Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam metode pembelajaran. Pembelajaran online dengan berbagai aplikasi digital kini menjadi alternatif yang semakin populer, terutama pasca pandemi COVID-19. Pemanfaatan aplikasi pembelajaran oleh guru memberikan dampak yang beragam, baik positif maupun tantangan yang perlu dihadapi bersama.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rahman ayat 1-4 :
"الرَّحْمَٰنُ عَلَّمَ الْقُرْآنَ خَلَقَ الْإِنسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ"
yang artinya, "(Allah) Yang Maha Pengasih, Yang telah mengajarkan Al-Qur'an. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara." Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengajarkan ilmu kepada manusia, dan dalam konteks modern, teknologi dapat menjadi sarana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada umat manusia.
Dampak positif dari pembelajaran online sangat terasa dalam kehidupan pendidikan saat ini. Penggunaan aplikasi pembelajaran memberikan fleksibilitas luar biasa bagi siswa dan guru. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik dan jam tertentu. Siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja, memungkinkan mereka belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing. Seorang siswa yang tinggal di daerah terpencil kini dapat mengakses materi pembelajaran yang sama dengan siswa di kota besar. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong pencarian ilmu sepanjang hayat, tanpa mengenal batasan waktu dan tempat.
Aplikasi pembelajaran juga menyediakan berbagai format konten seperti video, audio, gambar, dan teks interaktif yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik. Guru dapat mengintegrasikan multimedia untuk menjelaskan konsep yang kompleks dengan lebih mudah dipahami. Keberagaman materi ini membantu siswa dengan berbagai tipe belajar, baik visual, auditori, maupun kinestetik, untuk memahami pelajaran dengan lebih baik. Seorang guru dapat menampilkan video eksperimen sains, membagikan audio pembelajaran bahasa, atau membuat kuis interaktif yang langsung memberikan feedback kepada siswa.
Pembelajaran online juga meningkatkan literasi digital siswa dan guru. Dalam era digital ini, kemampuan menggunakan teknologi bukan lagi pilihan tetapi keharusan. Melalui pembelajaran online, siswa dan guru mengembangkan keterampilan digital yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern. Mereka belajar mengoperasikan berbagai aplikasi, mengelola informasi digital, berkomunikasi secara efektif melalui platform online, dan mengembangkan kemampuan problem solving ketika menghadapi kendala teknis. Keterampilan ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.
Efisiensi dalam monitoring dan evaluasi juga menjadi keuntungan signifikan. Aplikasi pembelajaran menyediakan fitur tracking dan analytics yang memudahkan guru memantau perkembangan siswa secara real-time. Guru dapat melihat dengan jelas siswa mana yang aktif mengerjakan tugas, siapa yang mengalami kesulitan pada materi tertentu, dan bagaimana pola belajar setiap siswa. Sistem penilaian otomatis juga menghemat waktu guru dalam mengoreksi tugas dan ujian, sehingga mereka dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Namun di balik berbagai keuntungan tersebut, pembelajaran online juga membawa tantangan yang tidak dapat diabaikan. Kesenjangan akses teknologi menjadi persoalan serius yang harus dihadapi. Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan koneksi internet yang memadai. Ada siswa yang harus berbagi satu smartphone dengan beberapa saudara, ada yang tinggal di daerah dengan sinyal internet lemah, dan ada pula yang sama sekali tidak memiliki perangkat untuk mengikuti pembelajaran online. Kesenjangan digital ini menciptakan ketidakadilan dalam pendidikan, di mana siswa dari keluarga kurang mampu berisiko tertinggal dari teman-temannya. Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan dalam Islam yang diajarkan dalam Surah An-Nisa ayat 58 :
"إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ"
yang artinya, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil." Pendidikan adalah amanat yang harus disampaikan secara adil kepada semua anak bangsa, tanpa diskriminasi.
Pembelajaran online juga mengurangi interaksi sosial langsung antara guru dan siswa serta antar siswa. Padahal, interaksi tatap muka sangat penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, empati, dan kerja sama. Ketika pembelajaran dilakukan melalui layar, nuansa kehangatan, perhatian personal, dan sentuhan emosional guru menjadi berkurang. Aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai moral yang biasanya diajarkan melalui teladan langsung menjadi lebih sulit untuk ditransmisikan. Siswa juga kehilangan kesempatan untuk belajar bersosialisasi, bekerja dalam tim, dan mengembangkan kecerdasan emosional melalui interaksi dengan teman sebaya.
Tantangan lain adalah potensi distraksi dan kurangnya fokus selama pembelajaran. Lingkungan belajar di rumah sering kali penuh dengan gangguan seperti televisi, game, media sosial, atau aktivitas keluarga lainnya. Tanpa pengawasan langsung dari guru, siswa mungkin kehilangan fokus dan tidak memanfaatkan waktu pembelajaran secara optimal. Godaan untuk membuka aplikasi lain saat pembelajaran berlangsung sangat besar, dan tidak semua siswa memiliki disiplin diri yang cukup untuk melawannya. Hal ini dapat berdampak pada penurunan kualitas pemahaman materi.
Guru sendiri menghadapi tantangan tersendiri dalam beradaptasi dengan teknologi. Tidak semua guru memiliki kompetensi digital yang memadai, terutama guru senior yang terbiasa dengan metode pembelajaran konvensional. Mereka membutuhkan pelatihan dan dukungan teknis agar dapat menggunakan aplikasi pembelajaran secara efektif. Beban kerja guru juga dapat meningkat karena harus mempelajari teknologi baru sambil tetap mempersiapkan materi pembelajaran berkualitas, merespons pertanyaan siswa secara online, dan mengelola kelas virtual yang memerlukan pendekatan berbeda dari kelas tatap muka.
Pembelajaran online menggunakan aplikasi adalah keniscayaan di era digital ini. Dampaknya sangat bergantung pada bagaimana teknologi digunakan dan sejauh mana tantangan yang dihadapi dapat diatasi dengan bijaksana. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang menekankan pentingnya membaca dan belajar dengan segala media yang tersedia, kita harus memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses ilmu pengetahuan.
Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan siswa untuk memaksimalkan manfaat pembelajaran online sambil meminimalkan dampak negatifnya. Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur internet yang merata dan memberikan subsidi perangkat bagi keluarga kurang mampu. Sekolah harus memberikan pelatihan berkelanjutan kepada guru dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan pembelajaran online. Orang tua perlu mendampingi anak dalam belajar dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Dengan pendekatan yang tepat dan komitmen bersama, pembelajaran online dapat menjadi pelengkap yang efektif untuk pendidikan konvensional, menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya, inklusif, dan bermakna bagi semua siswa dalam menuntut ilmu yang diridhoi Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar