Senin, 29 Desember 2025

BERAKHLAK KARENA LAHIR DIKELUARGA MUSLIM

 

    Setiap manusia lahir dengan potensi fitrah, yaitu kecenderungan untuk mengenal dan menyembah Allah. Nabi Muhammad bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan akhlak seseorang, terutama bagi mereka yang lahir di keluarga Muslim.

QS. Ar-Rūm ayat 30 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ


Terjemahan:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan memiliki kecenderungan kepada kebenaran. Oleh karena itu, lahir dalam keluarga Muslim merupakan anugerah yang besar karena memberikan kesempatan bagi fitrah tersebut untuk berkembang melalui pendidikan akhlak dan ajaran Islam sejak dini.

1.  Arti dan Pentingnya Akhlak

Akhlak dalam Islam berarti perilaku atau sikap seseorang yang tercermin dari keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Akhlak mencakup hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan dengan sesama manusia (hablum minannas). Seorang Muslim yang baik bukan hanya pandai beribadah, tetapi juga menunjukkan keindahan Islam melalui perilakunya sehari-hari.

QS. At-Tahrīm ayat 6 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا


Terjemahan:

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Ayat ini menunjukkan bahwa akhlak mulia merupakan inti dari ajaran Islam. Oleh sebab itu, umat Islam, khususnya mereka yang lahir dan tumbuh dalam keluarga Muslim, diharapkan mampu meneladani akhlak Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad). Hal ini menunjukkan bahwa inti dari ajaran Islam adalah pembentukan karakter dan moral yang luhur. Oleh karena itu, seseorang yang lahir dalam keluarga Muslim seharusnya memiliki keunggulan dalam akhlak karena sejak kecil ia telah dikenalkan dengan nilai-nilai Islam.

2.  Peran Keluarga dalam Membentuk Akhlak

Keluarga adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Orang tua menjadi teladan utama dalam pembentukan akhlak. Seorang ayah dan ibu yang mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari secara langsung mengajarkan anaknya tentang kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, dan kesabaran.

Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga Muslim biasanya terbiasa mendengar kalimat-kalimat thayyibah seperti bismillah, alhamdulillah, dan astaghfirullah. Ia juga belajar tentang shalat, puasa, dan sedekah sejak kecil. Semua kebiasaan baik ini secara perlahan membentuk karakter yang berakhlak mulia.

Namun, lahir dari keluarga Muslim tidak otomatis menjamin seseorang akan berakhlak baik. Diperlukan kesadaran dan usaha untuk terus memperbaiki diri. Akhlak yang baik muncul dari iman yang kuat dan pemahaman agama yang benar.

QS. Luqmān ayat 14 

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ ۖ إِلَيَّ الْمَصِيرُ


Terjemahan:

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu.

Ayat tersebut mengajarkan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban seorang anak sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Akhlak ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan akhlak dalam keluarga Muslim memiliki peran besar dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan beriman.


3.  Contoh Akhlak Mulia yang Harus Dimiliki

Beberapa contoh akhlak yang seharusnya dimiliki oleh seorang Muslim antara lain:

  1. Jujur (ash-shidq): Tidak berkata dusta dan selalu berpegang pada kebenaran.

  2. Amanah: Dapat dipercaya dalam menjaga titipan dan menjalankan tanggung jawab.

  3. Tawadhu’ (rendah hati): Tidak sombong meskipun memiliki kelebihan.

  4. Sabar: Mampu menahan diri dalam menghadapi cobaan dan tidak mudah marah.

  5. Menghormati orang tua: Berbakti kepada ayah dan ibu sebagai wujud rasa syukur atas jasa mereka.

  6. Menebar kasih sayang: Bersikap baik kepada saudara, tetangga, dan seluruh makhluk Allah.

Akhlak-akhlak ini bukan hanya membuat seseorang disukai oleh manusia, tetapi juga mendekatkannya kepada ridha Allah.

4.  Tantangan di Era Modern

Di era modern seperti sekarang, tantangan bagi generasi muda Muslim semakin besar. Pengaruh media sosial, pergaulan bebas, dan gaya hidup materialistis dapat mengikis nilai-nilai akhlak. Karena itu, anak-anak yang lahir di keluarga Muslim perlu dibekali dengan pendidikan agama yang kuat dan bimbingan moral yang konsisten. Orang tua juga harus menjadi teladan nyata dalam keseharian, bukan sekadar memberi nasihat.

5.  Hikmah Berakhlak Baik

Seseorang yang berakhlak baik akan membawa kedamaian bagi dirinya dan lingkungannya. Akhlak mulia mencerminkan keimanan yang sejati. Orang yang jujur, sabar, dan berkasih sayang akan mudah diterima di masyarakat, dan kehidupannya pun penuh berkah. Akhlak juga menjadi bekal utama di akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah : “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat selain akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).

6. Kesimpulan

Berakhlak karena lahir di keluarga Muslim berarti mengamalkan nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan sejak kecil. Lahir dari keluarga Muslim adalah anugerah besar, tetapi menjaga dan mengembangkan akhlak yang baik adalah tanggung jawab pribadi. Dengan berpegang pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah, seorang Muslim akan menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia—menjadi cerminan keindahan Islam di tengah masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar