Senin, 29 Desember 2025

Mencerminkan Aqidah Islam dalam Kehidupan Sehari-hari


    Aqidah Islam merupakan dasar utama dalam kehidupan seorang Muslim. Aqidah yang benar tidak hanya diyakini dalam hati, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Aqidah berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengarahkan manusia untuk mengenal Allah SWT, memahami tujuan hidup, serta menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, kuat atau lemahnya aqidah seseorang akan sangat berpengaruh terhadap akhlak dan perbuatannya dalam kehidupan sosial.

    Keimanan kepada Allah SWT adalah inti dari aqidah Islam. Seorang Muslim yang beriman akan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tempat bergantung. Keyakinan ini mendorong manusia untuk selalu merasa diawasi oleh Allah, sehingga berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan. Allah SWT berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلْبَـٰطِلُ

Artinya: “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Mahabenar, dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil.” (QS. Al-Hajj: 62)

    Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kekuasaan mutlak. Dalam kehidupan sehari-hari, aqidah ini tercermin melalui sikap tawakal, sabar dalam menghadapi ujian, serta tidak bergantung kepada selain Allah, seperti percaya pada jimat atau perbuatan syirik lainnya.    

    Selain iman kepada Allah, aqidah Islam juga mencakup iman kepada hari akhir. Keyakinan terhadap adanya kehidupan setelah mati membuat seorang Muslim lebih berhati-hati dalam bertindak, karena menyadari bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)

    Keimanan ini melahirkan sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab. Seorang Muslim yang berakidah kuat akan menghindari perbuatan curang, berkata dusta, serta merugikan orang lain, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

    Aqidah Islam juga tercermin dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari, seperti shalat. Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan membentuk akhlak yang baik. Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ

Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

    Dengan shalat yang khusyuk, seorang Muslim akan lebih mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga perilakunya. Hal ini menunjukkan bahwa aqidah yang benar akan melahirkan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.

    Kesimpulannya, mencerminkan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari berarti menjadikan keimanan sebagai dasar dalam setiap aktivitas. Aqidah yang kokoh akan membentuk pribadi yang taat beribadah, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab kepada Allah SWT dan sesama manusia. Inilah tujuan utama aqidah Islam, yaitu mengantarkan manusia menuju kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar