Pengertian Akhlak Mahmudah
Kata mahmudah berasal dari kata دمح yang berarti terpuji. Maka penegertian akhlak mahmudah adalah menghilangkan adat kebiasaan yang tercela yang sudah digariskan dalam agama islam serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan adat kebiasaan yang baik, melakuakan dengan mencintainya.
Contoh Akhlak Mahmudah
1. Jujur
Jujur adalah adalah sikap yang sesuai antara perkataan dan perbuatan. Dari 'Abdullah bin 'Umar r.a. dari Nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda(عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسل) artinya, "Sesungguhnya jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga". (HR. Al Bukhari)
2. Adil
Adil secara harfiah berarti sama, sama berat, atau tidak memihak. Seseorang disebut berlaku adil apabila ia tidak berat sebelah dalam menilai sesuatu. Allah dalam firman-Nya memerintahkan manusia untuk berlaku adil, seperti pada ayat berikut.
۞ ان الله يامر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ٩٠
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَـٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ٩٠
3. Ikhlas
Ikhlas adalah adalah sikap murni atau ketulusan dalam tingkah laku dan perilaku:
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥
artinya: Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).
4. Amanah
Dikutip dari Modul Cendikia Kemenag, amanah berarti titipan yang harus disampaikan kepada orang lain. Amanah juga dapat diartikan dapat dipercaya atau terpercaya.
Seseorang dipandang amanah apabila ia dapat dipercaya dan dapat menyampaikan pesan atau titipan kepada orang lain yang berhak. Sebagai muslim, kita dituntut untuk dapat mewujudkan amanah, baik kepada Allah Swt maupun sesama manusia.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ٥٨
5. Tawadhu
Tawadhu adalah rasa rendah hati atau memiliki perasaan merendah di hadapan orang lain. Dalam berperilaku atau berpenampilan, seorang yang tawadhu tidak mencerminkan sikap riya' atau ingin disanjung orang lain.
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ٦٣
6. Sabar
Sabar dapat dimaknai dengan menahan diri dari kesusahan. Manusia yang sabar
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
artinya: Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
7.Syukur
Syukur adalah ungkapan rasa atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Syukur kepada Allah dapat dilakukan dengan hati, melalui ucapan, dan dengan amal perbuatan.
وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Artinya: Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan.
Dengan bersyukur, membuat kita semakin dekat dengan Allah karena semua yang didapatkan berasal dari-Nya.
8. Pemaaf
Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah pemaaf. Kita dituntut untuk meminta maaf dan saling memaafkan sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw.
Pemaaf ditandai disertai dengan tidak ada rasa benci sedikit pun dan tidak ada keinginan untuk membalas.
Artinya: Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.
Berprasangka baik disebut juga berpikir positif, maksudnya adalah memandang atau menyikapi segala sesuatu secara baik tanpa ada kecurigaan tentang keburukan.
Istilah berbaik sangka dalam Islam dikenal juga dengan istilah husnuzan. Allah memerintah manusia untuk selalu berhuznuzan dan melarang sikap buruk sangka kepada orang lain atau suudzon, sebagaimana dalam firman berikut
. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ١٢
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain... (Qs. Al Hujurat ayat 12)."
Pengertian Sifat Pemaaf
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perilaku memaafkan merupakan kesediaan individu untuk menghapus keinginan untuk membalas dendam, serta menghapus keinginan untuk menghindari pelaku dan individu memiliki kesediaan untuk berdamai dengan orang yang telah menyakitinya.
Contoh Perilaku Pemaaf
Contoh perilaku pemaaf dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1) Menghindari perilaku sombong.
2) Meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat.
3) Memaafkan kesalahan orang lain dan tidak memendam rasa benci dalam hati.
Ayat yang membahas tentang sifat pemaaf
Antara lain:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar