Tinjauan Islam
Keanekaragaman
tumbuhan merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat Indonesia, baik itu digunakan sebagai bahan pangan maupun sebagai
bahan pengobatan. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT memiliki banyak
manfaat sehingga dihamparkan dibumi dan dikelola oleh manusia sebagai khalifah
di atas bumi ini. Hanya saja dalam pengelolaannya di butuhkan Ilmu pengetahuan,
dengan itu, manusia sebagai khalifah dapat mengambil manfaat dari ciptaan Allah
SWT. terutama dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pengobatan (Mukhriani,
2014). Berdasarkan hal tersebut, Allah swt. berfirman dalam QS. Thaha/20:53 yang berbunyi:
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ
فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ
اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى
Terjemahnya:
“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan
meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari
langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam
tumbuh-tumbuhan” (Kementerian Agama, 2019)
Berdasarkan
ayat tersebut, Allah swt. Menciptakan hamparan yang luas dengan macam
tumbuh-tumbuhan untuk dimanfaatkan manusia. Tumbuhan menjadi rezeki bagi
makhluk hidup karena merupakan bahan pangan, bahan sandang, papan dan bahan
obat-obatan. Begitu banyak manfaat tumbuh-tumbuhan bagi makhluk hidup lain,
sedangkan tumbuhan adalah makhluk yang tidak pernah mengharapkan balasan dari
makhluk lain. Oleh sebab itu, pada penelitian yang akan dilakukan adalah
memanfaatkan tumbuhan parang romang sebagai upaya pengobatan antidiabetes.
penelitian ini dapat terjadi dengan adanya izin Allah swt.
Dalam Islam,
manusia yang sakit dianjurkan untuk berobat kepada yang ahlinya. Obat yang
dianjurkan oleh syariat islam ialah obat yang sesuai dengan penyakit yang
diderita. Sebagaimana sebuah ayat yang sering dikaitkan dengan konsep
penyembuhan dan pengobatan adalah QS. Al-Isra,
ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Terjemahnya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman. Dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim,
selain kerugian” (Kementerian Agama, 2019).
Ayat ini
menyatakan bahwa Al-Quran bukan hanya sekadar kitab petunjuk, tetapi juga
merupakan sumber penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Pengertian
ini dapat dipahami secara harfiah dalam arti spiritual, bahwa ajaran-ajaran
Al-Quran memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan
rohani, serta memberikan ketenangan dan harapan kepada orang-orang yang
mempercayainya (Kemenag, 2019)
Selain
surat di atas, penanganan berbagai jenis penyakit juga telah diperjelas oleh
hadits Rasulullah saw:
قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلَّا وَقَدْ أَنْزَلَ
مَعَهُ دَوَاءً ، جَهِلَهُ مِنْكُمْ مَنْ جَهِلَهُ ، وَعَلِمَهُ
مِنْكُمْ مَنْ عَلِمَهُ
Artinya:
“Rasulullah saw. bersabda: sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit
kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui
bagi orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui bagi orang yang
mengetahuinya.” (HR.Ahmad no. 413 dan 453)
Hadits di
atas menjelaskan bahwa Allah swt telah menurunkan penyakit di muka bumi ini
disertai dengan obat penawarnya, tidak ada penyakit yang diciptakan olehnya
tanpa ada obatnya. Tetapi ada beberapa umat yang mengetahui obat dari penyakit
tersebut dan ada pula yang tidak mengetahuinya. Tergantung bagaimana manusia
memahami obat dari penyakit tersebut. Hubungan hadits ini dengan penelitian
yaitu pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas untuk mengetahui apakah tumbuhan
bunga parang romang tersebut dapat mengobati penyakit Diabetes Melitus. Inilah
salah satu upaya yang dilakukan untuk menemukan obat dari penyakit tersebut
(Ar-Rumaikhon, 2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar