Akhlak tercela (akhlāq maẓmūmah) adalah sifat dan perilaku buruk yang bertentangan dengan ajaran Islam, nilai kemanusiaan, serta norma sosial. Contoh akhlak tercela antara lain sombong, iri dengki, dengki, hasad, riya’, dusta, fitnah, ghibah, zalim, dan khianat. Akhlak tercela tidak hanya merusak hubungan seseorang dengan Allah Swt., tetapi juga merusak hubungan dengan sesama manusia dan bahkan berdampak buruk bagi diri pelakunya sendiri.
1. Akibat terhadap Hubungan dengan Allah SWT.
Seseorang yang memiliki akhlak tercela akan mengalami kerusakan dalam hubungannya dengan Allah. Akhlak buruk seperti riya’, sombong, dan dengki dapat menghapus pahala amal, bahkan menjadikan ibadah tidak bernilai di sisi Allah. Orang yang sombong misalnya, merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, sehingga enggan menerima kebenaran.
Allah SWT. berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”
(QS. An-Nisā’: 36)
Akhlak tercela juga dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari hidayah Allah. Ketika hati sudah dipenuhi sifat buruk, maka nasihat dan kebenaran sulit diterima, sehingga hidupnya semakin jauh dari nilai-nilai Islam.
2. Akibat terhadap Diri Sendiri
Akhlak tercela membawa dampak negatif bagi ketenangan jiwa seseorang. Sifat iri dan dengki, misalnya, membuat seseorang selalu merasa tidak puas, gelisah, dan sulit bersyukur. Orang yang suka berdusta juga hidup dalam ketakutan karena harus terus menutupi kebohongannya dengan kebohongan lain.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
“Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Akhlak tercela juga dapat menghancurkan kepribadian dan harga diri seseorang. Walaupun terlihat kuat di luar, batinnya rapuh karena tidak memiliki ketenangan dan keikhlasan dalam hidup.
3. Akibat terhadap Hubungan Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, akhlak tercela menyebabkan rusaknya hubungan antarindividu. Ghibah dan fitnah, misalnya, dapat memecah persaudaraan, menimbulkan permusuhan, dan menghancurkan keharmonisan sosial. Orang yang memiliki akhlak tercela cenderung dijauhi karena dianggap merugikan dan tidak dapat dipercaya.
Allah SWT. memperingatkan tentang bahaya ghibah:
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا…
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al-Ḥujurāt: 12)
Akhlak tercela juga dapat menimbulkan konflik berkepanjangan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, sehingga menghambat terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis.
4. Akibat terhadap Kehidupan Akhirat
Dampak paling berat dari akhlak tercela adalah ancaman siksa di akhirat. Banyak hadis Rasulullah ﷺ yang menegaskan bahwa akhlak buruk dapat menjadi sebab seseorang masuk neraka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَثْقَلُ مَا فِي الْمِيزَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُسْنُ الْخُلُقِ
“Orang yang paling berat timbangannya di hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa sebaliknya, akhlak tercela akan memberatkan hisab dan mengurangi keselamatan di akhirat. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya membersihkan diri dari akhlak tercela dan menggantinya dengan akhlak terpuji.
Kesimpulan
Akhlak tercela membawa dampak buruk yang sangat luas, baik terhadap hubungan dengan Allah, diri sendiri, masyarakat, maupun kehidupan akhirat. Oleh sebab itu, setiap muslim diwajibkan untuk menjauhi akhlak tercela dan berusaha memperbaiki akhlaknya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, karena akhlak yang baik merupakan cerminan keimanan yang sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar