Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran yang sebelumnya didominasi oleh buku dan bahan cetak kini mulai beralih ke berbagai media digital seperti video pembelajaran, aplikasi pendidikan, dan platform daring. Kondisi ini membuat sebagian orang beranggapan bahwa media cetak sudah ketinggalan zaman dan terkesan membosankan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Media cetak masih memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, bermakna, dan tidak membosankan apabila digunakan secara tepat dan kreatif.
Salah satu keunggulan utama media cetak adalah kemampuannya membantu peserta didik untuk lebih fokus dalam belajar. Berbeda dengan media digital yang sering disertai berbagai gangguan seperti notifikasi, iklan, atau tautan ke konten lain, media cetak memberikan suasana belajar yang lebih tenang. Buku, modul, dan lembar kerja cetak memungkinkan siswa untuk berkonsentrasi penuh pada materi yang sedang dipelajari. Dengan tingkat fokus yang lebih baik, siswa dapat memahami isi pelajaran secara mendalam sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan tidak terasa membosankan.
Selain itu, media cetak tidak harus selalu tampil monoton. Media cetak dapat dikemas secara menarik melalui penggunaan warna, gambar, ilustrasi, tabel, serta infografis yang relevan dengan materi pembelajaran. Penyajian materi yang terstruktur dan mudah dipahami mampu meningkatkan minat baca peserta didik. Guru juga dapat memadukan media cetak dengan metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, presentasi, penugasan individu, dan kerja kelompok. Dengan cara ini, media cetak tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan pasif, tetapi juga menjadi sarana interaksi yang mendorong keaktifan siswa dalam proses belajar.
Media cetak juga berperan penting dalam menumbuhkan budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis. Membaca teks cetak melatih peserta didik untuk memahami informasi secara bertahap, menganalisis isi bacaan, serta merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. Siswa tidak hanya membaca secara sekilas, tetapi diajak untuk mengaitkan materi dengan pengalaman dan kehidupan nyata. Kebiasaan membaca melalui media cetak membantu membangun kemampuan berpikir logis dan sistematis yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran jangka panjang.
Pentingnya proses pembelajaran dan penyampaian ilmu ini sejalan dengan ajaran Islam. Al-Qur’an menjelaskan bahwa sejak awal penciptaan manusia, Allah SWT telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya.”
(QS. Al-Baqarah: 31)
Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan dimulai dari proses pengenalan, pemahaman, dan pemberian makna terhadap sesuatu. Media cetak, seperti buku dan bahan bacaan, merupakan salah satu sarana penting dalam meneruskan proses pembelajaran tersebut. Melalui media cetak, peserta didik dapat mempelajari konsep, istilah, dan pengetahuan secara sistematis dan terstruktur.
Dalam Islam, aktivitas membaca juga memiliki kedudukan yang sangat mulia. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah membaca, sebagaimana firman Allah SWT:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa membaca merupakan pintu utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Media cetak sebagai sarana membaca memiliki peran penting dalam menjalankan perintah tersebut. Selama bacaan yang dipelajari mengandung ilmu yang bermanfaat dan nilai kebaikan, maka aktivitas membaca melalui media cetak bernilai ibadah dan memberikan dampak positif bagi perkembangan intelektual peserta didik.
Selain itu, Allah SWT juga menjelaskan keutamaan orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Media cetak juga memiliki kelebihan dari segi aksesibilitas. Tidak semua peserta didik memiliki perangkat digital atau akses internet yang stabil. Dalam kondisi tersebut, media cetak menjadi solusi yang praktis, ekonomis, dan mudah digunakan. Media cetak dapat dimanfaatkan kapan saja dan di mana saja tanpa bergantung pada jaringan internet atau listrik.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media cetak tidak identik dengan pembelajaran yang membosankan. Dengan penggunaan yang kreatif dan terencana, media cetak mampu menciptakan pembelajaran yang fokus, mendalam, dan bermakna. Oleh karena itu, media cetak tetap memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan layak dipertahankan serta dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar