Akidah Islam merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Akidah berasal dari kata ‘aqada yang berarti mengikat atau mengokohkan. Dalam konteks Islam, akidah adalah keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati tentang kebenaran Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Akidah yang benar akan membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, akidah Islam memiliki peranan yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam secara keseluruhan.
Pentingnya akidah Islam dapat dilihat dari fungsinya sebagai dasar keimanan. Tanpa akidah yang kuat, ibadah yang dilakukan akan kehilangan makna dan arah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan sebelumnya.” (QS. An-Nisa: 136).
Ayat ini menegaskan bahwa keimanan atau akidah adalah perintah utama bagi setiap Muslim sebelum melaksanakan ajaran Islam lainnya.
Selain itu, akidah Islam penting karena menjadi pedoman hidup. Akidah yang benar akan membimbing manusia dalam membedakan antara yang benar dan yang salah, yang halal dan yang haram. Seseorang yang memiliki akidah kuat akan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga terdorong untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An‘am: 162).
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh aspek kehidupan seorang Muslim harus dilandasi oleh akidah kepada Allah SWT.
Akidah Islam juga berperan dalam membentuk akhlak yang mulia. Dalam buku Aqidah Akhlak dijelaskan bahwa akidah dan akhlak memiliki hubungan yang sangat erat. Akidah yang lurus akan melahirkan akhlak terpuji, seperti jujur, amanah, sabar, dan tawakal. Sebaliknya, akidah yang lemah dapat menyebabkan seseorang mudah terjerumus ke dalam akhlak tercela. Rasulullah SAW bersabda bahwa tujuan diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia, dan hal itu tidak terlepas dari keimanan yang benar kepada Allah SWT.
Lebih dari itu, akidah Islam memberikan ketenangan batin dan kekuatan dalam menghadapi ujian hidup. Orang yang beriman yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dan mengandung hikmah. Allah SWT berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra‘d: 28).
Keyakinan inilah yang membuat seorang Muslim tetap sabar dan optimis dalam berbagai kondisi kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar