Jumat, 02 Januari 2026

HAL-HAL YANG MERUSAK AQIDAH

 

Aqidah merupakan keyakinan dasar seorang muslim terhadap Allah SWT yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan beragama. Aqidah yang benar akan melahirkan ibadah yang ikhlas serta akhlak yang mulia. Sebaliknya, apabila aqidah rusak, maka seluruh amal perbuatan seseorang akan sia-sia. Oleh karena itu, setiap muslim wajib mengetahui dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak aqidah.

Salah satu hal yang paling besar merusak aqidah adalah syirik, yaitu menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun. Syirik merupakan dosa terbesar yang tidak akan diampuni apabila pelakunya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertaubat. Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Latin: Wa idz qāla luqmānu libnihī wa huwa ya‘izhuhū yā bunayya lā tusyrik billāh, innasy-syrka laẓulmun ‘aẓīm.

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13)

Selain syirik, mempercayai tahayul, ramalan, jimat, dan perdukunan juga termasuk perbuatan yang merusak aqidah. Perbuatan tersebut menunjukkan ketergantungan kepada selain Allah dan lemahnya keyakinan terhadap takdir Allah SWT.

Hal lain yang dapat merusak aqidah adalah riya’, yaitu melakukan ibadah bukan karena Allah SWT, melainkan untuk mendapatkan pujian manusia. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكَ الْأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ

Latin: Inna akhwafa mā akhāfu ‘alaikumusy-syirkal-aṣghar. Qālū wa mā sy-syirkul-aṣghar yā Rasūlallāh? Qāla ar-riyā’.

Artinya: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’.” (HR. Ahmad)

Selain itu, meragukan ajaran Islam, mengingkari hukum Allah, serta lebih meyakini ideologi yang bertentangan dengan Islam juga dapat merusak aqidah. Oleh karena itu, seorang muslim wajib mempelajari ilmu agama dengan benar agar aqidahnya tetap lurus dan terjaga.

Menjaga aqidah adalah kewajiban setiap muslim. Dengan aqidah yang kuat dan benar, seorang muslim akan mendapatkan keselamatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta memperoleh ridha Allah SWT.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar