Senin, 29 Desember 2025

KEDUDUKAN AL-QUR’AN SEBAGAI KITAB ALLAH

 Al’qur’an merupakan kitab suci umat islam yang memiliki kedudukan palingg tinggi dan mulia dalam ajaran islam. Al-qur’an diyakini sebagai kalamullah, yaitu firman allah swt. Yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, melalui perantara malaikat jibril. Kedudukan ini menjadikan Al-qur’an berbeda dari kitab-kitab lainnya atau karya apapun yang dihasilkan oleh manusia. Al-qur’an bukan hasil pemikiran manusia, melainkan wahyu Allah yang kebenarannya bersifat mutlak dan abadi. Sebagai kitab allah, Al-qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Allah swt. Menegaskan hal ini dalam firmann-Nya:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

“kitab (Al-qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunujuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:2)

Ayat tersebut menunjukan bahwa Al-qur’an memiliki kedudukan sebagai sumber petunjuk utama bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan. Petunjuk yang dimaksud mencakup seluruh aspek kehidupan, baik dala bidang akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Oleh karena itu Al-qur’an menjadi sumber hukum pertama dan utama dalam islam yang kemudian di jelaskan dalam rincian hadist Nabi Muhammad saw. Kedudukan Al-qur’an sebagai kitab Allah juga terlihat dari fungsinya sebagai pembeda antara kebenaran dan kebatilan (furqan). Allah swt. Berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-furqon (Al-qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqon:1)

Sebagai Al-Furqan, Al-Qur’an memiliki kedudukan penting dalam membimbing manusia untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan, manusia akan terhindar dari kesesatan dan kerusakan moral. Kedudukan Al-Qur’an sebagai kitab Allah juga menuntut umat Islam untuk memuliakannya. Memuliakan Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan memahami isi kandungannya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an harus menjadi landasan berpikir, bersikap, dan bertindak, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. 

Selain itu, Al-Qur’an juga berkedudukan sebagai sumber rahmat dan penyembuh bagi manusia. Allah Swt. berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya memberi ketenangan spiritual, tetapi juga membentuk kepribadian manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan berjiwa tenang. Al-Qur’an juga memiliki kedudukan sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. Mukjizat ini bersifat abadi dan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Keindahan bahasa, kedalaman makna, serta kesempurnaan kandungan Al-Qur’an tidak dapat ditandingi oleh siapa pun.

Sebagai kitab Allah yang memiliki kedudukan tertinggi, Al-Qur’an menuntut tanggung jawab besar dari umat Islam. Kewajiban tersebut meliputi membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajarannya. Allah Swt. berfirman:

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ

“Dan ini adalah Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan penuh berkah, maka ikutilah ia.” (QS. Al-An’am: 155).

Selain itu, Al-Qur’an berkedudukan sebagai penyempurna dan pembenar kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelumnya, seperti Taurat, Zabur, dan Injil.

Dengan demikian, Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat agung sebagai kitab Allah yang sempurna dan universal. Ia merupakan petunjuk hidup, sumber hukum, pembeda antara kebenaran dan kebatilan, serta rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar