Senin, 29 Desember 2025

CONTOH NYATA DALAM KEHIDUPAN DENGAN MEYAKINI ADANYA MALAIKAT

 Iman kepada malaikat merupakan salah satu dari rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Meyakini adanya malaikat tidak hanya sebatas kepercayaan dalam hati, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari cahaya, selalu taat, dan tidak pernah bermaksiat kepada-Nya. Keimanan kepada malaikat memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian yang berakhlak mulia.


Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Baqarah : 285 :

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ


Artinya : “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”


Ayat tersebut menegaskan bahwa iman kepada malaikat adalah bagian penting dari keimanan seorang Muslim. Salah satu contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dari keyakinan kepada malaikat adalah bersikap jujur dan berhati-hati dalam bertindak. Seorang Muslim yang meyakini adanya malaikat Raqib dan Atid akan selalu sadar bahwa setiap perkataan dan perbuatannya dicatat, baik maupun buruk. Hal ini mendorong seseorang untuk menghindari kebohongan, ghibah, dan perbuatan dosa lainnya, meskipun tidak ada manusia yang melihat.

Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Infitar : 10-12 :

وَاِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحٰـفِظِيۡنَۙ‏ ١٠كِرَامًا كَاتِبِيۡنَۙ‏  ١١يَعۡلَمُوۡنَ مَا تَفۡعَلُوۡنَ‏ ١٢


Artinya : “Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) (10). yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu) (11), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan (12).


Contoh lainnya adalah semangat dalam berbuat kebaikan. Keyakinan bahwa malaikat mencatat amal baik membuat seseorang lebih termotivasi untuk membantu orang lain, bersedekah, berkata baik, dan menjaga adab. Misalnya, seorang siswa yang membantu temannya tanpa diminta atau seorang guru yang mengajar dengan ikhlas, meyakini bahwa semua kebaikan tersebut dicatat oleh malaikat dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Selain itu, keyakinan kepada malaikat juga menumbuhkan ketenangan dan rasa aman. Seorang Muslim percaya bahwa malaikat selalu mendoakan orang-orang yang beriman, terutama ketika berzikir, menuntut ilmu, dan beribadah. Hal ini membuat hati menjadi lebih tenang dan optimis dalam menjalani kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa malaikat membentangkan sayapnya bagi penuntut ilmu sebagai bentuk keridaan terhadap apa yang mereka lakukan. Ini menunjukkan bahwa keyakinan terhadap malaikat dapat menumbuhkan semangat belajar dan berbuat baik.

Dengan demikian, meyakini adanya malaikat bukan hanya sebatas keyakinan teoretis, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata seperti jujur, disiplin, rajin beribadah, dan berakhlak mulia. Keimanan kepada malaikat membentuk pribadi Muslim yang sadar akan pengawasan Allah dan bertanggung jawab dalam setiap perbuatannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar