Perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk di sektor pendidikan. Teknologi pembelajaran muncul sebagai alat untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar agar menjadi lebih efisien, efektif, dan menarik. Salah satu elemen kunci dari teknologi pembelajaran adalah interaktivitas, yang berarti adanya keterlibatan aktif antara peserta didik, pendidik, dan media pembelajaran. Interaktivitas membuat proses pembelajaran tidak bersifat satu arah tetapi menjadi dinamis dan kolaboratif.
Teknologi pembelajaran dapat dianggap sebagai penerapan prinsip ilmiah, media, dan sistem digital guna mendukung proses pembelajaran. Bentuknya bervariasi, mulai dari penggunaan komputer, internet, Learning Management System (LMS), video pembelajaran, aplikasi di ponsel, hingga kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan proses belajar dapat berlangsung kapan saja dan dimana saja, sehingga mengatasi batasan ruang dan waktu yang selama ini menjadi tantangan dalam pendidikan tradisional.
Interaktivitas dalam pembelajaran berbasis teknologi memberikan peluang bagi peserta didik untuk aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri. Mereka bukan sekadar penerima informasi, tetapi juga dapat berpartisipasi melalui diskusi online, kuis interaktif, simulasi, dan proyek kolaboratif. Keberadaan interaktivitas mendorong peserta didik untuk lebih termotivasi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Dalam pandangan Islam, pentingnya proses belajar yang aktif dan bermakna telah lama ditekankan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ﴾
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. ”
(QS. Al-'Alaq: 1)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa aktivitas belajar, membaca, dan mencari ilmu merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Teknologi pembelajaran dapat berfungsi sebagai sarana modern untuk melaksanakan perintah ini dengan cara yang lebih efisien dan luas. Melalui teknologi, akses terhadap pengetahuan menjadi lebih terbuka, sehingga semangat untuk membaca dan belajar dapat meningkat.
Interaktivitas juga sesuai dengan konsep pembelajaran dalam Islam yang mendorong dialog dan pemahaman. Allah SWT berfirman:
﴿فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴾
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. ”
(QS. An-Nahl: 43)
Ayat ini menekankan pentingnya interaksi dalam proses belajar, yaitu bertanya, berdiskusi, dan mencari klarifikasi. Dalam konteks teknologi pembelajaran, interaksi ini dapat difasilitasi melalui forum diskusi online, video konferensi, dan media sosial pendidikan. Dengan cara ini, teknologi berfungsi sebagai alat yang mendukung nilai-nilai pembelajaran yang diajarkan dalam Islam.
Lebih lanjut, teknologi pembelajaran yang bersifat interaktif dapat disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik. Setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda, seperti visual, auditori, atau kinestetik. Media interaktif seperti animasi, audio, dan simulasi memungkinkan peserta didik memahami materi sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini menjadikan proses pembelajaran lebih inklusif dan fokus pada peserta didik.
Namun, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga perlu disertai dengan sikap bijaksana dan bertanggung jawab. Teknologi hanya berfungsi sebagai alat, bukan tujuan utama. Pendidik tetap memegang peran penting sebagai pembimbing, fasilitator, dan contoh akhlak. Sebagaimana firman Allah SWT:
﴿وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا﴾
“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. ”
(QS. Thaha: 114)
Ayat ini mengajarkan bahwa ilmu harus terus diperbaharui dengan niat yang baik dan tujuan yang mulia. Teknologi pembelajaran dan interaktivitas, jika digunakan dengan baik, dapat menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan interaksi adalah kombinasi yang signifikan untuk membangun pengalaman belajar yang bernilai. Sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, keduanya dapat berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menggunakan ilmu secara bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar