Beriman kepada Allah SWT merupakan inti dan dasar utama dalam ajaran Islam. Iman kepada Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, serta mengimani seluruh sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Keimanan ini tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diyakini dalam hati dan dibuktikan melalui perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Iman kepada Allah mencakup keyakinan bahwa Allah adalah Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur seluruh alam semesta. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).”
(QS. Al-Baqarah: 255)
﴿ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ﴾
Ayat tersebut menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan bergantung kepada-Nya seluruh makhluk. Beriman kepada Allah juga berarti meyakini sifat-sifat-Nya, seperti Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Keyakinan ini menumbuhkan rasa tunduk, taat, dan cinta kepada Allah SWT.
Saya tidak Keimanan kepada Allah memiliki banyak hikmah dan manfaat dalam kehidupan manusia. Salah satu hikmah utama adalah memberikan ketenangan dan ketenteraman hati. Orang yang beriman akan merasa yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya berada dalam ketentuan Allah dan mengandung hikmah. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
﴿ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴾
Selain itu, iman kepada Allah mendorong seseorang untuk berperilaku baik dan berakhlak mulia. Orang yang beriman akan selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga berusaha menjauhi perbuatan dosa dan kemaksiatan. Ia akan bersikap jujur, amanah, sabar, serta peduli terhadap sesama, karena menyadari bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Hikmah lainnya adalah menumbuhkan sikap tawakal dan sabar dalam menghadapi ujian hidup. Orang yang beriman tidak mudah putus asa ketika mengalami kesulitan, karena ia yakin bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
﴿ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا ۚ وَاغْفِرْ لَنَا ۚ وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴾
Selain itu, iman kepada Allah juga menjadi pedoman hidup yang mengarahkan manusia pada tujuan hidup yang benar, yaitu mencari ridha Allah dan kebahagiaan di dunia serta akhirat. Dengan iman, manusia mampu membedakan antara yang benar dan salah, serta menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab.
Dengan demikian, beriman kepada Allah SWT bukan hanya sekadar keyakinan, tetapi juga sumber kekuatan spiritual yang membentuk kepribadian, akhlak, dan sikap hidup seorang Muslim. Keimanan yang kuat akan membawa manusia menuju kehidupan yang lebih bermakna, damai, dan penuh keberkahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar