Perkemabangan teknologi digital sangar di butuhkan guru dalam proses pembelajaran
Perkmbangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termsuk dunia Pendidikan.Bagi seorang guru, teknologi bukan lagi pilihan tambahan, tetapimenjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung, memperkaya, dan mempermudah proses pembelajaran. Penggunaan teknologi digital memungkinkan pembelajaran berlasung secara efektif, efesien, dan relevan dengan kebutuhan zaman, terutama bagi generasi peserta didik yang tumbuh dalam ekosistem teknologi.
Dalam al-qur’an, allah swt. Menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan kemampuan manusia untuk memanfaatkan berbagai sarana yang allah ciptakan dibumi. Salah satu ayat yang relevan Adalah firman-nya dalam surah al-alaq ayat 1-5:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ (1) خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ (2) اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ (3) الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ (4) عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ (5)
Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan.
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah tuhanmulah yang maha mulia.
Yang mengajar manusia dengan pena.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak di ketahuinya.
Ayat ini menunjukkan bahwa allah memberikan kemampuan pada manusia untuk belajar, mengajar, dan memanfaatkan alat bantu Pendidikan yang Dimana kita dapat pahami alat bantu Pendidikan termasuk tekonologi digital sebagai bagian besar dari proses memperoleh dan menyebarkan ilmu. Teknologi merupakan bentuk “pena” modern yang meluaskan cakupan ilmu dan mempercepat penyebaranya.
Dalam konteks pendidikan, guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam proses belajar mengajar. Penguasaan teknologi digital membuat guru mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini. Siswa generasi sekarang adalah generasi digital native, yang sejak kecil telah akrab dengan perangkat seperti smartphone, komputer, dan internet. Jika guru tidak menguasai teknologi, maka akan terjadi kesenjangan antara cara mengajar guru dan cara belajar siswa. Kesenjangan ini dapat berdampak pada rendahnya minat belajar, kurangnya efektivitas pembelajaran, dan menurunnya daya saing pendidikan.
Teknologi digital memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran. Pertama, teknologi memungkinkan guru mengembangkan media pembelajaran yang menarik. Dengan aplikasi presentasi, video edukasi, animasi interaktif, dan platform pembelajaran digital, guru dapat menghadirkan materi pelajaran secara lebih visual, dinamis, dan mudah dipahami. Media yang menarik meningkatkan minat belajar dan membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih konkret.
Kedua, teknologi memperluas akses dan sumber belajar. Internet membuka pintu menuju berbagai artikel ilmiah, e-book, jurnal, modul daring, dan video edukasi dari seluruh dunia. Guru tidak lagi terbatas pada buku cetak atau metode ceramah. Dengan memanfaatkan sumber belajar digital, guru dapat memberikan informasi lebih kaya dan memperkaya wawasan siswa. Hal ini sejalan dengan perintah Al-Qur’an untuk terus mencari ilmu dan memperluas pengetahuan.
Ketiga, teknologi mendukung pembelajaran berbasis diferensiasi, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan, minat, atau gaya belajar siswa. Melalui platform digital, guru dapat memberikan tugas berbeda, materi tambahan, atau latihan remedial bagi siswa yang membutuhkan. Teknologi juga memungkinkan evaluasi yang lebih cepat dan akurat. Dengan sistem kuis digital, misalnya, guru dapat mengetahui hasil belajar siswa secara langsung sehingga dapat segera melakukan perbaikan metode pembelajaran.
Keempat, teknologi digital mendukung komunikasi dan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Melalui aplikasi pesan, LMS (Learning Management System), atau platform video conference, guru bisa menjalin interaksi lebih intensif, terutama dalam pembelajaran jarak jauh. Komunikasi yang baik ini membantu terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih efektif dan terbuka.
Perkembangan teknologi juga menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ (11)
Artinya :
Ayat ini menjadi motivasi bagi guru untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas profesionalitas. Termasuk dalam menguasai teknologi digital. Pembelajaran sepanjang hayat Adalah ciri pendidik professional, dan kemampuan dalam menggunakan teknologi merupakan bagian penting dari peningkatan kualitas tersebut.
Namun demikian, pemanfaatan teknologi digital jugaharus dilakukan secara bijak dan proporsional. Guru tetap harus membangun interaksi karakter, ahklak dan nilai-nilai moral dalam pembelajaran, karena teknologi hanya alat, bukan tujuan. Nilai-nilai islam mengajarkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab moral. Guru harus memfilter dan mengarahkan siswa agar menggunakan teknologi untuk kebaikan, bukan untuk hal yang merusak diri atau lingkungan.
Dengan demikian, perkembangan teknologi digital sangat dibutuhkan guru dalam proses pembelajaran. Teknologi memperkaya metode mengajar, memperluas sumber belajar, mendukung evaluasi evektif, dan mempersiapkan siswa dalam menghadapi abad 21. Dengan landasan ayat-ayat al-qur’an, penggunaan teknologi dapat menjadi sarana meningkatkan kualitas pendidikan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip moral dan spiritual. Guru yang melek teknologi Adalah guru yang siap membimbing generasi masa depan menuju kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar