Dalam proses pendidikan, guru memiliki peran penting untuk menyampaikan ilmu dengan cara yang mudah dipahami oleh peserta didik. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah memilih media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Media pembelajaran adalah segala bentuk alat bantu, baik berupa gambar, suara, video, benda nyata, maupun teknologi digital, yang digunakan untuk mempermudah penyampaian materi. Pada abad modern seperti sekarang, penggunaan media yang tepat sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sebab, setiap peserta didik memiliki kemampuan, gaya belajar, minat, dan kebutuhan yang berbeda-beda
Dalam Al-Qur’an, Allah telah menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan dengan kemampuan, karakter, dan keunikan yang beragam. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Hujurat ayat 13:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Artinya:
“Wahai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Perbedaan itu bukan hanya tentang suku atau bangsa, tetapi juga karakter, kemampuan berpikir, serta cara manusia menerima dan memproses informasi. Maka, dalam dunia pendidikan. Guru perlu memahami bahwa setiap peserta didik memiliki kekhasan tersendiri sehingga media pembelajaran harus disesuaikan dengan karakter masing-masing
Salah satu karakteristik penting peserta didik adalah gaya belajar. Ada siswa yang lebih mudah memahami materi melalui visual, seperti gambar, warna, diagram, dan video. Adapula yang lebih cepat paham melalui auditori, yakni melalui penjelasan lisan, diskusi, atau rekaman suara. Sementara itu, sebagian lainnya memahami pelajaran dengan cara kinestetik, yaiyu melalui aktivitas langsung, praktik, dan gerakan tubuh. Jika guru hanya menggunakan satu jenis media, misalnya ceramah saja, maka siswa yang gaya belajarnya visual dan kinestetik akan kesulitan memahami materi. Karena itu, media pembelajaran yang bervariasi sangat diperlukan agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensinya
Selain gaya belajar, usia peserta didik juga mempengaruhi media pembelajaran yang digunakan. Peserta didik usia anak-anak biasanya membutuhkan media yang bersifat konkret, menarik, penuh warna, dan mudah diingat. Misalnya, gambar, boneka, video kartun, atau benda nyata. Sementara itu, peserta didik remaja sudah mulai mampu memahami media abstrak, seperti grafik, peta konsep, atau presentasi digital. Remaja juga lebih tertarik dengan media interaktif seperti kuis online, video pembelajaran, dan aplikasi pendidikan. Adapun peserta didik dewasa cenderung menyukai media yang praktis dan langsung dapat diterapkan, misalnya studi kasus, simulasi, dan diskusi kelompok.
Media pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik juga dapat meningkatkan motivasi belajar. Ketika siswa merasa media yang digunakan menarik dan cocok dengan gaya belajar mereka, mereka lebih mudah fokus lebih bersemangat, dan lebih aktif mengikuti pelajaran. Sebaliknya, jika media yang digunakan membosankan atau tidak sesuai kebutuhan, siswa akan sulit memahami materi dan cepat kehilangan perhatian. Oleh karena itu, menyesuaikan media dengan karakteristikpeserta didik sangat membantu menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan.
Selain itu, penggunaan media yang tepat dapat membantu guru mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Misalnya, ketika guru ingin mengajarkan konsep yang sulit seperti proses ilmiah atau fenomena alam, media video dan animasi dapat membantu siswa memahami materi secara konkret. Ketika guru ingin melatih kemampuan komunikasi, media diskusi dan permainan edukatif bisa digunakan. Dengan kata lain, pemilihan media harus mempertimbangkan tidak hanya karakter peserta didik, tetapi juga tujuan pembelajaran itu sendiri.
Penyesuaian media pembelajaran juga merupakan bentuk implementasi dari ajaran islam tentang kelembutan dan kebijaksanaan dalam mendidik. Allah berfirman dalam surah An-Nahl ayat 125:
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ
Artinya:
“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik’
“Hikmah” dalam ayat ini dapat dipahami sebagai cara yang tepat, bijaksana, dan sesuai keadaan orang yang diajari. Maka, memilih media pembelajaran yang sesuai karakter siswa juga merupakan bentuk hikmah dalam mengajar.
Dengan semua penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar proses belajar lebih efektif, menarik, dan bermakna. Setiap siswa memiliki keunikan, sehingga guru perlu memahami perbedaan tersebut dan menggunakannya sebagai dasar dalam mementukan media. Dengan pendekatan yang tepat, peserta didik akan lebih mudah memahami materi dan mencapai hasil belajar yang optimal. Hal ini selaras dengan ajaran islam untuk mendidik dengan penuh bijaksana, lembut, dan sesuai kondisi masing-masing individu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar