Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pendidikan Islam. Teknologi pembelajaran hadir sebagai sarana pendukung yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Dalam perspektif pendidikan Islam, pemanfaatan teknologi tidak hanya bertujuan untuk mempermudah penyampaian materi, tetapi juga sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan Islam, yaitu membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Teknologi pembelajaran mencakup berbagai media dan alat yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, seperti media digital, platform e-learning, video pembelajaran, aplikasi pendidikan, dan kelas virtual. Kehadiran teknologi ini memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, baik dari segi waktu maupun tempat. Peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, sedangkan pendidik dapat menyampaikan materi secara lebih sistematis dan terencana.
Dalam Islam, prinsip efisiensi sangat ditekankan. Efisiensi tidak hanya bermakna hemat waktu dan biaya, tetapi juga tepat guna dan bermanfaat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-‘Ashr ayat 1–3:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”
Ayat ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan waktu secara optimal. Teknologi pembelajaran menjadi salah satu sarana untuk mengelola waktu pembelajaran agar lebih efektif, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai tanpa pemborosan sumber daya.
Pendidikan Islam bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak, sekaligus mengembangkan potensi intelektual peserta didik. Pemanfaatan teknologi pembelajaran dapat menunjang tujuan tersebut dengan menyajikan materi secara menarik dan mudah dipahami. Misalnya, pembelajaran Al-Qur’an dapat didukung dengan aplikasi digital yang memuat tajwid, terjemah, dan audio murottal. Pembelajaran fikih dan akidah akhlak juga dapat disampaikan melalui video animasi atau presentasi interaktif yang membantu peserta didik memahami konsep dengan lebih baik.
Selain itu, teknologi pembelajaran mampu meningkatkan efisiensi kerja pendidik. Melalui sistem manajemen pembelajaran digital, guru dapat merencanakan pembelajaran, menyampaikan materi, memberikan tugas, serta melakukan evaluasi secara terintegrasi. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang menganjurkan keteraturan dan profesionalitas dalam bekerja. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh dan profesional).” (HR. Thabrani).
Hadis tersebut menegaskan pentingnya kualitas dan kesungguhan dalam proses pendidikan, yang dapat didukung melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Namun demikian, penggunaan teknologi dalam pendidikan Islam harus tetap berada dalam koridor nilai-nilai syariat. Teknologi hanyalah alat, bukan tujuan utama. Oleh karena itu, pendidik memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik agar menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tidak melalaikan nilai-nilai keislaman. Pengawasan dan penanaman akhlak menjadi kunci agar teknologi tidak disalahgunakan.
Pendidikan Islam juga menekankan pentingnya niat dalam menuntut ilmu. Pemanfaatan teknologi pembelajaran hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT dan meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan. Efisiensi yang dihasilkan dari teknologi bukan untuk bermalas-malasan, melainkan untuk memperluas kesempatan belajar dan memperdalam pemahaman. Dengan teknologi, pendidikan Islam dapat menjangkau lebih banyak peserta didik, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar