Minggu, 21 Desember 2025

GURU PROFESIONAL DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN AI DI ERA DIGITAL

 

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang paling berpengaruh saat ini adalah kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menuntut peran guru profesional untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab. Guru profesional di era digital bukan lagi sekadar penyampai ilmu, melainkan fasilitator, motivator, dan pembimbing yang mengarahkan peserta didik agar mampu belajar secara mandiri dan kritis dengan dukungan teknologi.

Guru profesional memiliki kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial yang terintegrasi. Dalam konteks penggunaan AI, kompetensi tersebut menjadi semakin penting. Teknologi AI dapat membantu guru dalam menyusun materi pembelajaran yang lebih variatif, menganalisis kemampuan siswa, hingga memberikan umpan balik secara cepat dan akurat. Namun, kecanggihan teknologi tidak akan bermakna tanpa sentuhan nilai-nilai kemanusiaan dan etika yang ditanamkan oleh guru. Oleh karena itu, guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pembelajaran, sementara AI berperan sebagai alat pendukung.

Pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran memungkinkan terjadinya personalisasi belajar. Setiap peserta didik memiliki gaya dan kecepatan belajar yang berbeda, dan AI mampu menyesuaikan materi sesuai kebutuhan individu. Guru profesional berperan mengarahkan penggunaan teknologi tersebut agar tetap sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Tanpa bimbingan guru, penggunaan AI berpotensi disalahgunakan, seperti ketergantungan berlebihan atau hilangnya proses berpikir kritis.

Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu dan memanfaatkan pengetahuan merupakan perintah yang sangat ditekankan. Al-Qur’an memberikan landasan kuat mengenai pentingnya ilmu dan peran pendidik. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١  خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat ini menegaskan bahwa proses pembelajaran merupakan bagian dari sunnatullah, dan penggunaan alat, termasuk teknologi modern seperti AI, merupakan sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Guru profesional dapat memaknai AI sebagai “pena” di era digital yang membantu manusia memperoleh dan mengembangkan ilmu.

Selain itu, dalam Surah Az-Zumar ayat 9 Allah SWT berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ…

“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Ayat ini menunjukkan kemuliaan orang berilmu dan pentingnya peran guru sebagai pembimbing dalam mentransfer dan menanamkan ilmu. Dengan dukungan teknologi AI, guru memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, asalkan tetap berlandaskan nilai keilmuan dan akhlak.

Di era digital, tantangan guru profesional semakin kompleks. Guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan literasi digital agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman yang menggantikan peran guru, melainkan sebagai mitra yang memperkuat proses pembelajaran. Guru tetap memiliki peran irreplaceable dalam membentuk karakter, nilai moral, dan spiritual peserta didik, sesuatu yang tidak dapat dilakukan sepenuhnya oleh mesin.

Dengan demikian, guru profesional dan teknologi pembelajaran AI merupakan dua unsur yang saling melengkapi di era digital. Guru berperan sebagai pengendali arah dan nilai pembelajaran, sementara AI menjadi sarana inovatif untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar. Sinergi keduanya diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual, sesuai dengan tujuan pendidikan dan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar