Minggu, 21 Desember 2025

PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK BERBASIS DIGITAL


Permainan tradisional merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Di antara banyak permainan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, congklak adalah salah satu yang paling dikenal. Congklak dimainkan menggunakan papan panjang dengan lubang-lubang kecil dan biji-bijian, dimainkan oleh dua orang yang saling berlomba mengumpulkan biji ke dalam “lumbung”. Dahulu permainan ini sangat populer, tetapi seiring perkembangan teknologi dan munculnya berbagai game digital, congklak semakin jarang dimainkan. Kondisi ini membuat banyak anak tidak mengenal permainan tradisional yang kaya nilai budaya. Oleh karena itu, menghadirkan congklak dalam bentuk permainan digital menjadi langkah yang penting dan relevan agar warisan budaya ini tidak hilang.

Inovasi dalam memanfaatkan teknologi termasuk bagian dari ajaran Islam yang mendorong manusia untuk memanfaatkan akal dan kemampuan untuk kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ﴾

(QS. Al-Mulk: 15)

Artinya: 

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya kamu akan dibangkitkan.”

Ayat ini mengandung pesan bahwa manusia diberi kebebasan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk teknologi, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Digitalisasi congklak adalah contoh nyata bagaimana budaya dapat dilestarikan dengan memanfaatkan kemajuan zaman.

  1. Melestarikan Budaya dengan Cara Modern

Congklak bukan sekadar permainan, tetapi bagian dari kearifan lokal masyarakat Nusantara. Di balik permainan ini terdapat nilai kesabaran, strategi, ketelitian, dan kecerdikan. Namun permainan ini perlahan dilupakan karena generasi muda lebih memilih game digital yang tampilannya lebih menarik. Dengan memindahkan congklak ke platform digital, permainan ini menjadi lebih sesuai dengan selera anak zaman sekarang tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya.

Dalam Islam, kita diperintahkan untuk menjaga nikmat dan warisan yang baik. Allah berfirman:

﴿فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

(QS. Al-A‘raf: 69)

Artinya: “Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung.”

Melestarikan permainan tradisional merupakan bentuk syukur atas kekayaan budaya yang Allah karuniakan.

  1. Menjadi Media Pembelajaran yang Menarik

Permainan congklak memiliki unsur edukatif yang sangat besar. Anak-anak belajar berhitung, menyusun strategi, mengenal sebab-akibat, serta melatih konsentrasi. Dalam bentuk digital, manfaat edukatif ini bisa lebih efektif karena dapat dibuat dengan tampilan menarik, animasi bergerak, serta warna yang membuat anak betah belajar. Aplikasi congklak digital juga bisa dilengkapi fitur petunjuk, mode latihan, dan tingkat kesulitan yang berbeda.

Semua ini sejalan dengan perintah Allah untuk terus menambah ilmu. Allah berfirman:

﴿وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا﴾

(QS. Taha: 114)

Artinya: “Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.”

Dengan congklak digital, proses belajar menjadi menyenangkan dan tidak terasa membebani anak. Mereka bermain sambil melatih kemampuan berpikir.

  1. Menghubungkan Generasi Tua dan Muda

Salah satu kelebihan congklak digital adalah mampu menghubungkan dua generasi. Orang tua yang akrab dengan permainan tradisional bisa mengajarkan aturan congklak kepada anak-anak, sementara generasi muda bisa membantu orang tua dalam mengoperasikan aplikasi digitalnya. Interaksi ini menciptakan kebersamaan dan mempererat hubungan keluarga.

Allah memerintahkan manusia untuk membangun hubungan penuh kasih sayang antar keluarga, sebagaimana firman-Nya:

﴿وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ﴾

(QS. Al-Isra: 24)

Artinya: 

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya (orang tua) dengan penuh kasih sayang.”

Permainan digital yang mengandung unsur tradisional dapat menjadi sarana yang sederhana namun bermakna dalam membangun kedekatan antargenerasi.

  1. Akses Lebih Mudah dan Dapat Mendunia

Salah satu keuntungan digitalisasi adalah akses yang sangat luas. Congklak digital dapat diunduh dan dimainkan kapan saja dan di mana saja. Anak bisa bermain sendiri melawan komputer, melawan teman secara online, atau bahkan bermain dengan orang dari negara lain. Kondisi ini membuka peluang besar bagi congklak untuk dikenal di mancanegara.

Perluasan akses ini sesuai dengan ajaran Islam untuk menebar kebaikan dan saling menolong. Allah berfirman:

﴿وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى﴾

(QS. Al-Maidah: 2)

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”

Dengan congklak digital, kita menolong menjaga budaya dan memberikan manfaat pendidikan kepada masyarakat luas.

  1. Mendorong Kreativitas dan Industri Lokal

Pengembangan congklak digital juga membuka kesempatan bagi para pengembang lokal, pelajar, mahasiswa, dan pecinta teknologi untuk berkreasi. Mereka bisa belajar membuat desain game, animasi, suara, hingga kecerdasan buatan. Hal ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga melahirkan produk kreatif yang bernilai ekonomi.

Allah mengingatkan bahwa teknologi dan segala yang ada di bumi adalah sarana untuk manusia berkreasi:

﴿وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ﴾

(QS. Al-Jasiyah: 13)

Artinya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.”

Dengan teknologi yang Allah sediakan, manusia dapat menghasilkan karya bermanfaat, termasuk permainan congklak digital.


Penutup

Pemanfaatan permainan tradisional congklak berbasis digital adalah upaya strategis untuk menjaga budaya sekaligus mengikuti perkembangan zaman. Melalui bentuk digital, congklak tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai media edukasi, sarana hiburan, dan peluang kreativitas. Inovasi ini membuat generasi muda tetap mengenal warisan budaya sambil menikmati dunia digital yang mereka sukai. Dengan demikian, congklak dapat terus hidup, menginspirasi, dan menjadi kebanggaan Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar