Tinjauan Islami Terkait Tumbuhan Obat
Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk
menuntut ilmu dan memanfaatkannya demi kemaslahatan umat, termasuk dalam bidang
ilmu pengetahuan alam seperti penelitian terhadap tumbuhan obat. Islam
memandang bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk tumbuh-tumbuhan,
merupakan ciptaan Allah SWT yang mengandung hikmah dan manfaat bagi kehidupan
manusia. Upaya memahami kandungan dan khasiat tumbuhan melalui penelitian
ilmiah, seperti pengkajian aktivitas antioksidan wortel (Daucus carota L.),
merupakan bentuk nyata dari rasa syukur dan pengamalan perintah Allah SWT untuk
mempelajari tanda-tanda kebesaran-Nya di alam. Dengan memanfaatkan tumbuhan
secara bijaksana dan sesuai tuntunan syariat, manusia tidak hanya memperoleh
manfaat kesehatan di dunia, tetapi juga pahala dan kebahagiaan di akhirat
karena telah menjaga dan mengelola ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab.
Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh ciptaan
Allah di bumi diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka dapat mengambil
pelajaran dan mensyukurinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.
Thaha/20: 53.
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا
وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ
السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰ٥٣
Terjemahnya
:
“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi
sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan
air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu)
beraneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kemenag, 2023).
Menurut Tafsir
Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab Volume 8, firman Allah bagian ayat “Dia
menurunkan dari langit air; maka Kami tumbuhkan dengannya berjenis-jenis
tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” menggambarkan kasih sayang dan bimbingan
Allah SWT. kepada manusia serta makhluk lainnya, agar mereka dapat memanfaatkan
hasil bumi seperti buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidup. Di
dalamnya tersirat bahwa Allah SWT. memberi hidayah kepada langit agar
menurunkan hujan, kepada hujan agar turun dengan teratur, dan kepada
tumbuh-tumbuhan agar tumbuh serta berkembang sesuai ketentuan-Nya. Adapun pada
firman – Nya “Dia yang telah menjadikan bagi kamu bumi sebagai hamparan”
menunjukkan keagungan dan keajaiban ciptaan Allah dalam menumbuhkan berbagai
jenis tumbuhan dengan bentuk, warna, dan rasa yang berbeda-beda. Hal ini agar
manusia merenungkan kebesaran Allah SWT serta memperhatikan tanda-tanda
kekuasaan-Nya melalui tumbuh-tumbuhan yang telah diciptakan-Nya (Shihab, 2002).
Ayat ini menggambarkan
keteraturan sistem alam yang diciptakan Allah, di mana setiap unsur seperti
air, tanah, dan cahaya berperan dalam menentukan pertumbuhan serta sifat
tumbuhan. Makna ini memiliki keterkaitan erat dengan penelitian ilmiah terhadap
tumbuhan, termasuk kajian terhadap wortel yang tumbuh pada kondisi lingkungan
berbeda. Perbedaan lokasi tumbuh yang memengaruhi kadar metabolit sekunder dan
aktivitas antioksidan wortel menunjukkan adanya sunnatullah atau hukum alam
yang Allah tetapkan dalam proses penciptaan makhluk hidup. Dengan meneliti
perbedaan aktivitas antioksidan wortel berdasarkan tumbuh, manusia sebenarnya sedang mempelajari
tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tampak melalui variasi biologis dan
kimiawi ciptaan-Nya.
Al-Qur’an juga
menegaskan pentingnya memperhatikan, meneliti, dan memanfaatkan tumbuhan
sebagai salah satu tanda kebesaran serta kekuasaan Allah SWT. Prinsip ini
menjadi dasar bagi manusia untuk terus meneliti keanekaragaman hayati, baik
untuk kebutuhan pangan maupun pengobatan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah
SWT dalam QS. Asy - Syu’araa/26:7.
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ
اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ٧
Terjemahnya:
‘’Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi,
berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh- tumbuhan
yang baik?’’ (Kemenag, 2023).
Ayat tersebut
menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT., telah menumbuhkan berbagai macam
tumbuhan untuk dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya. Menurut Quraish Shihab
dalam tafsir Al-Misbah edisi 10 tahun 2002 dijelaskan bahwa di awal ayat ini,
beliau berkata: "awalam yara ila al-ardh", yang berarti mereka tidak
melihat ke bumi. Kata “ila” mengandung makna batas akhir. Ia berfungsi untuk
memperluas pandangan hingga batas akhir, jadi ayat ini mengundang manusia untuk
mengarahkan pandangan mereka hingga batas kemampuan mereka untuk melihat
seluruh bumi dengan semua jenis tumbuhan dan tanahnya, serta semua keajaiban
yang ada di dalamnya. Kata ”karim” digambarkan sebagai segala sesuatu yang baik
bagi setiap objek yang disifatinya. Subur dan bermanfaat merupakan salah satu
bagian dari tumbuhan yang baik (Shihab, 2002).
Makna QS. Asy-Syu’araa/26:7
tidak hanya menegaskan keindahan dan keberagaman tumbuhan ciptaan Allah SWT,
tetapi juga mengandung pesan agar manusia merenungi manfaat yang tersimpan di
dalamnya. Setiap tumbuhan yang tumbuh di bumi membawa kebaikan, baik sebagai
sumber pangan maupun pengobatan, sesuai dengan kehendak Allah. Dalam konteks
ilmiah, salah satu bentuk kebaikan tersebut terwujud dalam kandungan senyawa
antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat
radikal bebas. Penelitian terhadap aktivitas antioksidan wortel (Daucus
carota L.) merupakan wujud nyata dari upaya manusia dalam menggali hikmah
di balik penciptaan tumbuhan yang “baik” sebagaimana disebutkan dalam ayat
tersebut. Variasi aktivitas antioksidan yang dihasilkan dari perbedaan lokasi
tumbuh menunjukkan bagaimana Allah SWT menanamkan keseimbangan dan keberagaman
potensi dalam ciptaan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bernilai
ilmiah, tetapi juga menjadi bentuk pengamalan perintah Allah untuk memperhatikan
dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan-Nya sebagai sarana menjaga
kesehatan dan kehidupan manusia.
Pemanfaatan tumbuhan
sebagai obat tidak hanya selaras dengan ajaran Al-Qur’an yang mendorong manusia
untuk memanfaatkan ciptaan Allah SWT secara bijaksana, tetapi juga sejalan
dengan ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya ikhtiar dalam mencari kesembuhan
dan pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi salah satu cara dalam memerolah
kesembuhan.
Hal
ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Muslim Nomor 4084
yang berbunyi.
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ
وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ
أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ
عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ
الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya
:
“Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin
'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku
'Amru yaitu Ibnu Al Harits dari 'Abdu Rabbih bin Sa'id dari Abu Az - Zubair dari Jabir dari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap
penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu
penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza
wajalla." (HR. Muslim Nomor 4084).
Hadis tersebut mengandung pesan mendalam bahwa Allah SWT tidak
menurunkan suatu penyakit kecuali telah menyediakan obatnya di muka bumi.
Prinsip ini mendorong manusia untuk terus berikhtiar melalui penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan guna menemukan serta memanfaatkan berbagai
potensi yang terdapat di alam. Dalam konteks kesehatan, salah satu bentuk
ikhtiar tersebut adalah penelitian terhadap tanaman yang mengandung senyawa
bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Wortel merupakan
salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan antioksidan yang berperan
dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini diketahui bahwa aktivitas antioksidan ekstrak wortel
berbeda berdasarkan lokasi tumbuhnya, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan
dapat memengaruhi potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciptaan Allah SWT sangat bermanfaat dapat
dikaji dan dibuktikan
melalui pendekatan ilmiah. Dengan demikian, hadis ini relevan dimana upaya manusia
dalam menggali, memahami, dan memanfaatkan potensi alam yang telah Allah SWT
sediakan sebagai salah satu tumbuhan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar