Dalam ajaran Islam, ikhtiar dan tawakkal merupakan dua konsep yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Ikhtiar berarti usaha sungguh-sungguh yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan, sedangkan tawakkal adalah sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah melakukan usaha maksimal. Keseimbangan antara ikhtiar dan tawakkal menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah SWT.Ikhtiar diwajibkan dalam Islam karena manusia diberi akal, tenaga, dan kemampuan untuk berusaha. Allah SWT memerintahkan manusia untuk bekerja dan berusaha, bukan hanya berpangku tangan. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
Ayat ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh seseorang sangat bergantung pada usaha yang dilakukan. Oleh karena itu, ikhtiar harus dilakukan secara maksimal, sungguh-sungguh, dan sesuai dengan aturan syariat. Ikhtiar mencakup perencanaan, kerja keras, doa, serta pemanfaatan segala kemampuan yang telah Allah anugerahkan.Namun, ikhtiar memiliki batas. Ikhtiar harus berhenti pada titik di mana manusia telah melakukan usaha terbaiknya dan tidak lagi memiliki kendali atas hasil. Manusia tidak mampu menentukan segala akibat dari usahanya, karena keterbatasan pengetahuan dan kekuasaan. Pada titik inilah tawakkal harus dimulai, yaitu menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah SWT dengan hati yang lapang dan penuh keyakinan
Allah SWT berfirman:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
Artinya: “Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.”
(QS. Ali ‘Imran: 159)
Ayat ini menegaskan bahwa tawakkal bukanlah pengganti ikhtiar, melainkan sikap yang muncul setelah adanya keputusan dan usaha yang matang. Tawakkal mengajarkan manusia untuk tidak menggantungkan harapan kepada hasil semata, tetapi kepada Allah sebagai penentu akhir segala sesuatu.
Tawakkal juga menghindarkan manusia dari sikap putus asa ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Dengan tawakkal, seseorang menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah SWT berfirman:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan bahwa hasil akhir dari sebuah usaha tidak selalu sejalan dengan keinginan manusia, namun selalu berada dalam hikmah Allah SWT. Dengan tawakkal, hati menjadi tenang, ikhlas, dan terhindar dari rasa kecewa yang berlebihan.Dengan demikian, ikhtiar harus dilakukan sepenuh kemampuan manusia, dan ia berhenti pada batas kemampuan tersebut. Setelah itu, tawakkal dimulai dengan menyerahkan hasil kepada Allah SWT tanpa meninggalkan doa dan rasa syukur. Ikhtiar adalah kewajiban, sedangkan tawakkal adalah bentuk keimanan. Keduanya harus berjalan beriringan agar manusia mampu menjalani kehidupan dengan seimbang, penuh usaha, dan penuh ketenangan batin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar