Senin, 29 Desember 2025

Pengaruh Akhlak Tercela terhadap Kehidupan Sosial dan Keimanan

 Akhlak tercela adalah perilaku buruk yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan. Akhlak ini muncul akibat lemahnya iman, kurangnya pengendalian diri, serta pengaruh lingkungan yang negatif. Dalam Islam, akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi cerminan keimanan seseorang. Rasulullah SAW diutus ke muka bumi dengan tujuan utama untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki akhlak tercela akan merasakan berbagai akibat buruk dalam kehidupannya.

Salah satu akibat akhlak tercela adalah rusaknya hubungan sosial. Sifat sombong, iri hati, dengki, suka berbohong, dan tidak amanah dapat menimbulkan pertengkaran serta perpecahan di tengah masyarakat. Orang yang berakhlak buruk biasanya dijauhi karena perilakunya merugikan orang lain. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya persaudaraan, saling menghormati, dan tolong-menolong.

Akhlak tercela juga berdampak buruk terhadap kepribadian seseorang. Perilaku negatif yang dilakukan secara terus-menerus akan membentuk karakter yang keras, egois, dan tidak bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang tidak jujur dan tidak amanah akan sulit dipercaya, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Selain berdampak pada kehidupan sosial, akhlak tercela juga merusak hubungan manusia dengan Allah SWT. Perbuatan tercela termasuk perbuatan dosa yang dapat mendatangkan murka Allah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ  

Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)


Ayat tersebut menegaskan bahwa sifat sombong merupakan akhlak tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Selain itu, Allah SWT juga melarang perbuatan kejidan kemungkaran:


إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)

Dari ayat-ayat tersebut dapat dipahami bahwa setiap perilaku tercela membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, setiap muslim wajib berusaha menjauhi akhlak tercela dan membiasakan diri dengan akhlak terpuji melalui peningkatan iman, ibadah, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW. Dengan akhlak yang baik, kehidupan akan menjadi lebih damai dan diridhai oleh Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar