Sabtu, 20 Desember 2025

Teknologi Pembelajaran dan Efisiensi dalam Perspektif Pendidikan Islam


Perkembangan teknologi pada era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Teknologi pembelajaran hadir sebagai sarana untuk membantu proses belajar mengajar agar menjadi lebih efektif, menarik, dan efisien. Dalam konteks pendidikan Islam, pemanfaatan teknologi tidak hanya dipandang sebagai kemajuan teknis, tetapi juga sebagai amanah untuk mengelola ilmu pengetahuan secara bijaksana dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Teknologi pembelajaran dapat didefinisikan sebagai penerapan berbagai alat, sistem, dan metode berbasis teknologi untuk menunjang proses pembelajaran. Bentuknya sangat beragam, mulai dari penggunaan perangkat digital seperti komputer, proyektor, dan smartphone, hingga pemanfaatan platform pembelajaran daring, aplikasi edukasi, video interaktif, serta kecerdasan buatan. Kehadiran teknologi tersebut bertujuan untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan membantu peserta didik dalam memahami pelajaran secara lebih optimal. Salah satu keunggulan utama teknologi pembelajaran adalah efisiensi. Efisiensi dalam pembelajaran mencakup efisiensi waktu, tenaga, biaya, dan sumber daya. Dengan teknologi, proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu tertentu. Materi dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui media digital. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong umatnya untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَالْعَصْرِ 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

1. Demi masa,

2. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.

(QS. Al-Ashr 1-2)

Ayat ini menegaskan bahwa waktu adalah aset berharga yang harus dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar. Teknologi pembelajaran membantu meminimalkan pemborosan waktu, misalnya melalui penyediaan materi digital, video pembelajaran, dan sistem evaluasi otomatis.Selain efisiensi waktu, teknologi pembelajaran juga meningkatkan efisiensi tenaga. Guru tidak lagi harus menyampaikan seluruh materi secara konvensional di kelas, tetapi dapat memanfaatkan multimedia, modul daring, dan bank soal digital. Dengan demikian, guru dapat lebih fokus pada pembimbingan, penguatan karakter, dan pengembangan potensi peserta didik. Dalam Islam, kerja yang dilakukan secara efektif dan profesional sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. Al-Baqarah: 195)

Pemanfaatan teknologi pembelajaran secara tepat merupakan bentuk ikhtiar untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan kualitas amal dalam bidang pendidikan. Dari sisi peserta didik, teknologi pembelajaran memberikan kemudahan akses terhadap sumber belajar yang lebih luas dan beragam. Peserta didik tidak hanya bergantung pada satu buku atau satu sumber informasi, tetapi dapat mengeksplorasi berbagai referensi secara mandiri. Hal ini mendukung pembelajaran aktif dan mandiri, sebagaimana Islam mendorong umatnya untuk terus menuntut ilmu. Rasulullah SAW bersabda bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan teknologi menjadi wasilah (sarana) untuk mewujudkannya secara lebih efisien. Efisiensi biaya juga menjadi aspek penting dalam teknologi pembelajaran. Penggunaan buku digital, kelas daring, dan sistem administrasi berbasis teknologi dapat mengurangi biaya operasional pendidikan. Dalam perspektif Islam, sikap hemat dan tidak berlebihan sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:

  إنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ

“Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.”

 (QS. Al-Isra’: 27)

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran secara bijak dapat membantu lembaga pendidikan mengelola sumber daya secara lebih efektif dan ekonomis. Namun, meskipun teknologi pembelajaran menawarkan berbagai kemudahan dan efisiensi, penggunaannya tetap harus disertai dengan nilai-nilai etika dan moral. Dalam pendidikan Islam, teknologi hanyalah alat, bukan tujuan utama. Tujuan pendidikan tetaplah membentuk manusia yang berilmu, berakhlak mulia, dan bertakwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, guru dan peserta didik perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan menghindari dampak negatifnya

Sebagai penutup, teknologi pembelajaran merupakan instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi pendidikan di era modern. Jika digunakan secara tepat dan selaras dengan ajaran Islam, teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencetak generasi berilmu, produktif, dan berakhlak mulia. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

(QS. Thaha: 114)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa penguasaan ilmu, termasuk melalui teknologi pembelajaran, adalah bagian dari perjalanan spiritual dan intelektual seorang muslim sepanjang hayat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar