Ketergantungan video pembelajaran dan interaksi social dalam kelas (C)
Ketergantungan pada video pembelajaran dan interaksi sosial dalam kelas merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan dalam proses pembelajaran modern. Keduanya muncul sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi pendidikan dan perubahan pola belajar siswa di era digital.
QS. Al-Hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Artinya:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
Ketergantungan pada Video Pembelajaran
Video pembelajaran adalah media audiovisual yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi secara lebih konkret, menarik, dan mudah diingat. Dalam konteks pembelajaran modern, penggunaan video sering dijadikan alat bantu utama oleh guru maupun siswa. Ketergantungan pada video pembelajaran mengacu pada kondisi ketika siswa terlalu bergantung pada video sebagai sumber informasi utama dalam memahami materi pelajaran.
Dampak Positif
Mempermudah pemahaman konsep seperti konten visual dan audio membantu siswa memahami konsep abstrak menjadi lebih nyata dan mudah diikuti. Meningkatkan motivasi belajar seperti video yang menarik membuat siswa lebih focus dan bersemangat mengikuti pembelajaran. Fleksibilitas belajar seperti siswa dapat mengulang tayangan kapan pun hingga benar-benar memahami materi.
Dampak Negatif
Menurunnya kemandirian belajar seperti siswa menjadi pasif dan hanya seperti mengandalkan tayangan tanpa berpikir kritis. Potensi mengurangi literasi membaca Siswa cenderung enggan membaca buku teks karena menganggap video lebih mudah. Berpotensi mengurangi interaksi langsung seperti Jika pembelajaran terlalu bergantung pada video, interaksi sosial dalam kelas dapat berkurang.
Interaksi Sosial dalam Kelas
Interaksi sosial adalah proses komunikasi timbal balik antara guru dan siswa maupun antar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Interaksi ini dapat berupa diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, kolaborasi, hingga dinamika komunikasi informal yang terjadi selama proses belajar.
Fungsi interaksi sosial
Meningkatkan pemahaman melalui diskusi seperti siswa dapat menegosiasikan makna dan memperdalam pemahaman konsep.Menngembangkan keterampilan social misalnya kera sama, komunikasi,empati,dan penyelesaian konflik.Menciptakan pembelajaran bermakna seperti pembelajaran yang tidak sekadar menerima informasi tetapi membangun pengetahuan bersama.
Faktor yang mempengaruhi interaksi social
Faktor yang mempengaruhi interaksi social seperti gaya mengajar guru,metode pembeajaran diskusi,ceramah, blended learnimg, media yang digunakan, karakter dan kreatifan siswa, iklim dan budaya kelas.
B. Mengaabungkan media audio dan visual dalam pemebelajaran anak usia dini
Pemanfaatan kombinasi antara media audio dan visual sangat krusial dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) karena sesuai dengan cara otak anak berfungsi dalam menyerap informasi melalui berbagai indera. Integrasi ini menghasilkan pengalaman belajar yang menyeluruh, menarik, dan mudah diingat.
QS. An-Nahl ayat 78
وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَة
Artinya:
“Dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati.”
1. Dasar pemikiran dan relevansi
a. Sesuai karakteristik belajar PAUD
Belajar sambil bermain: Anak-anak usia dini memperoleh pembelajaran yang paling optimal saat mereka berpartisipasi secara aktif dan mengalami kegembiraan, yang dapat didukung oleh alat bantu yang berwarna-warni dan interaktif.
b. Teori pemblajaran
Teori kode ganda (Allan Paivio): mengemukakan bahwa data lebih mudah diingat ketika dikodekan melalui dua jenis sistem: verbal (suara) dan nonverbal (gambar).
Pembelajaran melalui banyak Indra: Stimulasi beberapa indra secara bersamaan akan menciptakan jalur saraf yang lebih kokoh, sehingga menyebabkan daya ingat dan pemahaman meningkat.
2. Elemen kunci media audio dan visual yang menarik
Warna cerah, pililah skema warna primer dan sekundr yang menarik perhatian anak anak,hindari detail yang berlebian. Karakter harus memiliki sifat yang ramah dan ekspresif.
Audio musik yang ceria, gunakan melodi yang ceria dan mudah di ingat misalnya, lagu untuk anak anak. Suara jelas dan variatif gunakan intonasi suara yang menyenangkan, sserta efek suara yang relevan misalnya, suara binatang, kendaraan dll.
3. Bentuk Bentuk penggabungan media
Berikut adalah contoh implementasi praktis yang menggabungkan kedua media tersebut.
a. Vidio pembeajaran interaktif
Visual Proyeksi ilustrasi atau e-book dengan gambar yang terlihat di layar. Audio narator menyampaikan cerita dengan cara yang mendramatisasi dan ekspresif seringkali di sertai dengan suara suara pendukung yang tepat. Contoh aplikasi menceritakan tradisi dengan mengubah ubah gambar karakter dan latar belakang sesuai dengan perkembangan cerita
b. Storytelling dengan alat praga digital
Visual menampilkan gambar atau buku elektronik bergambar di monitor. Audio pengajar menceritakan kisah dengan nada suara yang menghayati dan penuh nuansa, sering kali di selingi dengan suara efek yng sesuai.
4. Prinsip perancangan media yang efektif untuk PAUD
Untuk memastikan media tersebut berfungsi dengan baik, terapkan prinsip-prinsip yang berikut ini:
Keselarasan suara yang terdengar persis sama dengan yang di tampilkan. Jika gambar mrnunjukkan apel berwarna merah, suara harus menyatakan "apel merah", bukan buah lain.
C. Vidio pembelajaan dan keaktifan siswa di kelas (A)
Video pembelajaran merupakan sarana yang ampuh untuk meningkatkan partisipasi di dalam kelas A yang beragam (terdapat siswa yang proaktif dan pasif).
QS. Al-Hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Artinya:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
1. Untuk siswa pasif
Video berperan sebagai alat visual yang menarik dan memberikan klarifikasi berulang yang mendukung pemahaman mereka terhadap isi tanpa perlu keterlibatan langsung. Ini meningkatkan partisipasi di awal.
2. Untuk siswa aktif
Video berfungsi sebagai penggerak utama untuk dialog, pengkajian yang mendalam, dan merangsang pertanyaan yang lebih rumit, serta memperkuat pendekatan pembelajaran mandiri (seperti Kelas Terbalik).
Intinya:
Video mengatasi kesenjangan dengan menjadikan konten lebih menarik untuk yang kurang terlibat, dan menambahkan dimensi bagi yang berpartisipasi aktif, sehingga meningkatkan keterlibatan seluruh kelompok.
D. Pembelajaran bahasa arab sangat efektif dignakan media non cetak yang berbasis didgital
Pemanfaatan platform digital memberikan berbagai manfaat yang tidak tersedia pada media cetak konvensional, menjadikannya sebagai sarana yang sangat kuat dan efisien
QS. Yusuf ayat 2
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا
Artinya:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan bahasa Arab.”
1. Interaktivitas dan keterlibatan
Media digital seperti aplikasi, perangkat lunak, dan situs web pendidikan dapat menyediakan latihan yang menarik dan dapat beradaptasi. Siswa dapat segera melihat apakah jawaban yang mereka berikan tepat atau tidak, memungkinkan mereka melakukan penyesuaian dengan cepat. Unsur-unsur permainan menjadikan pengalaman belajar lebih menarik dan memotivasi, terutama dalam hal kosakata dan tata bahasa (misalnya: Duolingo, Memrise, atau kuis online).
2. Kekayaan materi audiovisual
Bahasa arab memiliki komponen pelafalan (fonologi) yang sangat krusial, yang tidak dapat diajarkan dengan efektif hanya melalui tulisan. Platform digital dapat menghadirkan rekaman suara dari penutur asli untuk setiap istilah atau kalimat, yang membantu siswa menguasai makhraj (titik keluarnya huruf) dan tashil (cara pengucapan) yang tepat. Video dan animasi memperlihatkan konsep tata bahasa, atau menggambarkan penggunaan bahasa dalam konteks budaya yang nyata (contohnya, video percakapan sehari-hari atau berita dalam bahasa Arab).
3. Aksebilitas dan Fleksibilitas
Pembelajaran kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas atau buku cetak. Materi kini dapat diakses lewat ponsel, tablet, atau komputer. Ini sangat mendukung gagasan tentang pembelajaran mandiri. Konten digital dapat diperbarui dengan cepat, menjamin bahwa apa yang diajarkan tetap relevan dan sesuai dengan bahasa Arab saat ini.
4. Personalisasi pemebelajaan
Teknologi digital memberikan kesempatan untuk pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu. Aplikasi pintar mampu memantau perkembangan siswa dan secara otomatis mengubah tingkat kesulitan atau mengulang materi yang belum mereka kuasai. Siswa memiliki pilihan untuk mengambil topik yang paling menarik perhatian mereka (misalnya, bahasa Arab untuk dunia bisnis, pariwisata, atau aspek keagamaan) dari beragam sumber digital.
Intinya:
Secara umum, plaform digital yang tidak berupa cetakan dapat membentuk suasana pembelajaran bahasa arab yang beragam, energik, individual, dan asli, yang jauh lebih efisien dibandingkan hanya bergantung pada buku teks yang di cetak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar