Jumat, 02 Januari 2026

 

    Pendidikan akhlak merupakan inti dari pendidikan Islam yang bertujuan membentuk manusia paripurna atau insan kamil. Insan kamil adalah manusia yang berkembang secara utuh, baik dari segi spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial. Dalam konteks pendidikan, akhlak tidak hanya dipahami sebagai perilaku lahiriah, tetapi juga mencakup sikap batin, niat, dan kesadaran moral yang berlandaskan iman kepada Allah SWT.

    Pendidikan akhlak insan kamil berfokus pada pembinaan karakter peserta didik agar memiliki akhlak mulia seperti jujur, amanah, tanggung jawab, rendah hati, dan kasih sayang. Proses ini dilakukan secara berkesinambungan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pengawasan. Guru memiliki peran strategis sebagai teladan akhlak, karena peserta didik cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

    Al-Qur’an menegaskan pentingnya akhlak dalam kehidupan manusia. Salah satu ayat yang menjadi dasar pendidikan akhlak adalah:

Arab:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Latin:
Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm

Artinya:
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)

    Ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam pembentukan akhlak insan kamil. Akhlak beliau menjadi model ideal yang harus dicontoh dalam pendidikan Islam.

    Selain Al-Qur’an, hadis Nabi SAW juga menegaskan tujuan utama pendidikan akhlak. Rasulullah SAW bersabda:

Arab:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Latin:
Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq

Artinya:
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

    Hadis ini menegaskan bahwa misi utama kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah penyempurnaan akhlak manusia. Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan, khususnya di lembaga pendidikan Islam.

    Dalam konteks pendidikan dasar, pembentukan insan kamil dimulai sejak dini melalui penanaman nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dibimbing untuk mengenal Allah SWT, menghormati orang tua dan guru, bersikap jujur, disiplin, serta peduli terhadap sesama. Dengan pendidikan akhlak yang terintegrasi, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur dan bertanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar