Perkembangan Teknologi AI Berpotensi Menggantikan Peran Guru
Perkembangan teknologi saat ini semakin cepat, salah satunya adalah teknologi kecerdasan buatan atau yang biasa disebut Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang pendidikan. Sekarang, belajar tidak harus selalu bertatap muka dengan guru di kelas, tetapi siswa bisa belajar melalui aplikasi, video pembelajaran, atau chatbot pintar yang bisa menjawab pertanyaan kapan saja. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah teknologi AI suatu saat bisa menggantikan peran guru?Tidak bisa dipungkiri, kehadiran AI memang memberikan banyak kemudahan dalam proses belajar. Dengan AI, siswa bisa belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jika belum paham, materi bisa diulang berkali-kali tanpa merasa malu. Jika sudah paham, siswa bisa langsung lanjut ke materi berikutnya. Selain itu, AI juga bisa membantu mengoreksi tugas dan ujian dengan cepat, sehingga hasilnya bisa langsung diketahui. Hal ini tentu sangat membantu, baik bagi siswa maupun guru.
Bagi guru sendiri, teknologi AI bisa meringankan beban kerja. Guru tidak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan administratif seperti mengoreksi soal atau membuat laporan. Waktu tersebut bisa digunakan untuk menyiapkan materi yang lebih menarik atau memperhatikan perkembangan siswa satu per satu. Dari sini terlihat bahwa AI memang punya potensi besar dalam dunia pendidikan.
Namun, meskipun AI sangat canggih, peran guru tidak bisa begitu saja digantikan oleh teknologi. Guru bukan hanya orang yang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter siswa. Guru bisa memahami perasaan siswa, memberi motivasi saat siswa merasa malas atau putus asa, serta menjadi tempat bertanya dan bercerita. Hal-hal seperti ini tidak bisa dilakukan oleh mesin atau teknologi AI.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita lihat bagaimana guru menjadi sosok yang berpengaruh dalam hidup siswa. Guru mengajarkan sikap disiplin, kejujuran, sopan santun, serta tanggung jawabkepada siswa. Nilai-nilai tersebut tidak hanya didapat dari buku atau layar gadget, tetapi dari contoh dan nasihat langsung yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa.
Dalam pandangan agama Islam, ilmu dan orang yang mengajarkannya memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah SWT berfirman:
> يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berilmu dan mengajarkan ilmu, yaitu guru, memiliki posisi yang mulia. Ilmu bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut digunakan dengan baik dan benar. Hal ini tentu membutuhkan peran manusia, bukan hanya teknologi.
Selain itu, Rasulullah SAW juga diutus sebagai pendidik bagi umat manusia. Allah SWT berfirman:
> كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang rasul dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan Kitab dan hikmah.”
(QS. Al-Baqarah: 151)
Ayat ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal mengajar, tetapi juga membersihkan hati dan membentuk akhlak. Peran seperti ini tentu tidak bisa dijalankan oleh AI karena AI tidak memiliki perasaan, empati, dan tanggung jawab moral.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi AI memang berpotensi mengambil alih beberapa tugas guru, terutama yang bersifat teknis. Namun, AI tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran guru. Guru tetap dibutuhkan sebagai pembimbing, pendidik, dan teladan bagi siswa. Teknologi AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu agar proses belajar menjadi lebih efektif, bukan sebagai pengganti guru.
Dengan adanya kerja sama antara guru dan teknologi, diharapkan pendidikan di masa depan bisa menjadi lebih baik. Guru tetap menjadi sosok utama dalam pendidikan, sementara AI menjadi pendukung yang membantu proses belajar mengajar agar lebih mudah dan menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar