Al-Qur’an menyebut kitab dan suhuf, tetapi tidak menyebutkan jumlah pastinya. Jumlah 104 dan 144 berasal dari hadis, bukan dari ayat Al-Qur’an.
1.Pendapat 104 Kitab/Suhuf (Pendapat Paling Kuat) Pendapat ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Dzarr Al-Ghifari r.a.
Rinciannya:
50 suhuf → Nabi Syits a.s.
30 suhuf → Nabi Idris a.s.
10 suhuf → Nabi Ibrahim a.s.
10 suhuf → Nabi Musa a.s. (sebelum Taurat)
Ditambah 4 kitab besar:
1.Taurat → Nabi Musa a.s.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَا لْفُرْقَا نَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
“Wa iz aatainaa muusal-kitaaba wal-furqoona la’allakum tahtaduun”
“Dan (ingatlah) ketika Kami berikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan pembeda (antara yang benar dan yang salah), agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 53)
2.Zabur → Nabi Dawud a.s.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ كَمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى نُوْحٍ وَّا لنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۚ وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ وَاِ سْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَا لْاَ سْبَا طِ وَعِيْسٰى وَاَ يُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚ وَاٰ تَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
“Innaaa auhainaaa ilaika kamaaa auhainaaa ilaa nuuhiw wan-nabiyyiina mim ba’dih, wa auhainaaa ilaaa ibroohiima wa ismaa’iila wa is-haaqo wa ya’quuba wal-asbaathi wa ‘iisaa wa ayyuuba wa yuunusa wa haaruuna wa sulaimaan, wa aatainaa daawuuda zabuuroo”
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu sebagaimana Kami telah menurunkannya kepada Nuh dan para nabi setelahnya, dan Kami telah menurunkannya kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan bani Israil, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan kitab Zabur kepada Daud.” (QS. An-Nisa: 163)
3.Injil → Nabi Isa a.s.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْـكِتٰبَ بِا لْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَ نْزَلَ التَّوْرٰٮةَ وَا لْاِ نْجِيْلَ
“Nazzala ‘alaikal-kitaaba bil-haqqi mushoddiqol limaa baina yadaihi wa angzalat-tauroota wal-ingjiil”
“Dia telah menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil.” (QS. Ali Imran: 3)
4.Al-Qur’an → Nabi Muhammad ﷺ
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا كَا نَ هٰذَا الْقُرْاٰ نُ اَنْ يُّفْتَـرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“Wa maa kaana haazal-qur-aanu ay yuftaroo ming duunillaahi wa laaking tashdiiqollazii baina yadaihi wa tafshiilal-kitaabi laa roiba fiihi mir robbil-‘aalamiin”
“Tidak mungkin Al-Quran ini dibuat oleh selain Allah, melainkan membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan apa yang telah ditetapkan di dalamnya, tidak ada keraguan padanya, dari Tuhan semesta alam.” (QS. Yunus: 37)
Meskipun ada 104 kitab, umat Islam hanya wajib mengimani 4 kitab besar yang disebut “Kitab-Kitab Yang Diteruskan”, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran, karena kitab-kitab lainnya telah hilang atau terubah isinya seiring waktu.
2.Pendapat 144 Kitab/Suhuf
Pendapat ini berasal dari riwayat lain yang sanadnya lemah (dha‘if) dan tidak banyak dipakai oleh ulama.
Perbedaan angka 144 muncul karena:
Ada tambahan jumlah suhuf pada nabi tertentu
Atau perbedaan cara penghitungan.Riwayatnya tidak sekuat riwayat 104
Angka 144 tidak merujuk pada jumlah kitab Allah, tetapi lebih sering dikaitkan dengan jumlah surah dalam Al-Quran versi tertentu, seperti versi Al-Quran yang digunakan di beberapa daerah di Afrika atau Timur Tengah. Namun, versi Al-Quran yang paling umum digunakan di dunia, yaitu versi Utsmaniah, memiliki 114 surah. Perbedaan jumlah surah ini disebabkan oleh perbedaan dalam penyusunan atau pembagian surah, bukan perbedaan dalam isi firman Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar