Senin, 29 Desember 2025

Sumber Utama Akidah adalah Al-Qur’an dan Hadis

 

    Akidah adalah inti dari agama Islam, menjadi landasan utama bagi keimanan seorang Muslim. Dimana Kata “akidah” berasal dari bahasa Arab “ʿaqada” yang berarti mengikat, menunjukkan keyakinan yang kokoh dalam hati seorang Muslim terhadap Allah SWT dan ajaran-Nya.Dalam Islam, akidah yang benar haruslah bersumber dari wahyu ilahi, yaitu Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Tanpa pemahaman yang benar tentang akidah, amal seorang Muslim menjadi tidak berarti di sisi allah swt.

a. Al-Qur’an sebagai Sumber Akidah Utama

    Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup utama, memuat perintah, larangan, dan prinsip keimanan. Al-Qur’an adalah sumber utama dan pertama dalam menetapkan seluruh aspek akidah. Di dalamnya terdapat banyak ayat yang secara terbuka maupun tertutup menjelaskan tentang tauhid (keesaan Allah), kenabian, hari akhir, malaikat, kitab-kitab, serta qada dan qadar. 

QS. An-Najm ayat 3-4:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ

Artinya: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 103:


وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا

Artinya:“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”


    Ayat ini menegaskan pentingnya berpegang teguh pada wahyu Allah sebagai sumber utama keimanan dan persatuan umat Islam. Al-Qur’an bukan hanya membimbing manusia dalam berakidah, tetapi juga memberikan panduan untuk beramal sesuai tuntunan Allah.

b. Hadits sebagai Penjelas Akidah

    Hadits Nabi Muhammad SAW adalah sumber kedua setelah Al-Qur’an. Melalui ucapan, perbuatan, dan pengakuan Nabi, umat Muslim mendapat penjelasan rinci tentang akidah yang benar.Hadist berfungsi sebagai penjelas (tafsir), perinci (tafshil), dan penguat (ta'kid) ajaran yang termuat secara umum dalam Al-Qur'an. Rasulullah SAW adalah orang yang paling mengerti tentang kehendak Allah, sehingga sunnah beliau menjadi implementasi praktis dan penjelasan mendalam tentang pokok-pokok akidah. 

 Dari Abu Hurairah-radhiallahu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم أنه قال

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ



Demi (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang pun dari umat manusia, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, melainkan ia adalah penghuni neraka.”[Hadist riwayat muslim]

    Hadits ini menegaskan pentingnya beriman kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bagian integral dari akidah Islam. Akidah tanpa mengikuti Sunnah akan menyimpang dari jalan yang lurus.

Dalil dari Hadis

    Salah satu hadis paling fundamental yang merangkum keseluruhan akidah Islam adalah Hadis Jibril, yang menjelaskan rukun Islam dan rukun Iman:

​Hadis Jibril (sebagian):

Jibril AS bertanya kepada Nabi SAW, “Beritahu aku tentang Iman!”

    Maka Rasulullah SAW bersabda, “Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim)

    Hadis ini melengkapi dan memperinci rukun-rukun keimanan yang juga disebutkan dalam Al-Qur’an, menjadikannya rujukan penting dalam memahami akidah.

    Selain itu, Hadis juga menekankan pentingnya menjaga kemurnian tauhid:

​Hadis dari Ibnu Umar RA (sebagian):

    Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasanya tidak ada ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya...” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Hadis ini menegaskan dua kalimat syahadat, yang merupakan inti dari akidah dan Tauhid.

KESIMPULAN

    Akidah Islam adalah keyakinan dasar dan pokok dalam Islam yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari kiamat, dan takdir. Akidah menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim karena dari sanalah semua amal dan perbuatan mendapatkan nilai di sisi Allah.Sumber utama akidah Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, yang merupakan pedoman hidup umat Islam. Selain itu, ijma’ (kesepakatan ulama) dan akal sehat yang sesuai dengan wahyu juga bisa menjadi pelengkap dalam memahami akidah dengan benar.Akidah yang benar merupakan pondasi yang kokoh bagi amal, sementara amal adalah bukti nyata dari keimanan.Oleh karena itu, setiap Muslim harus mempelajari akidah yang benar, menguatkannya dalam hati, dan membuktikannya melalui amal shalih yang ikhlas demi mencari ridha Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar