : Dr. Ahmad Syarif Hidayatullah , M.Pd.
Rabu, 30 September 2026
HARI KESAKTIAN PANCASILA KAMIS 01 OKTOBER 2026
Rektor UIN Alauddin Makassar mengundang dengan hormat Bpk/Ibu /Saudari (i) ,untuk menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan pada hari kamis 01 Oktober 2026 pukul 07.30- selesai bertempat dilapangan UpacaraKampus IIUIN Alauddin Makassar sebagai pelaksana Fakultas sains dan Teknologi UIN Aluddin Makassar. yang hadir para ASN berpakain korpri,para pegawai BLU berpakaian Putih,hitam,hadir 15 menit sebelum upacara.
Lampiran Surat Undangan Upacara
Nomor: B-3989/Un.06.2/HM.00/09/2026
Tanggal: 24 September 2026
DAFTAR PEJABAT/PEGAWAI/UNIT KERJA
1. Para Wakil Rektor
2. Para Kepala Biro
3. Para Dekan Fakultas dan Direktur Pascasarjana
4. Ketua dan Sekretaris Senat Akademik
5. Ketua dan Sekretaris Dewan Guru Besar
6. Ketua dan Sekretaris SPI
7. Para Ketua dan Sekretaris Lembaga
8. Wakor dan Sekretaris Kopertais Wilayah VIII
9. Para Wakil Dekan Fakultas dan Wakil Direktur Pascasarjana
10. Direktur dan Sekretaris Ma'had Al-Jami'ah
11. Ketua dan Sekretaris Dewan Kehormatan Universitas
12. Direktur dan Manajer Rumah Sakit UIN
13. Ketua Lembaga Penjamin Halal
14. Para Kepala Pusat pada Lembaga dan UPT
15. Para Guru Besar
16. Para Ketua dan Sekretaris Program Studi/Profesi
17. Para Pejabat Administrator (Kabag), KTU, dan Para Ketua Tim
18. Para Pengawas (Kasubbag)
19. Ketua International Office
20. Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi
21. Ketua Tim Task Force Reputasi dan Pemeringkatan Internasional
22. Ketua Tim Admisi UIN Alauddin Makassar
23. Ketua Pusat Layanan Disabilitas UIN Alauddin Makassar
24. Ketua Career Development Center UIN Alauddin Makassar
25. Para Dosen ASN dan Dosen Non ASN
26. Para Pegawai ASN dan Non ASN di lingkungan UIN Alauddin Makassar
Minggu, 27 September 2026
SOSIALISASI PENGUKURAN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CPL) UIN ALAUDDIN MAKASSAR 7- 17 SEPTEMBER 2026
Menindaklanjuti surat ketua lembaga penjaminan mutu UIN Alauddin Makassar ,nomor B140/Un.06/LPM/PP.00.9/09/2026, tanggal 3 september 2026,perihal permohonan pelaksanaan sosialisasi Pengukuran CPL, maka Dekan mengundang dengan hormat bapak/Ibu untuk mengikuti SOSIALISASI B PENGUKURAN CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL), Pada hari selasa 22 september 2026 ,pukul 09.00 wita bertempat di Aula Gedung PPGFTK UIN Alauddin Makasar Kab.Gowa dihadiri oleh Para Wakil Dekan, Para ketuia dan sekretaris jurusan/ Prodi ,para dosen ASN, -PPPK,para operator jurusan/prodi dalam lingkup fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar. dan Para Dosen diharapkan membawa Laptop dan RPS masing masing.
Rabu, 16 September 2026
Upacara Hari Kesadaran Nasional Kamis 17 September 2026 Lap.Upacara kampus II UIN Alauddin Makassar
Rektor UIN Alauddin Makassar mengundang dengan hormat bapak/Ibu/saudara(i) untuk menghadiri upacara hari Kesadaran Nasional dilaksanakan pada hari kamis tanggal 17 september 2026 pukul 07.30 wita dilapangan upacara kampus II UIN Alauddin makassar sebagai pelaksana adalah Fakultas dakwa dan kominikasi UIN alauddin Makassar yaitu Bapak Dekan Prof. Dr.H.Abd.Rasyid Masri,S.Ag.,M.Pd.,M.Si. yang di undang adalah seluruh ASN berpakaian Korpri dan para pegawai BLU berpakaian putih ,hitam dan hadir 15 menit sebelum upacara dimulai
-
KUIS MODUL 13 Apa yang dimaksud dengan blog dan apa tujuan utama pembuatan blog? Sebutkan dua platform blog populer yang dapat digunakan...
-
TUGAS MID AKIDAH AKHLAK PGMI KLP ( A B C D) 1. Ketik buat tulisan sebanyak 500 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2...
-
TUGAS MID MEDIA KLP ( A B C D) 1. Buat tulisan sebanyak 700 kata dan lengkap dengan ayatnya (bukan makalah ) 2. Tugas mi...





























