“Dan Allah memiliki Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu.”
(QS. Al-A’raf: 180)
وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِىٓ أَسۡمَآئِهِۦۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Kedua, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber utama petunjuk hidup bagi manusia. Dengan membaca dan mentadabburi isinya, iman akan semakin kokoh karena Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda kebesaran Allah, kisah umat terdahulu, serta janji dan ancaman-Nya. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra’: 9)
إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِى لِلَّتِى هِىَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا كَبِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’: 9)
Ketiga, melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan konsisten, terutama shalat. Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah. Ibadah yang dilakukan dengan kesadaran penuh akan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
ٱتۡلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Kelima, mencermati tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta dan kehidupan sehari-hari. Alam, manusia, dan peristiwa kehidupan merupakan bukti nyata kekuasaan Allah SWT. Dengan merenungkannya, keyakinan kepada Allah akan semakin mendalam. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Ali ‘Imran: 190)
إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَٰبِ
Dengan mengenal Allah, mendekatkan diri melalui ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, merenungi ciptaan-Nya, serta menjaga lingkungan yang baik, keyakinan kepada Allah SWT akan semakin kuat dan mantap dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar