Uraian Akidah tentang Jumlah Kitab-Kitab Allah (104 dan 144) beserta Dalil Al-Qur’an
Iman kepada kitab-kitab Allah merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Keimanan ini bermakna meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah ﷻ telah menurunkan wahyu kepada para nabi dan rasul-Nya sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Wahyu tersebut berfungsi untuk menuntun manusia dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, serta hukum kehidupan, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat pada setiap zaman.
Pengertian Kitab dan Suhuf
Kitab adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada para rasul dalam bentuk kitab yang lengkap dan mengandung syariat yang sempurna. Adapun suhuf adalah lembaran-lembaran wahyu yang diturunkan kepada para nabi sebelum rasul, yang umumnya berisi ajaran tauhid, nasihat, dan petunjuk dasar, namun belum memuat hukum syariat secara menyeluruh. Meskipun berbeda dari segi bentuk dan kandungan, baik kitab maupun suhuf sama-sama merupakan wahyu Allah yang wajib diimani.
Allah ﷻ berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
> “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya serta kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
(QS. An-Nisā’: 136)
Ayat ini menegaskan kewajiban beriman kepada seluruh kitab Allah, baik yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ maupun kepada para nabi sebelumnya.
Pendapat tentang Jumlah Kitab-Kitab Allah
Dalam kajian akidah Islam, terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah kitab-kitab Allah. Pendapat pertama menyatakan bahwa jumlah kitab Allah adalah 104. Pendapat ini didasarkan pada riwayat yang menyebutkan bahwa Allah menurunkan 100 suhuf kepada para nabi terdahulu, yaitu 10 suhuf kepada Nabi Adam, 50 suhuf kepada Nabi Syits, 30 suhuf kepada Nabi Idris, dan 10 suhuf kepada Nabi Ibrahim. Selain itu, Allah juga menurunkan empat kitab besar, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Dengan demikian, jumlah keseluruhan wahyu berupa kitab dan suhuf adalah 104.
Pendapat kedua menyatakan bahwa jumlah kitab Allah adalah 144. Pendapat ini berangkat dari pemahaman bahwa selain kitab dan suhuf yang disebutkan secara rinci, terdapat pula wahyu-wahyu lain yang diturunkan kepada para nabi yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Hal ini sejalan dengan penegasan Al-Qur’an bahwa tidak semua rasul dan wahyu dijelaskan secara detail.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَۗ وَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَࣖ
> “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad). Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul pun membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka, apabila telah datang perintah Allah (hari Kiamat), diputuskanlah (segala perkara) dengan adil. Ketika itu, rugilah para pelaku kebatilan.”
(QS. Ghāfir: 78)
Ayat ini menunjukkan bahwa jumlah rasul dan wahyu Allah sangat banyak, sehingga memungkinkan adanya kitab-kitab Allah yang tidak disebutkan secara eksplisit.
Sikap Akidah terhadap Perbedaan Pendapat
Perbedaan pendapat mengenai jumlah kitab-kitab Allah tidak memengaruhi keimanan seorang Muslim. Hal terpenting dalam akidah adalah meyakini bahwa seluruh wahyu tersebut benar-benar berasal dari Allah ﷻ. Seorang Muslim wajib mengimani kitab-kitab Allah secara global (ijmali), baik yang diketahui namanya maupun yang tidak diketahui secara rinci.
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
> “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”
(QS. Al-Baqarah: 285)
Ayat ini menegaskan bahwa iman kepada kitab-kitab Allah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari iman secara keseluruhan.
Hikmah Beriman kepada Kitab-Kitab Allah
Penutup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar