Jumat, 02 Januari 2026

Qadha dan Qadar dalam Kehidupan Sehari-hari

 

    Qadha dan Qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Iman kepada aqadha dan qadar berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini telah ditetapkan oleh Allah Swt., baik yang bersifat baik maupun buruk, sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya. Pemahaman yang benar tentang aqadha dan qadar akan membentuk pribadi muslim yang sabar, ikhlas, optimis, serta bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    Secara bahasa, aqadha berarti ketetapan atau keputusan, sedangkan qadar berarti ukuran atau ketentuan. Secara istilah, aqadha adalah ketetapan Allah Swt. sejak zaman azali terhadap segala sesuatu yang akan terjadi, sementara qadar adalah perwujudan dari ketetapan tersebut sesuai dengan waktu dan keadaan yang telah ditentukan. Dengan demikian, aqadha dan qadar tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Dalil tentang aqadha dan qadar terdapat dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah firman Allah Swt. dalam Surah Al-Qamar ayat 49:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Latin: Innaa kulla syai’in khalaqnaahu biqadar.
Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

    Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah diatur dan ditentukan oleh Allah Swt. Tidak ada satu pun kejadian yang lepas dari ketentuan-Nya.

    Selain Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad saw. juga menjelaskan tentang aqadha dan qadar. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menyatakan:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Latin: An tu’mina billāhi wa malāikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil ākhiri wa tu’mina bil-qadari khairihī wa syarrih.
Artinya: “(Iman itu adalah) engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada qadar, baik dan buruknya.”

    Dalam kehidupan sehari-hari, iman kepada aqadha dan qadar dapat diterapkan dengan cara berusaha secara maksimal, kemudian bertawakal kepada Allah Swt. Seorang pelajar, misalnya, harus belajar dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan menerima hasilnya dengan lapang dada. Jika memperoleh keberhasilan, ia bersyukur, dan jika mengalami kegagalan, ia bersabar serta menjadikannya sebagai pelajaran.

    Dengan memahami dan mengamalkan iman kepada aqadha dan qadar, seseorang akan memiliki ketenangan batin, tidak mudah putus asa, dan selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. Hal ini sangat penting dalam membentuk karakter muslim yang kuat dan berakhlak mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar