Sabtu, 20 Desember 2025

DAMPAK KETERGANTUNGAN INTERNET DAPAT MENURUNKAN DAYA KRITIS SISWA

 DAMPAK KETERGANTUNGAN INTERNET DAPAT MENURUNKAN DAYA KRITIS SISWA

  1. Pengaruh Ketergantungan Internet terhadap Penurunan Daya Kritis Siswa

Perkembangan teknologi digital, khususnya internet, telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Informasi yang dahulu sulit diakses kini tersedia dengan sangat mudah dan cepat. Siswa dapat memperoleh materi pelajaran, referensi ilmiah, hingga diskusi global hanya melalui perangkat genggam. Namun, kemudahan ini menyimpan konsekuensi serius apabila tidak disikapi secara bijak. Ketergantungan yang berlebihan terhadap internet berpotensi melemahkan daya kritis siswa, yakni kemampuan berpikir analitis, reflektif, dan mandiri.

  1. Hakikat Daya Kritis dalam Proses Belajar

Daya kritis merupakan kemampuan intelektual untuk menelaah informasi secara mendalam, mempertanyakan kebenaran, menilai argumen, serta menyusun kesimpulan yang logis. Dalam pendidikan, siswa yang memiliki daya kritis tidak berhenti pada menerima informasi, tetapi aktif mengolahnya melalui proses berpikir. Kemampuan ini tumbuh melalui latihan membaca, menganalisis, berdiskusi, dan merefleksikan pengetahuan.

Masalah muncul ketika internet digunakan secara instan tanpa kontrol. Kebiasaan mencari jawaban cepat melalui mesin pencari atau menyalin informasi tanpa memahami isinya dapat membentuk pola pikir dangkal. Akibatnya, proses berpikir yang seharusnya menuntut usaha mental justru digantikan oleh kemudahan teknologi.

  1. Mengkritisi Anggapan bahwa Internet Selalu Meningkatkan Kecerdasan

Terdapat anggapan umum bahwa intensitas penggunaan internet berbanding lurus dengan kecerdasan siswa. Anggapan ini perlu dipertanyakan. Akses informasi yang luas tidak otomatis menghasilkan pemahaman yang mendalam. Ketika siswa terlalu bergantung pada internet, mereka berisiko kehilangan kemampuan dasar dalam berpikir, seperti menganalisis persoalan, menyusun argumen, dan mengevaluasi kebenaran informasi.

Internet yang seharusnya berfungsi sebagai sarana pendukung belajar sering kali berubah menjadi jalan pintas. Dalam kondisi ini, siswa tidak lagi berlatih berpikir, melainkan sekadar mencari hasil akhir. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, daya kritis akan melemah karena tidak pernah digunakan secara optimal.

  1. Pandangan Al-Qur’an tentang Pentingnya Akal

Islam sangat menekankan penggunaan akal sebagai sarana memahami kebenaran. Al-Qur’an berulang kali mengingatkan manusia agar tidak bersikap pasif dalam menerima informasi. Allah SWT berfirman:

أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Maka apakah kamu tidak menggunakan akal?”

(QS. Al-Baqarah: 44)

Ayat ini menunjukkan bahwa berpikir bukan sekadar kemampuan, melainkan kewajiban. Sikap menerima sesuatu tanpa analisis bertentangan dengan nilai Islam. Ketergantungan internet yang membuat siswa hanya menyalin informasi tanpa berpikir kritis dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian dalam menggunakan akal.

Allah juga berfirman:

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya makhluk yang paling buruk di sisi Allah adalah mereka yang tidak menggunakan akalnya.”

(QS. Al-Anfal: 22)

Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan manusia terletak pada kemampuan berpikir. Ketika akal tidak digunakan, manusia kehilangan nilai utamanya, meskipun memiliki akses ilmu yang luas.

  1. Hadis tentang Kecerdasan dan Pengendalian Diri

Rasulullah menjelaskan makna kecerdasan secara lebih mendalam:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.”

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari banyaknya pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri. Ketergantungan terhadap internet sering kali melemahkan kontrol diri siswa, seperti sulit fokus, mudah terdistraksi, dan lebih tertarik pada hiburan dibandingkan pembelajaran yang mendalam.

  1. Dampak Ketergantungan Internet terhadap Pola Pikir Siswa

Ketergantungan yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain menurunnya kemampuan berpikir mendalam karena siswa terbiasa dengan informasi singkat dan instan. Selain itu, muncul kemalasan berpikir karena jawaban selalu tersedia tanpa perlu usaha intelektual. Algoritma internet juga berpotensi menumbuhkan bias konfirmasi, di mana siswa hanya terpapar informasi yang sesuai dengan pandangannya sendiri.

Lebih jauh, kebiasaan menyalin jawaban tanpa memahami isi materi dapat merusak kejujuran akademik. Proses belajar berubah menjadi aktivitas mekanis, bukan pengembangan pemahaman.

  1. Internet sebagai Nikmat sekaligus Ujian

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan dimintai pertanggungjawaban tentang nikmat.”

(QS. At-Takatsur: 8)

Internet termasuk nikmat yang akan dipertanggungjawabkan penggunaannya. Ketergantungan yang melemahkan fungsi akal menunjukkan kegagalan dalam menjaga amanah tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar