Di era kemajuan teknologi saat ini, media digital telah menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Mulai dari ponsel cerdas, tablet, hingga komputer, semua menjadi alat bantu yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan media digital membawa perubahan besar-baik yang menguntungkan maupun yang menyajikan tantangan. Dalam menghadapi hal ini, kita dapat mengambil pelajaran dari Al-Qur'an tentang pentingnya memanfaatkan sesuatu dengan bijak, karena Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ada gunanya dan batasnya.
Sebagaimana dinyatakan dalam QS. Al-Baqarah
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ ١٦ : 2 : 164
[2]:164,"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan perputaran malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal."
Media digital adalah hasil ciptaan manusia yang berasal dari akal yang diberikan Allah, sehingga kita wajib menggunakannya dengan akal sehat untuk kebaikan. Dampak positifnya sangat terasa dalam memperluas akses pembelajaran. Sebelum adanya media digital, akses ke pengetahuan terbatas pada buku, guru, dan lembaga pendidikan tertentu. Sekarang, dengan sentuhan jari, siswa dapat mengakses materi pembelajaran dari seluruh dunia-mulai dari video pembelajaran, artikel ilmiah, hingga kursus online yang diselenggarakan oleh universitas ternama. Hal ini membuat pembelajaran tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu, sehingga siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan.
Selain itu, media digital membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Dengan adanya animasi, video, dan aplikasi pembelajaran yang menarik, materi yang dulunya terasa membosankan dapat disajikan dengan cara yang lebih mudah dipahami. Misalnya, pelajaran tentang sistem tubuh manusia dapat dijelaskan melalui video animasi yang menunjukkan bagaimana setiap organ bekerja secara bersama-sama. Hal ini meningkatkan minat siswa dan membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Sebagaimana dinyatakan dalam QS. Thaha.
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِنْ قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
[20]: 114, "Dan katakanlah: 'Hanya mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya orang-orang yang menyangka bahwa mereka akan bertemu dengan Allah, maka sesungguhnya Allah beserta mereka, dan Dia akan membimbing hati mereka.'"
Dengan memanfaatkan media digital dengan sabar dan niat yang baik, kita dapat mendapatkan bantuan Allah dalam memahami pengetahuan yang diberikan.
Dampak positif lainnya adalah kemampuan untuk berkolaborasi antar siswa dan guru secara luas. Melalui platform digital, siswa dapat berbagi ide, mengerjakan tugas bersama, dan berkomunikasi dengan guru tanpa harus bertemu langsung. Hal ini memperdalam pemahaman mereka dan mengembangkan keterampilan kerja sama. Sebagaimana dinyatakan dalam QS. Al-Maidah.
الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ [5]: 2
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, dan berikanlah saksi yang adil untuk Allah. Barangsiapa yang berbuat kejahatan hanya akan menyakiti dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana." Kolaborasi melalui media digital harus dilakukan dengan cara yang adil dan tidak merugikan orang lain, sesuai dengan ajaran ayat ini.
Dampak negatif lainnya adalah risiko terpapar konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan. Di internet, banyak konten yang berbahaya, tidak pantas, atau salah informasi yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Selain itu, penggunaan media digital yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan tidur, masalah mata, dan kurangnya aktivitas fisik. Sebagaimana dinyatakan dalam QS. An-Nisa'.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا.
[4]: 29,"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepadamu."
Menggunakan media digital secara berlebihan hingga merusak kesehatan adalah bentuk yang tidak disengaja dari menyakiti diri sendiri, yang dilarang oleh ayat ini.
Kesimpulannya, media digital memiliki dampak positif dan negatif dalam proses pembelajaran. Penting bagi kita untuk memanfaatkan dampak positifnya dengan bijak dan mengatasi dampak negatifnya dengan cara yang tepat. Seperti yang diajarkan dalam QS. Al-Isra'.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ,
"Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk."
Demikian juga, kita harus menghindari hal-hal yang berbahaya dalam media digital dan fokus pada hal yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan begitu, media digital dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar