Senin, 29 Desember 2025

QADHA DAN QADAR DALAM DIRI REMAJA SEKARANG

 Qadha dan Qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim, termasuk para remaja. Qadha adalah ketetapan Allah SWT yang telah ditentukan sejak zaman azali, sedangkan Qadar adalah perwujudan atau pelaksanaan dari ketetapan tersebut dalam kehidupan manusia. Pemahaman yang benar tentang Qadha dan Qadar sangat penting bagi remaja masa kini yang hidup di tengah tantangan zaman modern, seperti tekanan pergaulan, media sosial, dan tuntutan prestasi.Remaja sering berada pada fase pencarian jati diri. Dalam proses ini, tidak jarang mereka mengalami kegagalan, kekecewaan, atau kebingungan dalam menentukan arah hidup. Keyakinan terhadap Qadha dan Qadar dapat menjadi pondasi keimanan yang menenangkan hati. Dengan memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT, remaja dapat belajar menerima kenyataan hidup dengan lapang dada tanpa kehilangan semangat untuk berusaha.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

"innaa kulla syai-in kholaqnaahu biqodar"

(QS. Al-Qamar 54: Ayat 49)

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap peristiwa dalam kehidupan manusia, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, telah ditetapkan oleh Allah dengan penuh hikmah.

Namun, keyakinan terhadap Qadha dan Qadar bukan berarti remaja bersikap pasrah tanpa usaha. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Remaja tetap diwajibkan untuk berusaha belajar dengan sungguh-sungguh, berakhlak baik, dan menjauhi perbuatan tercela. Hasil dari usaha tersebut kemudian diserahkan kepada Allah SWT. Dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, Allah berfirman:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Ayat ini memberikan motivasi kuat bagi remaja untuk aktif berusaha memperbaiki diri. Takdir Allah tidak meniadakan usaha manusia, justru usaha adalah bagian dari takdir itu sendiri. Remaja yang memahami hal ini akan memiliki mental yang kuat, tidak mudah 

Putus asa, dan tidak sombong ketika berhasil.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap beriman kepada Qadha dan Qadar dapat tercermin melalui sifat sabar saat menghadapi kegagalan dan bersyukur ketika memperoleh keberhasilan. Remaja yang gagal dalam ujian, misalnya, tidak akan larut dalam kesedihan, tetapi menjadikannya sebagai pelajaran untuk lebih giat belajar. Sebaliknya, ketika meraih prestasi, ia tidak akan merasa paling hebat, melainkan menyadari bahwa semua itu adalah karunia Allah SWT.

Dengan demikian, pemahaman Qadha dan Qadar sangat relevan bagi remaja masa kini. Keyakinan ini mampu membentuk kepribadian yang tangguh, optimis, dan bertanggung jawab. Remaja yang beriman kepada Qadha dan Qadar akan tumbuh menjadi pribadi yang seimbang antara usaha dan doa, serta siap menghadapi dinamika kehidupan dengan penuh keimanan.

  1. Contoh Qada pada Remaja

Qada adalah ketetapan Allah yang sudah ditentukan sejak zaman azali dan tidak dapat diubah.

Contohnya:

  1. Dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan

Remaja tidak bisa memilih jenis kelamin sejak lahir.

  1. Lahir di keluarga tertentu

Misalnya lahir di keluarga sederhana atau berkecukupan.

  1. Waktu kematian

Tidak ada remaja yang tahu kapan dan bagaimana ajalnya.

  1. Bakat alami

Ada remaja yang sejak kecil mudah menghafal, ada yang kuat di olahraga.

Contoh qadar lainnya terlihat dalam pergaulan remaja. Remaja yang memilih bergaul dengan teman-teman yang rajin beribadah, berperilaku baik, dan memiliki tujuan hidup yang jelas akan mendapatkan pengaruh positif. Sebaliknya, jika remaja memilih lingkungan pergaulan yang buruk, seperti teman yang suka bolos sekolah atau melakukan perbuatan negatif, maka dampaknya pun akan buruk. Pilihan ini merupakan bagian dari qadar yang dipengaruhi oleh kehendak dan keputusan manusia.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar