Minggu, 21 Desember 2025

Tantangan Penggunaan Media Pembelajaran Digital


Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat telah memberikan pengaruh besar dalam dunia pendidikan. Saat ini media pembelajaran digital menjadi salah satu alat yang sering digunakan guru dan lembaga pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran. Berbagai media digital seperti Google Classroom, e-learning, video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan platform diskusi telah menghadirkan suasana belajar yang lebih fleksibel, menarik, dan mudah diakses. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh pendidik, peserta didik, serta pihak lembaga pendidikan. Tantangan inilah yang kemudian menjadi fokus penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran digital agar berjalan optimal.

Salah satu tantangan pertama adalah keterbatasan sarana dan jaringan internet. Tidak semua peserta didik memiliki perangkat gawai yang memadai. Bahkan di sebagian daerah, jaringan internet masih tidak stabil atau terbatas. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan belajar antara siswa yang memiliki fasilitas lengkap dan yang tidak. Allah SWT telah mengingatkan pentingnya kesetaraan hak dalam menuntut ilmu sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Mujādalah ayat 11:                                                               

وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ                   

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…”.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ilmu merupakan kemuliaan bagi siapa pun yang mampu mendapatkannya. Namun, jika fasilitas belajar tidak merata, maka kesempatan untuk memperoleh ilmu pun menjadi tidak sama. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga pendidikan perlu memperhatikan pemerataan fasilitas agar penggunaan media digital tidak menjadi penghalang bagi sebagian pelajar.

Tantangan kedua adalah kompetensi penggunaan teknologi pada guru maupun siswa. Tidak semua guru memiliki kemampuan digital yang memadai. Masih ada sebagian guru yang masih mengalami kesulitan saat membuat media digital, mengoperasikan aplikasi, atau mengelola kelas online. Siswa pun demikian, khususnya siswa pada tingkat usia dasar yang masih memerlukan pendampingan orang tua dalam memahami cara mengakses media digital. Allah SWT mengingatkan bahwa setiap tugas memerlukan keahlian dan kesiapan, sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Ayat ini memberi pesan bahwa kemampuan seseorang berbeda-beda. Maka guru yang belum terbiasa menggunakan media digital harus diberi pelatihan, pembinaan, dan pendampingan. Begitu pula siswa harus diberi panduan agar penggunaan teknologi benar-benar membantu, bukan membingungkan.

Tantangan ketiga adalah gangguan fokus dan perilaku distraktif yang mempengaruhi kualitas belajar. Ketika siswa belajar melalui media digital, sering muncul godaan lain seperti bermain game, membuka media sosial, menonton video hiburan, atau mengakses hal-hal di luar materi pembelajaran. Kondisi ini membuat siswa mudah terdistract dan akhirnya materi pelajaran tidak benar-benar dipahami. Allah SWT memperingatkan tentang waktu yang akan diminta pertanggungjawabannya, sesuai QS. Al-‘Ashr ayat 1-3: 

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, termasuk dalam belajar. Pembelajaran digital tanpa kontrol mengakibatkan kerugian karena waktu belajar terbuang tanpa menghasilkan pengetahuan.

Selanjutnya, tantangan lain yang sering dihadapi adalah minimnya interaksi sosial antara guru dan peserta didik. Dalam pembelajaran digital, hubungan emosional antara pendidik dan peserta didik menjadi kurang. Guru sulit membaca ekspresi siswa secara langsung, seperti ketika ada siswa yang belum memahami materi. Dampaknya, komunikasi menjadi terbatas dan suasana belajar terasa lebih formal. Padahal dalam pendidikan Islam, hubungan antara murid dan guru sangat penting. Dalam QS. An-Nahl ayat 125 Allah berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…”

Ayat ini menegaskan bahwa penyampaian ilmu membutuhkan hikmah dan pendekatan yang baik. Hal ini sulit tercapai jika interaksi digital tidak didukung oleh komunikasi yang intens. Guru harus lebih aktif menjalin komunikasi dalam kelas digital melalui diskusi, umpan balik, dan perhatian kepada siswa.

Tantangan berikutnya adalah kendala teknis yang sering terjadi, seperti server error, video macet, aplikasi tidak bisa dibuka, atau file tidak dapat diunduh. Problematika teknis ini sering menghambat proses belajar. Guru memerlukan waktu tambahan untuk memeriksa kembali perangkat atau mencari solusi.

Dari seluruh tantangan tersebut dapat dipahami bahwa media pembelajaran digital bukan sesuatu yang otomatis mudah digunakan. Dibutuhkan pengelolaan, pelatihan kapasitas, kesiapan mental, dan dukungan fasilitas. Media digital bukan hanya alat, tetapi bagian penting dalam ekosistem pendidikan modern. Di satu sisi teknologi membawa kemudahan, namun di sisi lain menghasilkan tuntutan baru.

Cara mengatasi tantangan tersebut antara lain, melakukan pelatihan kompetensi digital bagi guru, meningkatkan literasi digital siswa, menyediakan akses internet pendukung, memperbanyak interaksi melalui forum diskusi, serta membangun sistem monitoring agar proses pembelajaran tidak hanya formalitas tetapi benar-benar menghasilkan perubahan pengetahuan dan sikap.

Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran digital merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mengandung tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Pendidikan adalah amanah, sebagaimana Allah telah mengangkat derajat orang berilmu. Oleh sebab itu, semua tantangan tersebut harus diatasi dengan kesungguhan agar media pembelajaran digital benar-benar memberikan kemanfaatan bagi umat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar