Pembelajaran yang efektif tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi oleh pendidik, tetapi juga ketepatan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran berfungsi sebagai perantara penyampaian pesan dari pendidik kepada peserta didikagar materi dapat dipahami dengan mudah dan jelas. Oleh karena itu,penggunaan me4dia pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.
Setiap peserta didik memiliki karakteristik yang beragam,baik darin segi usia, kemampuan intelektual, minat, bakat, latar belakang sosial,maupun gaya belajar. Perbedaan tersebut merupakan keniscayaan yang harus di pahami oleh pendidik. Media pembelajaran yang digunakan tanpa mempertimbangkan karakteristik peserta didik berpotensi menimbulkan kebosanan, kesulitan belajar, bahkan penolakan terhadap materi Pelajaran. Sebaliknya , media yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik peserta didik akan meningkatkan minat,perhatian, serta partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Al qur’an memberikan landasan bahwa penyampaian ilmu hadis disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan penerimanya. Allah SWT. berfirman :
لاَيُكَلِّفُ اللهُ نَفْساً إلاَّ وُسْعَهاَ
‘’ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya’’
(Qs. Al Baqarah : 286)
Ayat ini mengandung makna bahwa dalam proses Pendidikan, pendidik hendaknya tidak memberikan beban atau cara pembelajaran yang melebihi kemampuan peserta didik. Media pembelajaran harus menjadi sarana yang memudahkan, bukan mempersulit,sehingga peaerta didik dapat belajar sesuai kapasitas dan tahap perkembangannya.
Karakteristik usia merupakan aspek penting dalam pemilihan media pembelajaran. Peserta didik usia dinidan sekolah dasar cenderung berfikir konkret, sehingga media visual seperti gambar, alat peraga, video animasi, dan permainan edukatif sangat penting digunakan. Sementara itu, peserta didik tangkat menengah dan perguruan tinggi sudah mampu berfikir abstrak dan kritis, sehingga media seperti presentasi interaktif , diskusi daring, simulasi, dan pembelajaran berbasis proyek lebih sesuai untuk mengembangkan kemampuan berpikir Tingkat tinggi. Selain usia, gaya belajar peserta didik juga perlu di perhatikan. Sebagian peserta didiklebih mudah memahami materi melalui penglihatan (visual), Sebagian melalui npendengaran (auditori), dan Sebagian lainnya melalui aktifitas fisik atau praktiklangsung (kinestetik). Oleh sebab itu,pendidik perlu memadukan berbagai media pembelajaran agar dapat mengakomodasi perbedaan gaya belajar tersebut. Media yang variative akan membuat pembelajaran lebih hidup dan tidak monoton. Islam mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam menyampaikan ilmu . Allah SWT berfirman :
ادْعُ إلَى سَبِيْلِ رَبَّكَ بِا لْحِكْمَةِوَ الْمَوْ عظةِ الْحَسَنَةِ
‘’Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan Pelajaran yang baik.’’
(Qs.An nahl :125)
Makna ‘’hikmah” dalam ayat tersebut mencakup kebijaksanaan dalam memilih metode dan media yang tepat sesuai dengan kondisi peserta didik.Media pembelajaran yang baik bukanlah yang paling canggih, melainkan yang paling sesuai dan bermanfaat bagi peserta didik.
Pada era digital saat ini, tenologi memberikan banyak alternatif media pembelajran yang inovatif. Platfrom pembelajaran daring, video interaktif, modul digital, dan aplikasi edukasi dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar. Nmun demikian, pendidik harus tetap mempertimbangkan kesiapan peserta didik dalam menggunakan teknologi tersebut. Mediaa digital yang terlalu kompleks justru dapat menghambat pemahaman peserta didik apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pembelajaran harus disesuaikan dengan karaktersistik peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan bermakna. Penyesuaian media pembelajaran sejalan dengan prinsip Pendidikan islam yang menekankan kemudahan, kebijaksanaan dan keadilan dalam menyampaikan ilmu. Media yang tepat akan membantu peserta didik memahami materi dengan lebih baik, meningkatkan motivasi belajar, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar