Senin, 29 Desember 2025

ISTIQAMAH DALAM MENGHADAPI ARUS DIGITALISASI


    Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa dampak besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam aspek keimanan dan akhlak. Kemudahan akses informasi, media sosial, serta berbagai platform digital dapat menjadi sarana kebaikan apabila digunakan dengan bijak. Namun, jika tidak disertai dengan kontrol diri, digitalisasi justru dapat melemahkan nilai-nilai akidah dan akhlak. Oleh karena itu, sikap istiqamah menjadi sangat penting agar seorang Muslim tetap konsisten dalam kebaikan di tengah perubahan zaman.

    Istiqamah berarti tetap teguh di jalan yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Ahqaf ayat 13:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

innallaziina qooluu robbunallohu summastaqoomuu fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati."

(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)

    Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah memberikan ketenangan batin dan perlindungan dari rasa cemas dalam kehidupan.

    Di era digital, tantangan istiqamah semakin besar karena banyaknya konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Informasi yang berlebihan, hiburan tanpa batas, serta budaya pamer di media sosial dapat melalaikan seseorang dari kewajiban agama. Dalam kondisi seperti ini, seorang Muslim dituntut untuk mampu menyaring informasi dan menggunakan teknologi sesuai dengan prinsip akhlak Islami, seperti kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab.

    Istiqamah juga tercermin dalam konsistensi menjalankan ibadah meskipun kesibukan semakin padat. Penggunaan gawai dan internet seharusnya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan shalat, membaca Al-Qur’an, dan berbuat baik kepada sesama. Justru, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengingat ibadah, media dakwah, dan sumber ilmu keislaman yang bermanfaat.

    Sebagai mahasiswa PGMI dan calon pendidik, sikap istiqamah sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Guru memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan berakhlak mulia. Keteladanan dalam bersikap, berbicara, dan bermedia sosial menjadi bagian dari pendidikan akhlak yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Luqman ayat 17:

“Hai anakku, dirikanlah shalat, suruhlah manusia berbuat yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.”

    Ayat ini mengajarkan pentingnya konsistensi, kesabaran, dan tanggung jawab moral dalam menjalani kehidupan.

     Dengan demikian, istiqamah di zaman digital merupakan sikap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan keteguhan iman. Seorang Muslim yang istiqamah tidak akan mudah terbawa arus negatif digitalisasi, tetapi mampu menjadikan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membentuk akhlak yang mulia.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar