Minggu, 21 Desember 2025

Kontribusi media audiovisiul dengan perkembangan abad ke-21

 


 Pada abad 21 sering disebut sebagai era digial, sebuah masa dimana teknologi berkembang dengan sangat cepat dan mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu bentuk teknologi ang paling menonjol adalah media audiovisual, yaitu media yang menggabungkan suara dan gambar untuk menyampaikan pesan. Kehadiran media audiovisual tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga intrumen penting dalam pendidikan , dakwah, bisnis, hingga pembangunan sosial.

 Media audiovisual memiliki kekuatan yang unik karena mampu menyentuh dua indera sekaligus: pendengaran dan pengelihatan. Kombinasi ini membuat pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami, lebih menarik, dan lehib membekas diingatan. Dalam dunia pendidikan misalnya, penggunaan video pembelajaran, animasi, dan simulasi. Telah mengubah cara guru mengajar dan cara siswa belajar. Jika dahulu pembelajaran hanya mengandalkan buku teks dan ceramah, kini siswa dapat melihat visualisasi konsep yang abstrak, mendengarkan penjelasan yang interaktif, bahkan berpartisipasi dalam kelas virtual. Hal ini meningkatkan motivasi belajar dan memperluas akses pendidikan, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil.

Selain pendidikan, media audiovisual juga berperan besar dalam dakwah dan penyebaran nilai-nilai agama. Ceramah, kajian, dan tilawah Al- Qur’an kini bisa diakses melalui televise, radio, maupun Platfrom digital seperti YouTube dan podcast. Dengan demikian, pesan kebaikan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan lintas negara. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl (16): 125. 

وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۚ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ

Artinya: “serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang mengetahui siapa yang sesat-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk ”. Ayat ini menekankan  pentingnya menyampaikan pesan dengan cara yang bijak dan menarik. Media audiovisual dapat menjadi sarana untuk berdakwah dengan hikmah, menggunakan visual dan audio yang menyentuh hati.

Tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, media audiovisual juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Industri film, musik, iklan digital, dan konten kreator di media sosial telah membuka peluang kerja baru bagi genersi muda. Banyak anak muda yang memanfaatkan media audiovisual untuk berwirausaha, seperti menjadi YouTuber, podcaster atau desainer grafis. Hal ini menunjukkan bahwa media audiovisual bukan hanya alat komunikasi tetapi juga sumber penghasilan dan inovasi. Kehadiran ekonomi kreatif berbasis audiovisual memperkuat daya saing bangsa di era global.

Namun, di balik manfaat besar tersebut, media audiovisual juga membawa tantangan. Penyebaran hoaks, konten negatif, dan budaya konsumtif menjadi resiko yang harus diwaspadai. Dalam hal ini, Al-Qur’an memberikan pedoman agar manusia berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat (49): 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya: “Hai orang-orang  yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka teliti kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”.  Ayat ini sangat relevan dengan era digital, dimana informasi dapat menyebar dengan cepat melalui media audiovisual. Prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi kunci agar kita tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.

Media audiovisual juga berperan dalam meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan kesehatan. Kampanye public melalui video atau film dokumenter maupun menggugah emosi dan mendorong perubahan perilaku. Misalnya, kampanye tentang menjaga lingkungan atau bahaya narkoba lebih efektif disampaikan melalui media audiovisual dibandingkan teks semata. 

Selain itu, media audiovisual juga berperan penting dalam pembentukan karakter generasi muda di abad digital. Melalui film inspiratif, tayangan eduktif, dan dukumenter nilai-nilai moral, media ini dapat membantu menanamkan sikap peduli, disiplin, dan tanggung jawab. Banyak program audiovisual yang menampilkan tokoh-tokoh teladan atau kisah nyata perjuangan seseorang, sehingga mendorong munculnya motivasi dan semangat positif dalam diri penontonnya. Di tingkat global, media audiovisual juga menjadi jembatan kerja antar bangsa, karena memudahkan pertukaran budaya, pengetahuan dan inovasi. Konten audiovisual dari berbagai negara dapat saling memperkaya wawasan masyarakat dunia,  sehingga memperkuat toleransi dan membuka pemahaman antar budaya di era modern serta tercipanya generasi yang berdaya.

 Dengan demikian, media audiovisual memiliki kontribusi besar dalam perkembangan abad-21. Ia memperkaya pendidikan, memperluas dakwah, mendukung ekonomi kreatif, memperkuat komunikasi global, dan meningkatkan kesadaran sosial. Namun, media ini juga membawa tantangan berupa hoaks dan konten negatif yang harus diantisipasi dengan literasi digital dan etika komunikasi. Al-Qur’an memberikan pedoman agar komunikasi dilakukan dengan hikmah, kebenaran, kejelasan. Dengan demikian, penggunaan media audiovisual di abad 21 tidak hanya menjadi sasaran teknologi, tetapi juga bagian dari ibadah dan pembangunan peradaban yang lebih baik.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar