Akidah merupakan aspek paling fundamental dalam ajaran Islam karena menjadi dasar keyakinan seorang muslim terhadap Allah Swt. serta seluruh ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Akidah yang benar akan membentuk cara pandang yang lurus, sikap yang mantap, dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh sebab itu, sumber akidah harus berasal dari dasar yang kuat dan tidak diragukan kebenarannya. Dalam Islam, Al-Qur’an menempati kedudukan tertinggi sebagai sumber utama akidah karena merupakan wahyu Allah Swt. yang terjaga keasliannya.
Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Di dalam Al-Qur’an terkandung ajaran-ajaran pokok akidah, terutama mengenai tauhid, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Prinsip tauhid ini menjadi inti dari seluruh ajaran Islam dan menjadi pembeda utama antara akidah Islam dengan sistem kepercayaan lainnya. Allah Swt. menegaskan dalam firman-Nya:
Ayat tersebut menunjukkan bahwa dasar akidah Islam adalah pengesaan Allah Swt. dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Al-Qur’an secara konsisten menolak segala bentuk kesyirikan dan mengarahkan manusia untuk hanya bergantung kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber akidah, umat Islam memiliki landasan keyakinan yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran yang menyimpang.
Selain menjelaskan tentang keesaan Allah, Al-Qur’an juga menjadi sumber akidah dalam menjelaskan keimanan kepada Rasulullah Saw sebagai utusan Allah yang terakhir. Keimanan kepada Nabi Muhammad Saw merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akidah Islam, karena melalui beliaulah wahyu Al-Qur’an disampaikan kepada umat manusia. Allah Swt. berfirman:
Ayat ini menegaskan bahwa risalah kenabian telah berakhir pada Nabi Muhammad Saw, sehingga Al-Qur’an yang dibawanya menjadi rujukan utama dalam menentukan kebenaran akidah Islam. Dengan demikian, keyakinan umat Islam tidak hanya bersandar pada tradisi atau pendapat manusia, melainkan pada wahyu ilahi yang bersifat mutlak.
Dalam konteks kehidupan modern, Al-Qur’an tetap relevan sebagai sumber akidah Islam. Berbagai tantangan pemikiran dan perkembangan zaman menuntut umat Islam memiliki pegangan akidah yang kuat. Al-Qur’an memberikan pedoman yang jelas agar manusia tetap berada di jalan yang lurus. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber akidah, seorang muslim memiliki keyakinan yang mantap, arah hidup yang jelas, serta dasar spiritual yang kuat dalam menjalani kehidupan.
Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sumber akidah secara teoritis, tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Akidah yang bersumber dari Al-Qur’an akan tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara pandang seorang muslim terhadap kehidupan. Keyakinan kepada Allah Swt. yang tertanam kuat akan mendorong seseorang untuk selalu merasa diawasi oleh-Nya, sehingga berusaha menjauhi perbuatan dosa dan melaksanakan perintah-Nya dengan penuh keikhlasan.
Al-Qur’an menanamkan keyakinan bahwa seluruh perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Keimanan kepada hari akhir merupakan bagian penting dari akidah Islam yang banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an. Keyakinan ini berfungsi sebagai kontrol moral bagi manusia agar senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan. Allah Swt. berfirman:
Ayat tersebut menegaskan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan akhir manusia. Akidah yang bersumber dari Al-Qur’an akan membentuk kesadaran spiritual bahwa kehidupan tidak berhenti di dunia semata, melainkan berlanjut pada kehidupan akhirat yang kekal.
Selain itu, Al-Qur’an juga mengajarkan akidah yang seimbang antara keimanan dan penggunaan akal. Islam tidak menafikan peran akal, namun menempatkannya di bawah bimbingan wahyu. Al-Qur’an sering mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Hal ini menunjukkan bahwa akidah Islam bersifat rasional dan tidak bertentangan dengan fitrah manusia.
Al-Qur’an juga berperan penting dalam membentengi umat Islam dari berbagai penyimpangan akidah, seperti kemusyrikan, ateisme, dan paham materialisme. Dengan memahami ajaran akidah yang benar berdasarkan Al-Qur’an, umat Islam tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang menyesatkan. Al-Qur’an menjadi standar penilaian terhadap benar dan salahnya suatu keyakinan, sehingga akidah umat Islam tetap terjaga kemurniannya.
Lebih lanjut, Al-Qur’an sebagai sumber akidah Islam juga membentuk sikap tawakal dan optimisme dalam diri seorang muslim. Keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Swt. akan menumbuhkan ketenangan jiwa dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Seorang muslim yang memiliki akidah kuat akan menyadari bahwa setiap cobaan memiliki hikmah dan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan.
Dengan demikian, Al-Qur’an bukan hanya menjadi sumber akidah secara konseptual, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang membimbing umat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Akidah yang bersumber dari Al-Qur’an akan melahirkan pribadi muslim yang beriman kuat, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Oleh karena itu, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an merupakan kewajiban setiap muslim agar akidahnya tetap lurus dan kokoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar