Iman adalah keyakinan yang mendalam pada apa yang diajarkan Agama Islam, sedangkan Aqidah adalah dasar-dasar keyakinan tersebut. Keduanya tidak boleh hanya tinggal dalam pikiran, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari agar menjadi makna yang sebenarnya.
Implementasi dalam Hubungan dengan Tuhan
Aqidah mengajarkan bahwa Tuhan Maha Esa, Maha Mengetahui, dan Maha Mendengar. Implementasinya terlihat dalam sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, zakat, dan haji. Sholat bukan hanya ritual, melainkan cara untuk selalu terhubung dengan Tuhan setiap hari.
- Ayat Arab:
قُومُوا إِلَىٰ صَلَاتِكُمْ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
- Dalil:
"Dan dirikanlah sholat, berikanlah zakat, dan berdirilah di hadapan Allah dengan khusyu'." (QS. Al-Baqarah: 238)
- Artinya: "Dan laksanakanlah sholat, berikanlah zakat, dan berdiri (sholat) di hadapan Allah dengan penuh khusyu' dan ketundukan."
Setiap tindakan yang dilakukan harus dengan niat untuk menyenangkan Tuhan, bukan hanya untuk mendapatkan pujian manusia. Ini membuat setiap aktivitas—baik bekerja, belajar, maupun bergaul—menjadi ibadah.
2. Implementasi dalam Hubungan dengan Manusia
Aqidah mengajarkan bahwa semua manusia sama derajatnya di sisi Tuhan, kecuali dengan kebaikan. Implementasinya terlihat dalam sikap saling menghormati, membantu sesama, dan menghindari kebenManusi
- Ayat Arab:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوْ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ
- Dalil:
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang selalu menyaksikan (kebenaran) dengan adil, bahkan jika itu menyangkut diri sendiri, orangtuamu, atau kaum kerabatmu." (QS. An-Nisa': 135)
- Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang selalu memberi kesaksian dengan adil, bahkan jika itu menyangkut diri sendiri, orangtuamu, atau kaum kerabatmu."
Sikap adil harus diterapkan dalam semua hubungan, baik di rumah, tempat kerja, maupun masyarakat. Membantu sesama yang kesusahan juga merupakan wujud iman yang hidup, seperti yang diajarkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: "Barangsiapa yang tidak menginginkan kebaikan untuk saudaranya, maka dia tidak termasuk dalam golongan kami." (HR. Muslim)
3. Implementasi dalam Pengaturan Diri Sendiri
Aqidah mengajarkan bahwa manusia memiliki akal dan nurani untuk membedakan benar dan salah. Implementasinya terlihat dalam pengendalian hawa nafsu, peningkatan keilmuan, dan pemeliharaan akhlak mulia.
- Ayat Arab:
وَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَجْرَهُمْ حَسَنًا وَزِيَادَةً
- Dalil:
"Dan berikanlah kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh pahala yang baik dan tambahan." (QS. Yunus: 9)
- Artinya: "Dan berikanlah kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh pahala yang baik dan tambahan (pahala)."
Ini mengajak kita untuk selalu berusaha menjadi lebih baik, belajar hal-hal baru yang bermanfaat, dan menghindari perilaku yang merusak diri dan orang lain.
Dengan mengimplementasikan iman dan aqidah dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya menjadikan keyakinan tersebut hidup, tetapi juga menciptakan kehidupan yang damai, bermakna, dan sesuai dengan jalan yang diajarkan Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar