Perkembangan Teknologi Sangat Relevan Dengan Kebutuhan Peserta Didik Di Era Digital
Perkembangan tegnologi di era digital telah membawa perubahan mendasar dalam dunia Pendidikan, bukan hanya dalam aspek penyediaan sarana, tetapi juga dalam cara pserta didik belajar, berinteraksi, memahami konsep, dan memproses informasi. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat proses pembelajaran mengalami transformasi signifikan sehingga lebih konstektual dengan kebutuhan generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan digital. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam Pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan agar pembelajaran tetap relevan, bermakna, dan efektif. Pertama, perkembangan teknologi menjadikan proses Pendidikan lebih responsive terhadap karakteristik peserta didik era digital. Mereka sering disebut sebagai digital natives memiliki kecenderungan berfikir cepat, terbiasa multitasking, mengonsumsi informasi visual, dan mengandalkan internet sebagai sumber informasi utama.
Metode pembelajaran tradisional yang berfokus pada ceramah satu arah tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan mereka. Teknologi hadir sebagai jembatan yang memungkinkan materi disampaikan secara lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar peserta didik masa kini. Misaknya, menggunakan video pembelajaran, animasi interaktif, platfrom diskusi online, dan aplikasi online digital membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Kedua, teknologi memberikan akses informasi yang luas, cepat, dan tidak terbatas. Peserta didik tidak lagi bergantung sepenuhnya pada guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Dengan internet, mereka dapat mengeksplorasi berbagai referensi, membaca jurnal internasional, melihat simulasi, hingga mengikuti kursus online. Kondisi ini menuntut perubahan pradigma belajar: dari sekedar menerima informasi menjadi mencari, memverivikasi, dan mengolah informasi secara kritis. Namun perubahan ini juga memunculkan tantangan baru, seperti resiko misinformasi dan kecenderungan belajar instan. Karena itu, integrasi teknologi harus disertai Pendidikan literasi digital agar peserta didik mampu memilah informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan telah di jelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadilah ayat 11 yang berbunyi:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Artinya: Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan memiliki kedudukan tinggi, dan perkembangan teknologi merupakan salah satu sarana modern untuk memperoleh, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu termasuk dalam pendidikan peserta didik di era digital.
Ketiga, perkembangan teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran (personalized learning). Setiap peserta didik memiliki tingkat pemahaman, gaya belajar, dan kecepatan belajar berbeda. Teknologi memungkinkan guru menyesuaikan metode dan materi dengan kebutuhan individu melalui aplikasi pembelajaran adaktif. Misalnya, platfrom yang dapat memberikam soal berbeda berdasarkan kemampuan sisiwa, sistem pembelajaran berbasis Artivicial Intelligence yang menilai progress siswa, atau fitur umpan balik otomatis dalam Learning Management System (LMS). Personalisasi ini meningkatkan efektifitas pembelajaran karena siswa tidak dipaksa mengikuti ritme yang sama, tetapi bisa berkembang sesuai kemampuan masing-masing. Keempat, teknologi juga meningkatkan interaktivitas dan kualitas belajar. Pembelajaran berbasis multimedia memberikan pengalaman multisensory yang lebih kaya, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat. Simulasi virtual, video eksperimen, atau aplikasi 3D memungkinkan siswa memahami konsep yang sulit atau abstrak, seperti sistem tata surya, reaksi kimia, atau struktur anatomi tubuh manusia. Selain itu, teknologi membuka peluang kolaborasi digital melaliui diskusi online, kerja kelompok berbasis cloud, dan pembelajaran jarak jauh. Semua ini memperkaya cara siswa berinteraksi dengan materi dan sesame peserta didik. Kelima, peran guru turut mengalami transformasi. Guru tidak lagi berfungsi sebagai satu-satunya penyampai pengetahuan, tetapi sebagai fasilitator, pembimbing, dan curator informasi.
Guru harus mampu memanfaatkan teknologi untuk merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan. Kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi menjadi salah satu indicator kompetensi professional. Guru juga harus membekali siswa dengan keterampilan literasi digital, etika berinternet, dan kemampuan berfikir kritis agar teknologi tidak hanya menjadi alat hiburan tetapi benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan kata lain, kualitas Pendidikan digital sangat dipengaruhi kesiapan guru dalam mengelola teknologi.
perkembangan teknologi juga menyiapkan peserta didik menghadapi tuntutan kompetensi abad ke-21, seperti kemampuan berfikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Dunia kerja modern menuntut individu untuk mampu mengoperasikan teknologi, bekerja dengan data, beradaptasi dengan perubahan cepat, serta memiliki kemampuan problem solving yang kuat. Teknologi dalam Pendidikan memungkinkan siswa melatih semua keterampilan tersebut sejak dini. Misalnya, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), coding, robotika, atau presentasi multimedia dapat melatih kemampuan berfikir tingkat tinggi yang sangat diperlukan dalam era digital. Terakhir, penting untuk dipahami bahwa relevansi teknologi dalam Pendidikan tidak terletak pada penggunaannya semata, tetapi pada bagaimana teknologi diintegrasikan secara pedagogis dan bermakna. Penggunaan teknologi yang asal-asalan justru mengganggu pembelajaran. Namun ketika teknologi digunakan untuk memecahkan masalah pembelajaran misalnya meningkatkan motivasi, memperjelas konsep evaluasi maka teknologi benar-benar menjadi alat yang relevan dan berdampak positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar