Qadha dan qadar adalah konsep dalam Islam yang merujuk pada ketentuan dan takdir Allah SWT. Dalam konteks remaja, qadha dan qadar dapat diartikan sebagai menerima dan memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah ketentuan Allah SWT. Setiap remaja memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda-beda, kesehatan dan kekuatan yang berbeda-beda, serta kesempatan dan rezeki yang berbeda-beda. Ini semua adalah qadha dan qadar Allah SWT.
Artinya: "Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan rezekinya ada di tangan Allah. Dia mengetahui tempat tinggalnya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Luh Mahfuz).”
QS. Ar-Ra'd ayat 11 berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah hendak menimpakan suatu bencana kepada suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa perubahan nasib suatu kaum hanya dapat terjadi jika mereka sendiri yang berusaha untuk mengubahnya. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki sikap ikhtiar, yaitu berusaha dan berdoa untuk mencapai tujuan.
Dengan memahami dan mengamalkan konsep qadha dan qadar, remaja dapat menjadi lebih kuat, sabar, dan tawakal dalam menghadapi kehidupan. Mereka dapat menerima diri mereka sendiri dan orang lain apa adanya, serta berusaha untuk menjadi lebih baik dalam segala hal.
KESIMPULAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar