Beriman kepada hari akhir merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam agama islam. Ia menjadi salah satu syarat sahnya iman seorang muslim. Orang yang mengingkari ataupun meraguinya, maka imannya tidak sah. Iman kepada hari akhir bukan hanya sekadar doktrin metafisik tentang akhir zaman dan pembalasan,melainkan sbuah pilar fundamental yang menopang dan memberikan arah, motivasi, serta makna yang mendalam bagi seluruh aspek kehidupan seorang mukmin di dunia. Beriman kepada hari akhir memiliki banyak hikmah dan dampak positif bagi kehidupan sorang muslim di dunia ini.
Berikut adalah beberapa hikmah utama beriman kepada hari akhir:
Mendorong ketaatan : Keyakinan bahwa semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan memotivasi seseorang untuk selalu berbuat baik (amal shaleh), menjalankan perintah Allah,dan menjauhi larangan-Nya. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Qur’an surahTaha ayat 15:
﴿ اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى ١٥ ﴾
15. Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan di hari kiamat nanti.
Takut akan dosa : Beriman kepada hari akhir membuat kita takut akan azab neraka (siksa kubur dan akhirat) yang menjadi benteng yang kuat dari segala bentuk kejahatan dan kemungkaran. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Qur’an surah Al zalzalah ayat tujuh sampai delapan :
﴿ فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨ ﴾
7. Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
8. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
3.Dunia Hanya Sementara: Keyakinan bahwa kenikmatan duniawi hanyalah sementara dan tidak kekal akan membuat seseorang tidak terlalu mencintai atau bergantung pada dunia. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Qur’an surah
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ ٢٠ ﴾
20. Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.
KESIMPULAN
Secara keseluruhan, beriman kepada Hari Akhir berfungsi sebagai kompas moral dan motivasi spiritual. Iman ini memastikan bahwa seorang Muslim menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab, selalu berjuang dalam kebaikan, menghindari keburukan, dan tidak terperdaya oleh gemerlap dunia, karena tujuan akhirnya adalah pembalasan dan kehidupan kekal di sisi Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar