Beriman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap umat Islam. Keimanan ini tidak hanya berkaitan dengan keyakinan teologis, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat. Keyakinan akan keberadaan malaikat Allah yang selalu taat dan menjalankan tugas-Nya dengan sempurna membentuk kesadaran moral yang kuat, sehingga berfungsi sebagai kontrol sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ajaran Islam, malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang senantiasa patuh dan tidak pernah membangkang perintah-Nya. Mereka memiliki tugas-tugas tertentu, seperti menyampaikan wahyu, mencabut nyawa, menjaga manusia, serta mencatat amal perbuatan. Terkait pencatatan amal, Allah SWT berfirman dalam QS. Qaf ayat 17–18 yang menjelaskan bahwa di sebelah kanan dan kiri manusia terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan dan perbuatan. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh perilaku manusia selalu berada dalam pengawasan Allah melalui perantara malaikat-Nya.
Kesadaran akan pengawasan tersebut mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bersikap. Orang yang beriman kepada malaikat akan merasa selalu diawasi, sehingga ia berusaha menjaga ucapan, perbuatan, dan niatnya. Inilah yang disebut sebagai kontrol sosial internal, yaitu pengendalian diri yang muncul dari dalam diri individu karena dorongan iman, bukan semata-mata karena takut terhadap hukuman atau tekanan dari lingkungan sosial.
Iman kepada malaikat juga berperan besar dalam pembentukan akhlak sosial. Keyakinan terhadap malaikat Raqib dan Atid yang mencatat amal baik dan buruk mendorong seseorang untuk berbuat jujur, adil, dan bertanggung jawab. Ia akan berusaha menghindari perbuatan tercela seperti berbohong, mencuri, dan berbuat zalim. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Infitar ayat 10–12 yang menyatakan bahwa malaikat yang mulia senantiasa mencatat segala perbuatan manusia.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, kontrol sosial sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan. Kontrol sosial tidak hanya berasal dari aturan hukum dan norma sosial, tetapi juga dari nilai-nilai keagamaan yang tertanam kuat dalam diri individu. Apabila setiap anggota masyarakat memiliki iman yang kuat kepada malaikat, maka perilaku menyimpang dapat diminimalkan karena setiap individu telah memiliki kesadaran untuk mengontrol dirinya sendiri.
Selain itu, iman kepada malaikat menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Keteladanan malaikat yang selalu taat, disiplin, dan amanah dalam menjalankan tugasnya menjadi contoh bagi manusia untuk melaksanakan peran sosialnya dengan baik. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama akan tumbuh seiring dengan kuatnya iman kepada malaikat.
Dengan demikian, beriman kepada malaikat tidak hanya berdampak pada hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial. Iman kepada malaikat menjadi fondasi moral yang membentuk kontrol sosial yang efektif, sehingga tercipta masyarakat yang tertib, harmonis, dan berakhlak mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar