Sabtu, 20 Desember 2025

Relevansi Penggunaan Media Cetak di Era Digital

 

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang informasi dan pendidikan. Kehadiran internet, gawai pintar, dan media digital membuat akses informasi menjadi sangat cepat, praktis, dan luas. Dalam kondisi ini, banyak pihak beranggapan bahwa media cetak seperti buku, koran, majalah, dan modul pembelajaran mulai ditinggalkan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Media cetak tetap memiliki relevansi yang kuat di era digital, terutama jika dilihat dari fungsi edukatif, keandalan informasi, dan dampaknya terhadap proses berpikir pembaca.

Media cetak memiliki karakteristik utama berupa informasi yang disajikan secara tertulis dan terstruktur. Berbeda dengan media digital yang cenderung bersifat cepat dan instan, media cetak mendorong pembaca untuk membaca secara mendalam dan reflektif. Dalam konteks pendidikan, buku cetak masih menjadi rujukan utama karena isinya telah melalui proses penyuntingan dan penilaian yang ketat. Hal ini membuat informasi dalam media cetak lebih terjamin keakuratan dan validitasnya dibandingkan sebagian informasi digital yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Di era digital yang dipenuhi arus informasi tanpa batas, media cetak justru berperan sebagai penyeimbang. Banyaknya informasi di internet sering kali menyebabkan kebingungan, disinformasi, dan rendahnya daya kritis pembaca. Media cetak hadir dengan konten yang lebih selektif, terkurasi, dan fokus pada kualitas. Dengan demikian, media cetak membantu pembaca membangun pemahaman yang lebih mendalam serta melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis.

Relevansi media cetak juga terlihat dari dampaknya terhadap konsentrasi dan daya ingat. Membaca teks cetak terbukti dapat meningkatkan fokus karena tidak disertai gangguan notifikasi, iklan, atau tautan lain sebagaimana yang sering ditemukan pada media digital. Dalam dunia pendidikan, penggunaan buku cetak membantu peserta didik untuk lebih berkonsentrasi, memahami alur materi secara runtut, dan mengingat informasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, meskipun pembelajaran digital semakin berkembang, media cetak tetap menjadi pilihan penting dalam proses belajar mengajar.

Selain itu, media cetak memiliki nilai historis dan kultural yang tidak dapat tergantikan sepenuhnya oleh media digital. Buku dan dokumen cetak merupakan warisan peradaban yang mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya suatu masyarakat. Keberadaan perpustakaan dengan koleksi buku cetak menjadi simbol peradaban dan pusat pengembangan ilmu. Di era digital, fungsi ini tetap relevan sebagai ruang belajar yang mendukung literasi dan tradisi intelektual.

Media cetak juga memiliki keunggulan dalam hal aksesibilitas dan keberlanjutan. Tidak semua wilayah memiliki akses internet yang stabil dan memadai. Dalam kondisi seperti ini, media cetak menjadi solusi yang efektif untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan. Buku dan bahan cetak dapat digunakan kapan saja tanpa bergantung pada listrik atau jaringan internet. Hal ini menjadikan media cetak tetap relevan, terutama di daerah terpencil atau dalam situasi tertentu.

Meskipun demikian, relevansi media cetak di era digital tidak berarti menolak kemajuan teknologi. Sebaliknya, media cetak dan media digital seharusnya saling melengkapi. Integrasi keduanya dapat menciptakan sistem pembelajaran dan penyebaran informasi yang lebih efektif. Media digital unggul dalam kecepatan dan interaktivitas, sedangkan media cetak unggul dalam kedalaman dan ketahanan informasi. Dengan memadukan keduanya, masyarakat dapat memperoleh manfaat yang maksimal.

Dalam perspektif Islam, aktivitas membaca dan menulis merupakan fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an menegaskan pentingnya pena dan tulisan sebagai sarana penyebaran ilmu. Hal ini tercermin dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Qalam ayat 1:

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

Artinya: “Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.” (QS. Al-Qalam: 1)

Ayat ini menunjukkan kemuliaan aktivitas menulis dan hasil tulisan sebagai media penyampaian ilmu pengetahuan. Pena dan tulisan, yang menjadi simbol utama media cetak, memiliki peran penting dalam menjaga, merekam, dan menyebarkan ilmu dari generasi ke generasi. Meskipun sarana penulisan kini berkembang dalam bentuk digital, esensi tulisan sebagai sumber ilmu tetap melekat kuat pada media cetak.

Dengan demikian, penggunaan media cetak di era digital tetap memiliki relevansi yang signifikan. Media cetak berperan dalam menjaga kualitas informasi, meningkatkan konsentrasi dan daya kritis pembaca, serta melestarikan tradisi keilmuan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, media cetak tidak kehilangan makna, melainkan bertransformasi menjadi pelengkap yang memperkaya ekosistem informasi dan pendidikan. Oleh karena itu, sikap yang bijak adalah memanfaatkan media cetak dan media digital secara seimbang demi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan dan bermakna.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar