Senin, 29 Desember 2025

Perilaku yang Dapat Merusak Aqidah

 

    Aqidah merupakan landasan utama dalam kehidupan seorang muslim. Aqidah yang kuat akan menuntun seseorang untuk selalu berada di jalan yang diridai Allah Swt., baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sebaliknya, lemahnya Aqidah dapat menyebabkan seseorang mudah terpengaruh oleh pemikiran dan perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. Oleh sebab itu, setiap muslim harus memahami berbagai perilaku yang dapat merusak Aqidah agar mampu menjauhinya dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu perilaku yang sangat berbahaya bagi Aqidah adalah syirik, yaitu mempersuatukan Allah Swt. dengan sesuatu selain-Nya. Bentuk syirik yang masih sering dijumpai di masyarakat antara lain mempercayai jimat, mendatangi dukun, mempercayai ramalan nasib, atau meyakini benda tertentu memiliki kekuatan gaib. Perilaku tersebut menunjukkan lemahnya keyakinan kepada kekuasaan Allah Swt., padahal hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah. Allah Swt. berfirman:

﴿إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ﴾

Artinya:

“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.”

(QS. Al-Ma ’idah: 72)

    Selain syirik, perilaku yang dapat merusak Aqidah adalah kufur nikmat, yaitu sikap tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah Swt. berikan. Sikap ini dapat terlihat dari kebiasaan mengeluh, merasa hidup selalu kurang, serta tidak menerima ketentuan Allah dengan lapang dada. Padahal, sikap syukur merupakan cerminan keimanan seorang hamba. Allah Swt. berfirman:

﴿فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ﴾

Artinya:

“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku serta janganlah kamu mengingkari (nikmat-Ku).”

(QS. Al-Baqarah: 152)

    Perilaku lain yang dapat melemahkan Aqidah adalah mengikuti hawa nafsu secara berlebihan tanpa dikendalikan oleh iman. Ketika seseorang lebih mengutamakan kepentingan dunia dibandingkan ketaatan kepada Allah, maka keimanannya akan semakin menurun. Allah Swt. memperingatkan manusia agar tidak mengikuti hawa nafsu karena dapat menyesatkan. Allah Swt. berfirman:

﴿وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ﴾

Artinya:

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena hawa nafsu itu akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”

(QS. Shad: 26)

    Di era modern, pengaruh lingkungan dan media sosial juga dapat menjadi faktor perusak Aqidah, khususnya bagi remaja. Informasi yang tidak benar, gaya hidup bebas, serta pemikiran yang bertentangan dengan ajaran Islam dapat melemahkan keimanan apabila tidak dibentengi dengan ilmu agama.

    Oleh karena itu, menjaga Aqidah merupakan kewajiban setiap muslim. Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan memperdalam ilmu agama, memperbanyak ibadah, serta selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan Aqidah yang kokoh, seorang muslim akan mampu menjalani kehidupan dengan penuh keimanan dan tetap Istiqamah di jalan-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar