Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada era digital dituntut untuk berkembang mengikuti kebutuhan zaman yang serba cepat, dinamis, dan berbasis teknologi. Jika sebelumnya pembelajaran PAI banyak mengandalkan metode ceramah dan buku teks, kini penggunaan multimedia menjadi salah satu inovasi penting dalam meningkatkan efektivitas penyampaian materi. Multimedia, yang memadukan unsur teks, gambar, audio, video, animasi, dan interaktivitas, mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan karakter peserta didik modern. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI memberikan banyak kelebihan yang dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal.
Sebagai landasan, Al-Qur’an menegaskan pentingnya proses belajar yang efektif dan peningkatan kualitas ilmu. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujādilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Ayat ini menunjukkan bahwa segala bentuk usaha peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk melalui pemanfaatan teknologi multimedia, merupakan bagian dari upaya menuntut ilmu yang terpuji.
Salah satu kelebihan utama multimedia dalam pembelajaran PAI adalah kemampuannya meningkatkan motivasi belajar. Materi PAI sering kali dianggap berat, abstrak, atau sulit dibayangkan ketika hanya dijelaskan secara verbal. Multimedia mampu mengubah materi tersebut menjadi bentuk yang lebih konkret dan menarik. Misalnya, kisah para nabi dapat ditampilkan melalui video animasi, sedangkan tata cara ibadah dapat dijelaskan melalui simulasi interaktif. Penyajian visual ini membuat siswa lebih antusias dan mudah memahami konsep-konsep keislaman yang sebelumnya tampak kompleks.
Selain meningkatkan motivasi, multimedia juga mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak. Banyak konsep PAI, seperti akhlak, iman, atau makna ayat Al-Qur’an, memerlukan pendekatan visual agar lebih mudah dipahami. Video tentang proses penciptaan alam, misalnya, dapat memberikan gambaran yang kuat tentang kebesaran Allah. Hal ini sejalan dengan QS. Al-’Alaq ayat 1–5 yang menekankan pentingnya membaca, memahami, dan belajar melalui berbagai sarana yang Allah sediakan. Dengan bantuan multimedia, proses internalisasi nilai menjadi lebih efektif dan bermakna.
Kelebihan berikutnya adalah kemampuannya menciptakan variasi pembelajaran. Guru dapat mengkombinasikan metode ceramah dengan video, infografis, kuis digital, animasi edukatif, atau simulasi ibadah. Variasi tersebut membantu menjaga konsentrasi siswa dan menghindarkan pembelajaran dari kesan monoton. Multimedia juga dapat menampilkan informasi lebih kaya dan mendalam dibandingkan penjelasan lisan semata. Misalnya, penjelasan sejarah Islam dapat diperkuat dengan dokumenter visual yang singkat namun padat, sehingga lebih mudah dipahami.
Selain itu, multimedia mendukung berbagai gaya belajar siswa. Tidak semua siswa mudah memahami materi hanya dengan mendengarkan. Ada yang lebih responsif terhadap visual, suara, atau interaksi langsung. Multimedia mampu mengakomodasi ketiganya sekaligus. Video menyediakan unsur audio-visual, teks membantu siswa yang membutuhkan penjelasan tertulis, sementara kuis interaktif melatih kemampuan memahami materi secara mandiri.
Berdasarkan landasan hukum pendidikan, penggunaan multimedia dalam pembelajaran memiliki legitimasi yang kuat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan harus berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik. Hal ini selaras dengan karakter multimedia yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik. Selain itu, UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa guru wajib mengembangkan kompetensi profesional, termasuk penguasaan teknologi pembelajaran. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses juga menegaskan bahwa pendidik perlu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Bahkan KMA No. 183–184 Tahun 2019 yang mengatur Kurikulum PAI menekankan perlunya pembelajaran inovatif berbasis teknologi.
Kelebihan lain dari multimedia adalah kemampuannya mendukung pembelajaran mandiri. Siswa dapat mengulang materi melalui gawai kapan pun dibutuhkan. Hal ini menumbuhkan kebiasaan belajar di luar kelas dan menguatkan tanggung jawab siswa terhadap proses belajar mereka sendiri. Multimedia juga mampu memberikan umpan balik cepat melalui aplikasi atau kuis digital sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan terukur.
Secara keseluruhan, penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI memberikan banyak manfaat yang menunjukkan bahwa inovasi teknologi sangat penting dalam konteks pendidikan Islam modern. Dengan multimedia, guru mampu menyampaikan materi dengan lebih jelas, menarik, variatif, dan mendalam, sehingga tujuan pembelajaran PAI dapat tercapai secara optimal, baik dari sisi pengetahuan maupun pembentukan akhlak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar