Selasa, 16 Juni 2026

Integrasi ayat terkait kemanfaatan tumbuhan

 

Tinjauan Islami Terkait Tumbuhan Obat

Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu dan memanfaatkannya demi kemaslahatan umat, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan alam seperti penelitian terhadap tumbuhan obat. Islam memandang bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, termasuk tumbuh-tumbuhan, merupakan ciptaan Allah SWT yang mengandung hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia. Upaya memahami kandungan dan khasiat tumbuhan melalui penelitian ilmiah, seperti pengkajian aktivitas antioksidan wortel (Daucus carota L.), merupakan bentuk nyata dari rasa syukur dan pengamalan perintah Allah SWT untuk mempelajari tanda-tanda kebesaran-Nya di alam. Dengan memanfaatkan tumbuhan secara bijaksana dan sesuai tuntunan syariat, manusia tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan di dunia, tetapi juga pahala dan kebahagiaan di akhirat karena telah menjaga dan mengelola ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab.

Al-Qur’an menegaskan bahwa seluruh ciptaan Allah di bumi diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka dapat mengambil pelajaran dan mensyukurinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Thaha/20: 53.

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰ۝٥٣

Terjemahnya :

“(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam tumbuh-tumbuhan” (Kemenag, 2023).

Menurut Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab Volume 8, firman Allah bagian ayat “Dia menurunkan dari langit air; maka Kami tumbuhkan dengannya berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” menggambarkan kasih sayang dan bimbingan Allah SWT. kepada manusia serta makhluk lainnya, agar mereka dapat memanfaatkan hasil bumi seperti buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidup. Di dalamnya tersirat bahwa Allah SWT. memberi hidayah kepada langit agar menurunkan hujan, kepada hujan agar turun dengan teratur, dan kepada tumbuh-tumbuhan agar tumbuh serta berkembang sesuai ketentuan-Nya. Adapun pada firman – Nya “Dia yang telah menjadikan bagi kamu bumi sebagai hamparan” menunjukkan keagungan dan keajaiban ciptaan Allah dalam menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan dengan bentuk, warna, dan rasa yang berbeda-beda. Hal ini agar manusia merenungkan kebesaran Allah SWT serta memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya melalui tumbuh-tumbuhan yang telah diciptakan-Nya (Shihab, 2002).

Ayat ini menggambarkan keteraturan sistem alam yang diciptakan Allah, di mana setiap unsur seperti air, tanah, dan cahaya berperan dalam menentukan pertumbuhan serta sifat tumbuhan. Makna ini memiliki keterkaitan erat dengan penelitian ilmiah terhadap tumbuhan, termasuk kajian terhadap wortel yang tumbuh pada kondisi lingkungan berbeda. Perbedaan lokasi tumbuh yang memengaruhi kadar metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan wortel menunjukkan adanya sunnatullah atau hukum alam yang Allah tetapkan dalam proses penciptaan makhluk hidup. Dengan meneliti perbedaan aktivitas antioksidan wortel berdasarkan  tumbuh, manusia sebenarnya sedang mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tampak melalui variasi biologis dan kimiawi ciptaan-Nya.

Al-Qur’an juga menegaskan pentingnya memperhatikan, meneliti, dan memanfaatkan tumbuhan sebagai salah satu tanda kebesaran serta kekuasaan Allah SWT. Prinsip ini menjadi dasar bagi manusia untuk terus meneliti keanekaragaman hayati, baik untuk kebutuhan pangan maupun pengobatan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Asy - Syu’araa/26:7.

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ۝٧

Terjemahnya:

‘’Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh- tumbuhan yang baik?’’  (Kemenag, 2023).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT., telah menumbuhkan berbagai macam tumbuhan untuk dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya. Menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah edisi 10 tahun 2002 dijelaskan bahwa di awal ayat ini, beliau berkata: "awalam yara ila al-ardh", yang berarti mereka tidak melihat ke bumi. Kata “ila” mengandung makna batas akhir. Ia berfungsi untuk memperluas pandangan hingga batas akhir, jadi ayat ini mengundang manusia untuk mengarahkan pandangan mereka hingga batas kemampuan mereka untuk melihat seluruh bumi dengan semua jenis tumbuhan dan tanahnya, serta semua keajaiban yang ada di dalamnya. Kata ”karim” digambarkan sebagai segala sesuatu yang baik bagi setiap objek yang disifatinya. Subur dan bermanfaat merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang baik (Shihab, 2002).

Makna QS. Asy-Syu’araa/26:7 tidak hanya menegaskan keindahan dan keberagaman tumbuhan ciptaan Allah SWT, tetapi juga mengandung pesan agar manusia merenungi manfaat yang tersimpan di dalamnya. Setiap tumbuhan yang tumbuh di bumi membawa kebaikan, baik sebagai sumber pangan maupun pengobatan, sesuai dengan kehendak Allah. Dalam konteks ilmiah, salah satu bentuk kebaikan tersebut terwujud dalam kandungan senyawa antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian terhadap aktivitas antioksidan wortel (Daucus carota L.) merupakan wujud nyata dari upaya manusia dalam menggali hikmah di balik penciptaan tumbuhan yang “baik” sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut. Variasi aktivitas antioksidan yang dihasilkan dari perbedaan lokasi tumbuh menunjukkan bagaimana Allah SWT menanamkan keseimbangan dan keberagaman potensi dalam ciptaan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga menjadi bentuk pengamalan perintah Allah untuk memperhatikan dan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan-Nya sebagai sarana menjaga kesehatan dan kehidupan manusia.

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tidak hanya selaras dengan ajaran Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk memanfaatkan ciptaan Allah SWT secara bijaksana, tetapi juga sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya ikhtiar dalam mencari kesembuhan dan pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi salah satu cara dalam memerolah kesembuhan.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Muslim Nomor 4084 yang berbunyi.

 

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya :

“Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin 'Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru yaitu Ibnu Al Harits dari 'Abdu Rabbih bin Sa'id dari Abu Az - Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." (HR. Muslim Nomor 4084).

Hadis tersebut mengandung pesan mendalam bahwa Allah SWT tidak menurunkan suatu penyakit kecuali telah menyediakan obatnya di muka bumi. Prinsip ini mendorong manusia untuk terus berikhtiar melalui penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan guna menemukan serta memanfaatkan berbagai potensi yang terdapat di alam. Dalam konteks kesehatan, salah satu bentuk ikhtiar tersebut adalah penelitian terhadap tanaman yang mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.

Wortel merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini diketahui bahwa aktivitas antioksidan ekstrak wortel berbeda berdasarkan lokasi tumbuhnya, yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan dapat memengaruhi potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciptaan Allah SWT sangat bermanfaat dapat dikaji dan dibuktikan melalui pendekatan ilmiah. Dengan demikian, hadis ini relevan dimana upaya manusia dalam menggali, memahami, dan memanfaatkan potensi alam yang telah Allah SWT sediakan sebagai salah satu tumbuhan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar