Pada era saat ini, perkembangan teknologi sudah sangat berkembang dan membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan, seperti media digital yang sangat membantu guru dalam menjelaskan suatu materi dalam proses pembelajaran seperti video interaktif, aplikasi belajar, web dan blog. Selain itu, siswa dapat belajar secara otodidak dengan menggunakan media digital.
Dalam Islam Allah memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu dengan memanfaatkan sarana yang mendukung dalam mencari ilmu pengetahuan, seperti dijelaskan dalam Q.S Al-mujadalah:11
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ
Artinya:..niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.. (Q.S. Al-mujadalah: 11)
Dalam menggunakan media digital, seorang pelajar harus diperhatikan dalam penggunaan media digital karena memiliki dampak positif dan negatif jika di salah gunakan, adapun dampak positif dan negatif yaitu, sebagai berikut:
Dampak positif media digital
Pertama, akses informasi tanpa batas, media digital menjadi Sumber informasi dan pengetahuan, memberikan akses cepat dan mudah ke berbagai informasi dan pengetahuan dengan mudah sehingga para pelajar dapat mencari materi pelajaran, menonton video pembelajaran, dan membaca berbagai referensi yang mendukung proses belajar.
Kedua, pembelajaran lebih interaktif dan menarik, Dalam proses pembelajaran penggunaan video, animasi, simulasi, dan aplikasi edukatif membuat proses belajar lebih menarik dan mudah di pahami oleh para pelajar dan dapat meningkatkan minat atau motivasi untuk belajar.
Ketiga, pengembangan keterampilan kreativitas, di media digital menyediakan banyak platform sosial media yang mendukung pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka sesuai dengan gaya atau passion mereka.
Keempat, koneksi dan kolaborasi, media digital memungkinkan pelajar untuk terhubung dengan teman-teman, guru, dan para ahli(pakar) di berbagai bidang. Interaksi ini memperkaya proses pembelajaran dan memperkuat hubungan dalam proses pembelajaran.
Kelima, fleksibilitas waktu dan tempat, fleksibilitas ini sangat membantu pelajar yang membutuhkan waktu tambahan untuk memahami materi karena pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas saja tetapi bisa juga di rumah, hal ini berhubungan dengan slogan "belajar dimana aja".
Dampak Negatif media digital
Pertama, sulit untuk fokus dan penurunan produktivitas, media digital bisa menurunkan fokus belajar karena penggunaan yang berlebihan dan tidak bisa mengontrol diri dalam menggunakan media digital seperti chat teman dari aplikasi WhatsApp, bermain game online, dan video hiburan. Bukan hanya mengganggu konsentrasi belajar tetapi juga bisa mengurangi efektivitas belajar atau waktu terbuang sia-sia dalam hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dalam hadist di jelaskan agar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR Bukhari: 6412, dari Ibnu ‘Abbas).
Kedua, Ketergantungan pada Teknologi, Penggunaan media digital secara berlebihan dapat membuat pelajar bergantung pada perangkat elektronik. Mereka menjadi sulit belajar tanpa teknologi dan kurang mengembangkan kemampuan berpikir mandiri atau bisa disebut Brain Rot (Lemah Otak): Penurunan kemampuan berpikir kritis, fokus, dan pemrosesan informasi karena terbiasa dengan serba instan.
Ketiga, resiko Akses Konten Negatif, penggunaan media digital tanpa pengawasan yang tepat, pelajar dapat mengakses situs atau informasi yang tidak bermanfaat atau bahkan berbahaya. Islam menegaskan larangan mendekati hal-hal yang membawa kepada keburukan dan menganjurkan menghindari nya, sebagaimana firman Allah:
وََّلا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ
Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan (QS. Al-Baqarah: 168).
Keempat, menurunnya Interaksi Sosial Tatap Muka, Pembelajaran yang terlalu bergantung pada media digital dapat mengurangi interaksi langsung antara guru dan siswa atau antar-siswa. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan sosial dan empati karena terlalu berlebihan menggunakan media digital sehingga kurangnya interaksi sesama atau bisa menimbulkan sikap cuek.
Kelima, dapat menyebabkan penyakit, Penggunaan media digital yang terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan gangguan mata, kelelahan, dan kurang gerak. Dalam dunia psikologis di jelaskan juga pengaruh media digital bisa membuat seseorang terkena penyakit sindrom yang dimana penyakit ini terkait dengan kondisi mental seperti FOMO (Fear of Missing Out): gangguan Kecemasan karena takut melewatkan pembaruan, berita, atau aktivitas sosial, dan lain-lain, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang apabila tidak diatur dengan baik.
Keenam, tidak meratanya Akses Teknologi, Tidak semua siswa memiliki fasilitas yang memadai seperti internet stabil atau perangkat yang mendukung karena berada di daerah terpencil dan akses internet belum maksimal. Hal ini menimbulkan ketimpangan dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran harus dilakukan secara seimbang dan terarah. Guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik agar menggunakan media digital secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab. Dengan pengelolaan yang tepat, media digital dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus meminimalkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar